
AWOOOO...... HOHOHOHOO........
Rutinitas pagi di Paviliun Shen.
Seluruh penghuni kini telah cuek dengan agenda teriakan di pagi hari. Suara Mumi Chen Dewei berteriak nyaring berturut-turut.
Para penghuni meyakini ini pasti ulah Lin Fan yang sedang melakukan perawatan.
Li Hua, Shen Mubai, Mao Yu dan para crew sedang melakukan meeting di pagi ini. Mereka sedang membahas progres penjualan sake. Cukup lumayan hasilnya. Produksi yang terbatas justru membuat sake ini makin eksklusif, langka dan diburu.
"Proyek perluasan paviliun akan dimulai besok, pembebasan lahan di sekitar paviliun telah berhasil. Beberapa tetangga cukup alot. Tapi semua dapat dibicarakan dengan uang." Shen Mubai bangga dengan pencapaiannya.
Para hadirin sangat mengapresiasi kemampuan negosiasi Shen Mubai. Setelah cukup mereka berdiskusi salah satu crew bersuara.
"Apakah ini tidak aneh, Biasanya Chen Dewei tak pernah berteriak sekeras ini?" Salah satu crew mengungkapkan pertanyaan.
Ketika crew yang lain ingin menjawab pasti sedang dirawat Lin Fan. Mereka melihat Lin Fan sedang berjalan menuju kerumunan.
"Tuan, kalian semua... Salam" Lin Fan menyapa.
Kerumunan mengangguk ramah dan memberi balasan salam.
"Aku melaporkan bahan baku kita telah menipis. Jika kita tidak segera belanja aku khawatir akan mengganggu produksi sake." Lin Fan memberi usulan.
AWOOOO.... HOHOHO.....
Teriakan Mumi Chen Dewei makin keras.
Mereka semua menyadari Lin Fan ada di sini. Lantas kenapa si mumi berteriak tidak karuan?
"Kamu tidak sedang merawat Chen Dewei?" Shen Mubai bertanya kepada Lin Fan.
"Tidak, aku dari subuh tadi ada di workshop." Lin Fan menjawab.
"ASTAGA... Aku lupa, aku meninggalkan Chen Dewei di halaman kamar tuan muda. Aku bermaksud menjemurnya dengan cahaya matahari pagi di sana." Li Hua tiba-tiba teringat.
Mereka semua lantas berhamburan menuju sumber teriakan. Penasaran apa yang sedang terjadi.
Setiba di halaman kamar Mao Yu, mereka melihat sebuah kursi roda di samping kolam. Begitu mereka melihat Chen Dewei mereka terkejut, perban yang membungkus seluruh tubuhnya sobek tercerai berai.
Seekor kura-kura seukuran dua telapak tangan orang dewasa sedang bertengger di pangkuan Shen Dewei. Mencacah-cacah perban dan menggigit seluruh tubuhnya.
__ADS_1
Chen Dewei yang belum sembuh dari lumpuh menatap kerumunan dengan berlinang air mata. Sementara Little Tan mendongakkan kepalanya dengan bangga.
"Lihat tuan muda, aku hebat kan? Kali ini aku melakukan lebih baik dari saat aku melakukan penyiksaan pertama kali." Jika dibahasakan dalam bahasa manusia ini yang dikatakan Little Tan.
Sontak Li Hua dan beberapa crew segera mendekati untuk membantu Chen Dewei.
"Hentikan, tak seorang pun boleh mendekat..." Mao Yu melarang dengan ucapan tegas.
Semua orang segera menghentikan langkah. Mereka semua termasuk Chen Dewei menoleh semua kepada Mao Yu dengan rasa penasaran.
"Gigitan Little Tan berbisa, Jika kalian digigit. Kalian akan lumpuh dan menjadi mumi seperti Chen Dewei." Mao Yu berkata dengan mengernyit.
Semua orang menjatuhkan rahang dan bermaksud ingin memukul kepala tuan mereka. "Bukan kura-kuranya... Tapi ini ulah Lin Fan si ahli racun." Mereka ingin mengatakan ini tapi tertahan di leher.
Beberapa saat kemudian Little Tan merasa puas, dia menceburkan diri ke dalam kolam.
"Oke, Lin Fan segera obati Chen Dewei. Aku khawatir dia terkena infeksi akut." Mao Yu berkata dengan polos.
Semua orang memegang kepala mereka masing-masing, merasa kepala mereka pusing. Chen Dewei langsung pingsan begitu mendengarnya.
Lin Fan menghampiri kursi roda, kemudian mendorongnya ke ruang perawatan dengan tertawa riang.
***
Mao Yu, Shen Mubai dan mumi Chen Dewei menyambut di aula utama yang cukup besar dan luas.
Shen Mubai senam jantung kali ini. Pria muda di depannya ini adalah orang yang berada di luar jangkauannya sama sekali. Orang nomor satu di seluruh benua.
Lo Hua, Cukup muda berusia 30an tahun. Gaya berpakaiannya sangat formal. Mengungkapkan kharisma agung seorang pemimpin sekte.
Di usia yang sangat muda dia mampu menunjukkan bakat dan potensinya. Betapa beruntungnya memiliki pemimpin semuda ini.
Potensinya masih besar beberapa puluh tahun ke depan. Sekte Mutiara Terbit pasti akan melejit lagi beberapa tahun ke depan di bawah kepemimpinannya.
"Kukira ketua sekte adalah pria jompo yang sudah ompong. Ternyata masih berdarah muda." Mao Yu berkata secara acak.
Shen Mubai merinding di sekujur tubuhnya. Tak menyangka ini adalah kalimat pertama tuan mudanya. Sementara Lo Hua merespon hanya tersenyum.
"Bagaimana kalau kalian melepaskan murid langsungku?" Lo Hua menuju ke pokok pembicaraan.
"Ini semua tergantung dia sendiri." Mao Yu menunjuk pada Shen Dewei.
__ADS_1
"Guru mohon berikan keadilan untukku, aku hanya berjalan-jalan dan mereka.... " Chen Dewei mengadu pada gurunya namun belum selesai bicara Mao Yu memotongnya.
"Kami menemukan anak ini tersesat memasuki paviliun. Kami sedang memasang ubin baru kala itu, namun anak ini tidak memperhatikan langkahnya dengan baik. Ubin sangat licin membuatnya terpeleset jatuh dan kami sangat baik hati merawat luka-lukanya." Mao Yu berkata dengan penuh rasa simpati.
Lo Hua mengernyit, Chen Dewei sangat marah ingin mengeluarkan beberapa kata namun tertahan. Sementara Shen Mubai merasa separoh nyawanya telah keluar dari tubuhnya.
Bagaimana bisa seorang kultivator kasaya emas tahap pertama terpeleset dan terluka hingga menjadi mumi ?
"Guru aku melihat mereka memiliki kristal jade hingga memenuhi seluruh bangunan ini. Guru harus memaksa mereka untuk memberikan kompensasi yang ..." Chen Dewei berkata namun lagi-lagi Mao Yu memotong ucapannya.
"Astaga, Paman Mubai... anak ini ternyata belum sembuh dari gegar otaknya." Mao Yu berkata dengan ekspresi sedih. Dia menggeleng-gelengkan kepalanya.
Suasana menjadi sangat hening setelahnya.
"Ahaha... Hahaha... Benar kata tuan muda kami. Kami ini hanya pemukiman kecil. Ini semua yang dikatakan murid langsung anda adalah khayalan belaka." Shen Mubai menggosok-gosokkan kedua tangannya.
"Jika benar apa yang dikatakan Chen Dewei, Lantas bagaimana?" Mao Yu melempar pertanyaan kepada Lo Hua.
Lo Hua tidak banyak berkata, dia hanya menyipitkan matanya.
Mao Yu meletakkan 20 cincin penyimpanan di atas meja. Melihat ini Shen Mubai jantungnya mau copot dan dia berkeringat peluru. Dalam hati dia berkata tamat sudah riwayat paviliun kami.
Tuan muda dengan ranah kultivasi nol. Kepala paviliun di kasaya perak tahap lima. Lo Hua membuat inspeksi dengan persepsinya.
Betapa berani mereka. Pasti ada sesuatu tersembunyi di balik mereka. Lo Hua cukup cerdik memandang situasi ini.
Persepsi dikerahkan pada 20 cincin yang tergeletak di depannya.
"IINN INNNIIII..." Lo Hua terkejut hingga dia akan jatuh dari kursinya. Mulutnya membentuk huruf O besar.
Tidak mungkin... Tidak mungkin... Ini adalah aset yang luar biasa. Jika dimiliki oleh sebuah sekte maka akan melambungkan ke puncak. Bahkan sekte ampas akan menjadi permata.
"Lihat yang ini..." Mao Yu mengintrupsi Lo Hua yang masih tenggelam dengan ketidakpercayaannya.
Dia meletakkan sebuah cincin yang berbeda. Dari permukaannya nampak terbuat dari bahan khusus.
Lo Hua masih dalam keadaan menolak kenyataan apa yang dilihatnya barusan. Dia kemudian meraba cincin terakhir dengan sedikit rasa gemetar dan penuh keraguan.
"UINI... IINN IINNIIIII....." Lo Hua meloncat dari kursi. Matanya melotot, dia jatuh dari kursi dan mengacak-acak rambutnya.
Kakinya mengesot-esot seperti anak kecil yang menangis sambil ngambek.
__ADS_1
Dia melupakan pangkatnya sebagai Kepala Sekte yang paling mulia di seluruh wilayah benua.