Legenda Raja Abadi

Legenda Raja Abadi
Suara Seruling Di Tengah Pertempuran


__ADS_3

Kursi telah ditata sedemikian rupa dengan meja kecil penuh buah dan makanan ringan.


Semua kursi menghadap ke arah padang pasir yang luas.


Lei Teng, Kong Kecil dan Oranye mengambil tempat duduknya. Mao Yu pun sama, dia mengambil tempat duduk dengan Nona Bu yang menyajikan teh untuknya.


Dari arah kejauhan awan gelap berkumpul disertai derak petir yang meyalak dengan warna merah tajam.


“Pertunjukan dimulai...” Mao Yu memberi isyarat.


Wang Du berdiri dengan mantap menatap sosok yang muncul dari awan petir. Senyumnya mengembang tipis.


Di Sekte Lembah, sepuluh menit sebelum pertempuran besar.


Pemuda cantik yang bertengkar dengan Mao Yu di onsen beberapa hari lalu muncul di sebuah bukit dengan jarak yang cukup dengan titik pertempuran.


“Sangat emosional, sepertinya kamu adalah bagian dari pihak yang diserang.” Seorang pemuda dengan aura ceria menyapanya.


“Dulunya...” Pemuda cantik menjawab.


“Kalau begitu, kita duduk di sini sambil menikmati pertunjukan akbar di depan kita.” Pemuda ceria menawarkan tikar untuk diduduki bersama.


“Kalau begitu aku tidak menolak.” Pemuda cantik menjawab dengan senyum.


Pemuda ceria mengeluarkan satu set alat persembahan, lengkap dengan sesajen buah segar. Dia kemudian mengakhiri sesi penataannya dengan membakar tiga dupa berukuran besar.


“Apa yang kamu lakukan?” Pemuda cantik penasaran.


Pemuda ceria memandang langit, dia melihat awan yang terbang dengan sangat pelan tanpa merubah bentuknya.


“Dahulu kala, ada suatu cerita di sebuah medan laga pertempuran akbar. Dewa kematian hadir secara pribadi saat itu. Bumi menghormatinya dengan berputar lebih lambat, matahari menghormatinya dengan meredupkan sinarnya dan angin menghormatinya dengan bertiup dengan sangat pelan.” Pemuda ceria menceritakan sebuah kisah.


“Lalu apa yang terjadi? Mereka cukup kuat karena kekuatan tiga sekte berkumpul semuan di Sekte Lembah” Pemuda cantik merasakan jantungnya lebih cepat berdetak.


“Pemusnahan total.” Pemuda ceria tersenyum, kemudian dia mulai meniup serulingnya.


Suara serulingnya bergema di antara bukit dan bergaung di sekitar lembah.


UUURRRRRRRRRAAAAAAAAA..........


UUURRRRRRRRRAAAAAAAAA..........


UUURRRRRRRRRAAAAAAAAA..........


“Tanpa belas kasihan !!!” Patriark Wang Ji mengangkat pedangnya dan berteriak lantang.

__ADS_1


UUURRRRRRRRRAAAAAAAAA..........


GLEGARRR !!! GLEGARRR !!! GLEGARRR !!!


Meriam ditembakkan dari kapal apung Klan Wang bertubi-tubi ke arah lawan. Suara gelegar terdengar memekakkan telinga.


Sekuat apa pun tembok sekte langsung roboh dengan satu tembakan. Peluru-peluru terus menghujani berbagai bangunan dan lokasi penting di dalam Sekte Lembah.


Suara teriakan penuh rasa sakit terdengar dari balik puing dan porak porandanya bangunan.


Ya, mereka adalah para murid Sekte Pemandangan.


Mereka berteriak minta tolong, mereka berteriak dengan nada putus asa.


Sekte Pemandangan mulai membalas Klan Wang dengan mengirimkan tembakan meriam yang serupa. Ledakan ledakan suara meriam ditembakkan terdengar bersahutan dari area Sekte Lembah.


Klan Wang mengeluarkan banyak meriam besar berbentuk kotak dengan banyak lubang pada moncongnya.


“Nyalakan !!!” Komandar artileri Klan Wang memberi komando.


Ssssaaaasshhhh....


Ssssaaaasshhhh....


Ssssaaaasshhhh....


Ssssaaaasshhhh....


Ssssaaaasshhhh....


Suara seruling terus bergema dengan tempo yang mulai cepat.


BOMMM...


BOMMM....


BOMMM....


BOMMM....


BOMMM....


IIIIINNNNN....IIIINNNNNNNNIIIIIIIIIIIIIII........


Pemuda cantik sontak bediri dari tempat duduknya dengan rasa terkejut. Dia menutup mulutnya yang membentuk o dengan kedua tangannya.

__ADS_1


“Astaga Klan Wang sungguh gila! Sungguh gila !”


“Sangat gila !!!”


Para pengamat dari kejauhan dibuat terkejut dengan kejadian di medan pertempuran.


“Klan Wang menembakkan meriam aneh, pelurunya menghantam mortar Sekte pemandangan dan meledakkannya di udara !!!” Pengamat berpengalaman dibuat kaget bukan kepalang.


“Tetua, Senjata macam apa itu?” Pengamat lain bertanya.


“Aku tidak tahu. Mortar Sekte Pemandangan adalah senjata meriam tingkat tinggi. Dalam sejarah yang aku tahu. Tidak ada senjata yang mampu memblokir serangan seperti itu.” Pengamat berpengalaman memaparkan.


“Aku telah mengamati meriam unik Klan Wang, nampak biasa saja. Namun aku melihat ada tanda tercetak di sisi meriam yang mereka gunakan.”


“Apa itu?”


“Aku melihat gambar sebuah tower dengan goresan tiga cakar.”


GLEGARRR !!! GLEGARRR !!! GLEGARRR !!!


GLEGARRR !!! GLEGARRR !!! GLEGARRR !!!


GLEGARRR !!! GLEGARRR !!! GLEGARRR !!!


Klan Wang terus menembakkan meriam besar dari kapal apungnya. Sementara meriam Sekte Pemandangan ditahan di udara oleh serangan meriam kotak.


“Sekte Pemandangan mulai putus asa, mereka mengurangi tembakan meriam. Karena itu hanyalah sia-sia.” Wang Jiao berkata.


“Pengamatan yang bagus. Beri mereka keputus asaan yang lebih.” Patriark Wang Ji memuji putrinya.


“Barisan binatang iblis tusuk langsung area inti Sekte Samudra dengan serangan lurus dari depan !!!”


“Pasukan berkuda, bagi dua kelompok kawal sisi kanan dan kiri pasukan binatang iblis !!!”


“Infanteri utama sayap kanan dan kiri, manfaatkan area samping kanan dan kiri Sekte pemandangan. Serang dari kedua sisi !!!”


“Hentikan tembakan meriam !!! Ganti dengan pasukan pemanah !!!”


“Pasukan Assassin, Majulah bergeraklah di celah sempit. Jangan meninggalkan musuhmu kecuali sudah tak bernyawa !!!”


Patriark Klan Wang, Wang Ji memberikan komando penuh.


UUURRRRRRRRRAAAAAAAAA..........


UUURRRRRRRRRAAAAAAAAA..........

__ADS_1


UUURRRRRRRRRAAAAAAAAA..........


__ADS_2