Legenda Raja Abadi

Legenda Raja Abadi
Asisten Pengajar


__ADS_3

“Selamat atas pelantikan anda sebagai asisten pengajar…” Tua Chao kembali menyuarakan kalimat kemenangannya.


“Hentikan mengulangi kalimat-kalimat seperti itu dan kalimat yang serupa.” Mao Yu menjadi sebal.


“Penatua Lu, di mana aku bisa menemukan murid? Aku akan mencoba menjadi pengajar yang baik.” Mao Yu merajuk.


“Masa bodoh…” Penatua Lu meninggalkan Mao Yu dan Tua Chao. Dia muak dengan apa yang terjadi barusan. Dia juga tak mampu dan berhak meragukan keputusan Tua Chao sebagai Kepala Area Terluar Benteng Tua Leluhur.


Dia memilih membuang muka dan segera meninggalkan balai penuh drama yang dia saksikan.


Suasana kembali tenang.


“Cukup berbasa basi, Tua Chao tingkatkan kualitas murid area luar setara dengan murid inti.” Mao Yu serius.


“Sumber daya dikerahkan maksimal, kepadatan origin sangat mendukung dan segala akses diberikan kepada murid sesuai kemajuannya.”


“Balai-balai pelatihan tertutup dibuka, para murid berlatih di sana. Dalam hitungan tak kurang dari dua tahun keinginan anda akan terwujud.”


Mao Yu menghitung beberapa bilangan dengan jari-jarinya. Dia kemudian menggelengkan kepalanya.


Apa yang menjadi pertimbangan dalam pikirannya masih terkesan terlalu lama.


“Buat agenda ekspedisi.” Mao Yu mengemukakan ide.


“Apakah itu Tuan Muda?” Tua Chao tampak tertarik.


Dunia pertama hanya dihuni dalam sekelompok wilayah yang tersentral. Masih ada lautan lepas, rawa tak terbatas, hutan belantara yang sangat dalam, pegunungan tak bertepi dan rawa sejauh mata memandang.


“Petakan daerah luar…” Mao Yu menggumam.


Tentu saja, memberikan pelatihan di dunia luar akan membantu kemajuan para murid secara signifikan. Namun juga beresiko tinggi.

__ADS_1


Pejuang hebat tak lahir dari medan yang mudah. Pelaut handal tak akan lulus jika tak melewati ombak badai.


“Lima benteng cabang akan selesai dibangun dalam waktu dekat. Basiskan para murid di sana, mulailah petualangan dan pemetaan dengan akurat.”


“Baiklah tuan muda.” Tua Chao sepakat.


“Sudah fajar, aku akan pergi dan melihat-lihat.” Mao Yu meninggalkan Tua Chao dan Mo Tian yang sedang terlelap di lantai.


Kembali ke kediaman Wan Hanma, Mao Yu disambut olehnya di pekarangan rumah. Wan Hanma sedang melakukan pelemasan tubuh.


“Ah hai, Mao Yu dari mana saja kamu?” Wan Hanma menyapa dengan riang gembira.


Mao Yu menunjukkan lencana tembaga bermotif serigala pada Wan Hanma dengan bangga.


“Astaga, kamu baru saja mendapatkan promosi menjadi asisten guru? Luar biasa sekali…” Wan Hanma tampak terkejut.


“Aku benar-benar layak mendapatkan ini atas usaha kerasku.” Mao Yu meninggikan dirinya. Dia membusungkan dadanya untuk Wan Hanma.


“Ahahaha… menerima murid terlihat menyenangkan. Baiklah kalau begitu.” Mao Yu tampak senang.


Setelah melakukan beberapa ritual ringan, mereka akhirnya memiliki hubungan yang lebih serius dari semula kenalan menjadi teman. Kini menjadi guru dan murid.


“Bagaimana tubuhmu saat ini ?”


“Aku merasakan lebih kuat dan ringan. Aku merasakan sangat mudah mengatur pergerakan dan koordinasi tubuh.” Wan Hanma menjawab. Dia meraba beberapa anggota tubuhnya.


“Bagaimana dengan penyerapan origin?”


“Aku sulit merasakannya, namun aku bernafas seolah olah udara ini terasa sangat dingin hingga dari paru-paruku merembes hampir terasa ke seluruh syaraf.” Wan Hanma tampak kebingungan dalam menjelaskan kondisi yang dia rasakan.


“Tampaknya aku mendapat murid yang berbakat.” Mao Yu terkekeh-kekeh.

__ADS_1


Beberapa orang yang lewat di pagi buta mendengar ucapan Mao Yu. Mereka tertawa terbahak-bahak atas apa yang mereka dengar.


“Hahahaha… Asisten baru, apakah meteran di kepalamu perlu servis. Wan Hanma adalah urutan nomor satu dari belakang saat gelombang penerimaan murid terakhir kali.” Seorang asisten pengajar berkomentar.


Namun Mao Yu mendengus dan membuang muka.


“Tapi beruntunglah kamu Wan Hanma, setidaknya kamu mendapatkan pembimbing untuk kemajuan dirimu.” Asisten lain berkomentar pula.


Tangan Wan Hanma mengepal kuat, dia semakin bertekad tak akan mengecewakan Benteng Tua Leluhur. Dia memiliki pendamping kultivasi sekarang.


Shoooo…


Hari demi hari telah berlalu, Wan Hanma melakukan rutinitas seperti biasanya. Berlari, berlatih dan berkultivasi dengan giat. Dia merasakan tubuhnya benar-benar menjadi kuat.


Dia melihat otot-otot di tubuhnya semakin ketat dan terbentuk bagus. Selain berlatih dia mendapatkan tugas tambahan yang cukup merepotkan.


Ternyata pendampingnya ini adalah benar-benar bayi berukuran dewasa. Dia hanya rebahan di kursi malas. Apa pun menjadi kebutuhannya dia hanya berteriak dan memerintahkan Wan Hanma.


Meski begitu Wan Hanma tak mengeluh, dia menjalankan semua permintaan Mao Yu dengan baik.


Di suatu siang salah satu sudut pelataran luar di daerah pepohonan. Wan Hanma bertemu dengan rekan seangkatannya.


“Wan Hanma, aku mendengar kamu telah mendapatkan seorang pendamping kultivasi. Apa dia mengajarimu hal-hal khusus?” Dia bertanya.


“Ehm… Sejauh ini belum sih.” Wan Hanma menjawab dengan sedikit canggung.


“Soalnya di antara kami banyak bergosip membicarakan asisten pengajar baru yang kebetulan adalah pendampingmu. Sangat terkenal malas dan kurang berdedikasi.”


“Beberapa teman mencoba dan berniat untuk melamar menjadi binaan pendampingmu. Tapi mereka akhirnya mengurungkan niat karena sepertinya dia tidak mengajarkanmu apa-apa.” Dia menambahkan, nadanya prihatin.


“Tapi tidak apa-apa… Aku memiliki guru pendamping sudah sangat senang kok…” Wan Hanma tersenyum.

__ADS_1


“Kuharap kamu cepat membuat kemajuan kawan…” Dia menepuk bahu Wan Hanma.


__ADS_2