
Pelataran aula lelang sangat padat dengan banyaknya calon peserta yang ingin mendapatkan tiket secara langsung.
Kebanyakan para pengantri adalah para kultivator bebas atau kultivator yang datang dari sekte kecil. Sementara sekte besar telah memperolehnya melalui jalur pesanan pada jauh hari sebelumnya.
Loket sangat antri dengan panjang mengular. Cukup lama hingga giliran rombongan Mao Yu.
Keadaan demikian adalah kesempatan para calo tiket beraksi.
Melihat sepasang muda terlihat linglung. Seorang remaja cowok seumuran Zhao Ren segera menghampirinya dengan langkah cepat dan antusias.
"Kakak yang ganteng dan manis, Aw monyet yang imut. Hehehe..." Remaja cowok terkekeh-kekeh.
"Tak perlu berbelit-belit, katakan harga tiket." Mao Yu mendengus.
"Siap, Aku Chen Li akan melayani kakak berdua dengan sepenuh jiwa dan raga." Matanya berbinar-binar. Penuh rasa optimis bahwa dia akan berhasil menjual tiket kepada kedua kakak ini dari sekian orang yang dia coba.
"Pembagian tempat duduk pelelangan dibagi menjadi kelas umum, menengah, elite dan VVIP."
"Kelas umum menempati tribun, kelas menengah menempati barisan tengah, kelas elite berada paling depan dekat dengan panggung."
"Sedangkan kelas VVIP berada di ruang melingkar di lantai kedua. Sangat privasi, karena antar peserta dipisahkan sekat. Atau bisa dibilang peserta VVIP memiliki kamar mereka sendiri." Chen Li menjelaskan dengan semangat.
"Tiket VVIP berapa ?" Mao Yu mulai ndak telaten dengan antrian.
"Kelas VVIP tarif per kamar, maksimal diisi 4 orang. Harganya 1 Kristal jade menengah atau 100 kristal jade rendah." Chen Li menjawab.
"Oke, Aku ambil VVIP." Mao Yu langsung memutuskan.
Xia He yang datang dari kekuatan kecil pun terperangah. Apa yang dia bawa ke sini tidak terlalu banyak.
Dengan tingginya tiket VVIP sudah bisa dipastikan dia tidak akan bisa membeli apa-apa saat proses lelang berlangsung.
"Mao Yu, apa ndak terlalu mewah nih ?" Xia He ragu karena dananya terbatas.
"Tenang, aku yang bayar kok." Mao Yu santai.
Xia He merasa tidak enak dengan Mao Yu, karena mereka baru saja kenal. Tapi dia juga tak punya pilihan untuk menolak.
Dia sudah berada di pelataran aula lelang, dan toh juga memang dia datang ke Kota Bulan mempunyai tujuan untuk mengikuti pelelangan.
__ADS_1
Dia juga tidak menyangka ternyata penjual aksesoris di trotoar jalan adalah seorang taipan muda.
Memang benar kata orang-orang, kadang kultivator hebat ada yang mengesampingkan hidup kemewahan. Mereka sering membaur bersama orang biasa. Xia He menduga Mao Yu adalah kuttivator yang seperti ini.
Chen Li kemudian mengantarkan ke meja registrasi untuk kelas VVIP. Mao Yu pun langsung melempar jade untuk membayar, dia mendapatkan kamar nomor lima.
"Chen Li kamu ikut kami ke ruangan, Sebagai biang gosip kamu tentu mengetahui seluk beluk Kota Bulan. Kamu jadi guide kami."
"Aku akan membayarmu lebih." Mao Yu menawarkan posisi kepada Chen Li.
Chen Li mengiyakan tawaran Mao Yu dengan anggukan besar dan senyuman lebar.
Di antrian loket para peserta lelang sedang bercakap-cakap.
"Lelang akbar kali ini akan menjadi lelang istimewa. Banyak sekali barang berharga dan unik. Kamu bisa melihat listnya, mereka membagikannya bersama saat kita menerima tiket."
"Akhir-akhir tahun belakangan banyak ditemukan situs reruntuhan. Harta-harta banyak digali dan ditemukan dari sana."
'Harta karun yang menjadi barang lelang utama tampaknya menarik para bigshot. Lihat mereka dari Klan Ba, Lihat juga mereka dari sekte harimau merah. Tempat yang jauh tidak menjadi hambatan mereka berpartisipasi dalam lelang."
Dengan banyaknya anggota dan para eselon dari kekuatan besar yang berdatangan. Mau tak mau para peserta lelang dari kekuatan biasa harus memberi jalan dan menunjukkan sikap hormat saat rmereka lewat.
Chen Li memimpin jalan menuju kamar lelang melalui pintu khusus. Mereka berjalan di sepanjang koridor. Desain interior yang menawan menyejukkan pandangan mata.
Mao Yu juga berpapasan dengan peserta lelang yang masuk dari pintu VVIP.
Para rombongan bangsawan, petinggi-petinggi sekte dan klan berjalan dengan sangat angkuh. Dari kemewahan cara berpakaian dan aura kewibawaan yang mereka pancarkan menunjukkan disposisi mereka yang tinggi.
"Udik pedesaan salah masuk pintu." Perempuan dengan kecantikan melontarkan cemoohan saat berpapasan dengan rombongan Mao Yu.
Mao Yu acuh tak acuh namun Xia He menundukkan kepalanya. Sebagai perempuan kelas bawah dia tidak berani mengangkat wajahnya saat kaum bangsawan lewat.
Dibandingkan dengan kecantikan tadi Xia He merasa dirinya adalah lumpur.
"Lady Hu dari Sekte Api Phoenix, salah satu kekuatan utama di dunia kelima." Chen Li berkata dengan waspada. Dia memberitahu identitas kepada Mao Yu dengan kalimat berbisik-bisik.
"Ada berapa sekte dan klan kuat di dunia kelima ?" Mao Yu bertanya.
"Lima sekte dan tiga klan." Chen Li menjawab.
__ADS_1
"Siapa yang mengelola Night Lily di dunia kelima ?" Mao Yu penasaran.
"Klan Hu. Tuan muda harus hati-hati ketika menyebut nama klan ini. Menyinggung sedikit saja berakibat maut." Chen Li berbisik.
Setelah berjalan beberapa saat di sebuah koridor panjang yang melingkar, akhirnya mereka tiba di bilik nomor lima.
Ruangan mewah penuh dengan perabotan berkelas, pengatur udara sejuk dan lampu kristal terbaik.
Ruangan beraroma dupa yang harum. Interior utama adalah sofa terbuat dari kulit binatang buas Sapi Api, rasanya sangat lembut dan nyaman. Disetting langsung menghadap ke panggung lelang.
Di meja samping sofa tersaji berbagai macam makanan dan buah buahan. Ini yang tidak bisa dilewatkan oleh Kong kecil, dia segera menyerbu keranjang buah dan menyambar buahnya satu per satu..
Mao Yu dan Xia He mengambil tempat duduk di sofa. Chen Li dengan cekatan mengambil kertas berisi list barang lelang yang terletak di samping keranjang buah.
Chen Li lantas memberikan kepada Mao Yu, namun dia mengabaikan. Dia bersandar di sofa dengan malas dan memejamkan mata.
Dia lebih memilih untuk memasuki mode zen dan mencari peluang-peluang untuk membuat terobosan.
Berbagai barang yang dilelang tidak membuatnya tertarik. Dia kemari hanya ingin menikmati suasananya saja. Konstitusi tubuh dan yayasannya berbeda dengan kultivator biasa.
Barang-barang lelang ini adalah barang yang digunakan kultivator pada umumnya tidak cocok untuk Mao Yu.
Akhirnya Xia He yang menerima list, dia langsung tenggelam konsentrasinya membaca daftar di dalamnya satu per satu. Berharap menemukan sesuatu yang bisa bermanfaat bagi sekte kecilnya.
Seorang pelayan cantik memasuki kamar nomor lima.
"Selamat petang Tuan dan Nona, jika membutuhkan bantuan silahkan hubungi saya melewati token komunikasi kristal yang sudah kami siapkan di atas meja. Saya akan segera datang dan siap untuk membantu"
"Silahkan gunakan token komunikasi yang kamis sediakan. Saya akan segera datang dan membantu Tuan dan Nona." Gadis pelayan menunjukkan token komunikasi di atas meja sajian.
Chen Li dan Xia He menganggukkan kepala dengan tersenyum. Sementara Mao Yu tidak merespon, dia tetap pada posisi malas duduk di atas sofa.
"Kalian menerima barang tambahan ?" Mao Yu mengutarakan permintaan.
"Tentu, kami menerima jika berasal dari pelanggan VVIP. Serahkan pada saya, biarkan tim penilai kami menentukan harganya. Setelahnya akan kami sampaikan kepada Tuan."
"Untuk pembagian hasil penjualan, Tuan mendapat 2/3 dan pihak kami 1/3." Gadis pelayan menjelaskan.
Mao Yu mengeluarkan anting kayu. Xia He segera mengenali, itu adalah salah satu aksesoris yang dia jajakan di pinggir jalan.
__ADS_1
Anting kayu? Benarkah? Seberapa banyak nilai dari sebuah anting kayu?
Jika Tuan ini mempermainkan Night Lily bisa tamat riwayat kami. Xia He dan Chen Li merasakan gundah di hati mereka.