Legenda Raja Abadi

Legenda Raja Abadi
Pengusiran


__ADS_3

Rombongan berpakaian putih melintas di remang-remang gelap halaman mansion. Mereka berjalan menyusuri batu setapak menuju kuil yang terletak di belakang rumah utama.


Berdiri paling depan Mao Yu dengan Little Kong di pundaknya yang sesekali membunyikan lonceng kecilnya.


Clinting... Clinting...


Di belakangnya berjalan dua orang dengan menunduk lesu. Berjalan dengan ogah-ogahan. Langkahnya terlihat berat seolah masing-masing memikul sebuah gunung di punggung mereka.


Li Hua memegang item di tangannya dengan gemetar. Dia membunyikan mangkuk logam plus pemukulnya dengan gerakan yang canggung.


Whungggg...


Sementara Fang Yi memegang dupa terbakar sebesar lengan di tangannya.


Fang Yi ingin sekali melempar jauh dupa yang dipegangnya. Asap dupa seakan memiliki dendam khusus padanya. Asapnya terus membubung menyerang ke wajah. Membuat matanya perih dan nafasnya sesak.


"Bah... Aku sudah gak tahan lagi." Fang Yi hanya mampu membatin saja.


Rombongan berjalan dengan pelan semakin mendekati kuil tujuan.


"Ommm Namoo... Saddhuu Saddhuu... "


"Ommm Namoo... Saddhuu Saddhuu... "


Mao Yu merapal doa, Mendengar ini susana makin horor membuat duo makin khawatir. Aku tak mau jadi umpan, aku tak mau dirasuki, aku tak mau dimakan hantu. Oh, aku masih lajang.... Mereka menahan tangis dalam hati.


Akhirnya mereka sampai di pelataran kuil. Mereka menuju sumur tua di samping bangunan kuil. Mengitarinya beberapa putaran.


Malam dengan cahaya bulan purnama. Suara burung hantu terdengar saling sahut menyahut. Suasana mendukung rasa horor yang mencekam. Ketakutan yang dirasakan dou meningkat secara eksponensial.


Sekarang mereka sudah sampai di sini. Tempat tujuan untuk upacara pengusiran. Mereka saat ini ingin lari sekencang mungkin untuk capcuss kabur.


Namun tak ada alasan lagi bagi mereka untuk mangkir. Mereka berdua hanya bisa saling pandang dengan tatapan pasrah.


Fang Yi kemudian membakar beberapa dupa lain dan menancapkan melingkari sumur tua. Dupa yang dia pegang dari awal pun ikut dia tancapkan bersama dupa lainnya. Akhirnya aku bebas dari serangan asap ini, gumamnya.


"Siapa yang mengizinkan kamu meletakkan dupa yang kamu bawa. Pegang terus dupa milikmu !" Mao Yu mendengus.


"Sialan !!" Dalam hati Fang Yi ingin mengumpat namun dia hanya menampilkan ekspresi terkekeh-kekeh di depan tuannya. Kemudian mengambil dupa miliknya dan membawanya kembali.


Sementara asap dupa yang dia pegang sekarang mengepulkan asap lebih banyak ke wajahnya hingga membuat wajahnya hampir tak terlihat.

__ADS_1


"Uhhukk... Uhhoukk..." Fang Yi tersedak asap dupa.


PLAKKKK...


Mao Yu memukulkan kipas panjangnya ke kepala Fang Yi hingga menimbulkan suara seperti ranting kering yang patah.


"Adowhh..." Fang Yi menggosok-gosok benjolan di kepalanya. Dia meringis menahan rasa cenut-cenut di ubun-ubunnya.


"Jangan berisik, kamu membuat hantunya takut keluar." Mao Yu memarahi Fang Yi.


Duo saling memandang dengan tatapan mata yang menyedihkan.


"Demi surga, atas dasar apa hantu takut dengan kami. Justru kami yang takut dengan hantu." Duo berlinang air mata dengan mengatakan kalimat ini di dalam hati masing-masing.


"Aku akan memulai ritualnya, Gunakan ikat kepala untuk menutup mata kalian masing-masing. Jika kalian mengintip sedikit saja kalian akan dirasuki." Mao Yu memberikan tips.


Keduanya segera mengikuti perintah tuan muda tanpa menunda sedikit pun.


Li Hua terus membunyikan mangkok logam dengan lebih gemetar, sementara Fang Yi memegang dupa besar menahan nafas. Fang Yi kali ini sedang bermandi asap dupa.


"Ommm Namoo... Saddhuu Saddhuu... "


"Ommm Namoo... Saddhuu Saddhuu... "


Clinting... Clinting...


Clinting... Clinting...


Sumur tua berlumut beserta kuil telah ada cukup lama. Area mansion sebenarnya bermula dari keberadaan  kuil ini. Tujuan dari ditembok besar dan tinggi serta didirikan beberapa bangunan beserta taman tak lebih adalah untuk memuliakan kuil.


Pendiri kompleks membangun mansion ini sebenarnya ditujukan untuk melindungi kuil yang ada di dalamnya.


Seorang gadis putih cantik dengan rambut hitam panjang muncul dari kedalaman sumur. Dia disertai cahaya kebiru-biruan dengan penampilan tembus pandang.


Kini dia duduk dengan centil di bibir sumur memandang kerumunan yang berdoa dengan tatapan nakal.


Clinting... Clinting...


"Hanya sepotong kehendak tidak lengkap." Mao Yu berbicara dengan jiwa kepada hantu arwah.


Hantu arwah cukup terkejut pemuda ini dapat berkomunikasi dengannya. Namun dia lebih kaget dengan kalimat yang Mao Yu ucapkan tentang sepotong kehendak.

__ADS_1


"Kamu manusia beraninya menodai kesucian kuil ini. Akan kurasuki dan kumakan jiwamu dari dalam." Arwah Hantu wanita menjerit histeris. Kecantikan wajahnya menjadi hitam suram dengan kuku dan taringnya muncul sangat panjang. Dia langsung melesat merasuki tubuh Mao Yu.


Clinting... Clinting...


"Eh... " Hantu arwah terkejut saat berada di dalam tubuh Mao Yo.


Dia berada di atas samudra biru yang luas tak berujung. Langit yang biru dengan awan putih yang tebal menggumpal. Dia segera merasa ada yang tidak beres dengan tubuh pemuda ini.


Dia merasakan sedikit tanda bahaya yang melintas di dalam intuisinya, dia memutuskan ingin segera keluar.


Dia melayang terbang dengan kecepatan kilat bermaksud menemukan batas dan keluar dari sini. Namun sejauh dia terbang perbatasan tak kunjung muncul juga. Dia seperti berlari menuju cakrawala yang tak memiliki batas.


Kemudian dia merasa khawatir.


Clinting... Clinting...


Sebuah slash datang dari awan putih yang menggumpal membentuk pedang. Menerobos ruang dengan cepat mengiris beberapa helai rambutnya.


"Hiiii... " Arwah hantu merasakan menggigil. Hantu yang harusnya membuat orang takut, ini malah terbalik. Baru kali ini ada hantu yang merasakan ketakutan.


Dia merasakan ngeri, tebasan itu bisa membelah dan meniadakan sosoknya dalam sekejap.


"Bergeraklah sekali lagi, maka yang putus adalah lehermu." Mao Yu berkata dengan pelan.


Hantu Arwah tak ingin dirinya mati, dia segera bersujud tunduk.


Clinting... Clinting...


"Hamba tidak berani pada Tuan, hamba akan patuh..." Hantu Arwah berkata dengan penuh kerelaan. Hidup matinya ada di tuan ini.


Mao Yu mengeluarkan sosok Hantu Arwah dari dalam tubuhnya. Dia masih dalam keadaan bersujud.


"Bagus, kamu tidak akan kecewa jika patuh padaku. Sekarang kembalilah ke kediamanmu.  Ingat baik-baik jangan sakiti pelayanku dan para tamuku." Mao Yu memberikan perintah.


"Juga jagalah seluruh mansion ini. Utamanya dari maling dan penyusup." Mao Yu menambahkan.


Hantu Arwah mematuhi tuannya. Dia berbalik dan kembali ke dalam sumur tua.


Clinting... Clinting...


Ketika hendak memasukkan satu kaki ke dalam sumur, Mao Yu memanggilnya.

__ADS_1


"Ehmm, Kamu bisa menyebar hawa dingin. Cuaca di ibukota terlalu panas, kamu bisa jadi AC alami. Tolong turunkan suhu di mansion beberapa derajat agar lebih sejuk." Mao Yu berkata dengan malu-malu.


Arwah Hantu " ... ??? ... "


__ADS_2