Legenda Raja Abadi

Legenda Raja Abadi
Air Mancur


__ADS_3

Xin Feng berjalan dengan tergesa di koridor panjang menuju salah satu ruang di Night Lily.


Dia membuka kain yang tampak menutupi sesuatu. Setelah membuat beberapa pengaturan dia mengatakan sesuatu pada sebuah giok berbentuk bola sebesar buah kelapa. Itu adalah giok telekomunikasi.


"Ahli kami melaporkan ada tekanan hebat sesaat di Paviliun Shen. Ahli kami telah mengawasi kediaman itu cukup lama. Dikonfirmasi itu adalah jade kristal dalam akumulasi yang fantastis." Xin Feng berkata dengan pelan. Nampak jelas ucapan kata demi kata.


"Mohon dikirimkan beberapa ahli yang mumpuni dan kami akan terus mengawasi. Juga jika dirasa perlu kami akan mengambil beberapa tindakan yang sesuai." Dia mengakhiri.


Kemudian matanya menyipit. Dalam sekian detik wajah cantiknya menghilang berubah seakan-akan dia penjelmaan iblis.


Di tempat lain, seseorang yang tidak jelas wajahnya juga melakukan hal yang sama. Dia berbicara dengan sebuah bola giok. Mengatakan hal yang serupa dengan Xin Feng.


***


AWOOO.. HOHOHO......


Teriakan di setiap pagi adalah rutinitas yang biasa terjadi di Paviliun Shen.


Para penghuni tak lagi merespon dengan heboh seperti sebelumnya. Mereka sudah menganggap hal ini sebagai agenda rutin tiap pagi. Pagi ini masih Chen Dewei yang menjadi bintangnya. Dia sedang menjalani perawatan Lin Fan.


Shen Mubai semalam memanggil Keluarga Zhao dan seluruh crew. Dia mendistribusikan beberapa jade kristal untuk mereka. Agar diserap energinya membantu percepatan kultivasi.


Seorang pelayan tergesa-gesa berlari menuju halaman belakang, dia mendapati ada Bibi Zhou sedang berlatih. Dia segera menghampirinya.


"Nyonya Zhou berita buruk, Zhou Ren dibawa seseorang kultivator perempuan ketika kami sedang berbelanja di pasar." Pelayan itu mengatakan dengan nafasnya hampir habis setelah berlari tanpa istirahat.


"Ceritakan dengan detil .." Bibi Zhou penuh antisipasi.


"Seorang pejalan kaki memberitahuku perempuan jahat itu berasal dari Sekte Cawan Suci dari wilayah Pegunungan Salju. Dia mengatakan di kalangan eselon tinggi mereka memiliki metode unik. Mereka membutuhkan hawa murni remaja pria untuk menembus kemacetan." Pelayan menjelaskan.


Bibi Zhou berwarna merah leher hingga kepalanya. Dia marah besar mengetahui putranya akan dijadikan tumbal.

__ADS_1


"Sebaiknya kita lapor pada tuan muda dan Tuan Mubai." Pelayan memberi saran.


"Tidak, mereka semua dalam pengasingan kultivasi, tidak perlu mengganggu mereka. Aku sendiri yang akan mengurus anakku. Aku adalah ibunya." Bibi Zhou bertekad bulat.


Beberapa crew yang tidak dalam kultivasi tertutup sedang bertugas jaga. Turut bergabung dalam diskusi ini. Mereka sangat kaget dan juga akan membantu segera menemukan Zhao Ren.


Dalam waktu singkat Bibi Zhou mengendarai kuda yang dipacu dengan cepat keluar dari gerbang paviliun.


Kabar Zhao Ren diculik menghebohkan kediaman saat ini. Semua pelayan merasakan ketegangan.


***


Di sebuah camp tersembunyi beberapa mil dari kota kekaisaran.


Zhao Ren dan 7 remaja seusianya diikat dengan tali di samping tenda besar. Beberapa diantara mereka menangis karena sangat takut.


Zhao Ren mencoba menenangkan. Namun hanya sebagian yang berhasil, sisanya tak dapat menyembunyikan rasa takutnya.


"Saya yakin Kakak Mei akan segera menembus kemacetannya menuju tahap 2 kasaya emas. 8 anak itu lebih dari cukup sebagai bahak bakarnya." Salah satu dari mereka berkata.


"Jelas yakin, mumpung kita jauh dari sekte, kakak Mei bisa menggunakan cara ini. Jika kita masih berada di dalam sekte Kakak Mei pasti akan diadili dan mendapat hukuman berat." Yang lain menambahkan.


Kemudian mereka melanjutkan dengan bergosip dan tertawa terbahak-bahak.


Bibi Zhou terus melaju dengan kecepatan tinggi ke arah barat daya. Kuda berlari hingga lidahnya terjulur, sementara dia dipacu dengan maksimal. Kuda membawa beban hampir 4x berat badan pengendara normal.


Setelah beberapa melakukan belokan dalam hutan hutan akhirnya kuda berhenti di sebuah camp. Bibi meloncat turun.


Gadis-gadis dari sekte cawan suci bersiaga dengan kedatangan seorang bibi. Mereka merasakan bibi ini memiliki niat yang tidak baik bagi mereka. Namun mereka santai mengabaikannya.


Bibi Zhou melihat Zhao Ren dan beberapa anak lain terikat di samping tenda besar. Kemarahannya makin meluap sejadi-jadinya.

__ADS_1


"Ibu, kenapa kemari... Tolong ibu pergi cukup aku saja yang bernasib sial. Ibu... " Mao Yu berkata dengan matanya berair. Bagaimana pun dia masih berusia 13 tahun, hanyalah emosi yang dirasakan anak-anak.


Bibi Zhou hendak berkata namun salah satu gadis mendahuluinya.


"Oh, jadi tante jelek ini adalah ibunya. Lihat riasan menornya, Hohoho... Apa dia tidak malu jika dibandingkan dengan kecantikan kami semua." Gadis yang memiliki riasan giok di rambutnya berkata.


"Tante, dibandingkan dengan kami semua. Kamu hanyalah ampas yang bahkan ditolak makan oleh seekor babi." Yang lain menambahkan.


Bibi Zhou seakan panci yang meledak. Kemarahan anaknya diculik, ditambah yang paling parah adalah para gadis ini menyentuh titik tabu bagi seorang wanita. Mengolok-olok sebagai wanita yang bisa merias diri.


Bibi Zhou yang sudah pada puncaknya tanpa basa basi mengeluarkan sabit kematian dari cincin penyimpanannya.


"Setelah kalian menjadi mayat, kecantikan seperti para dewi tak lagi berarti." Bibi Zhou berkata dengan geram.


Bibi Zhou membuat gerakan kuda-kuda, ujung sabit kematiannya mengarah menantang ke langit. Seolah burung pelikan yang mendongakkan paruhnya dengan bangga.


Melihat bibi berpose sangat aneh para gadis meledak dengan tawa. Cemoohan demi cemoohan dilempar bertubi tubi pada Bibi Zhao. Mereka sangat bahagia merasa pagi ini mendapatkan pelawak sebagai hiburan menemani waktu sarapan.


Bibi Zhou sudah hilang kesabaran dia mengambil langkah maju menyerang para gadis.


"Ibuu..." Zhao Ren memangil ibunya dengan suara lirih dan serak. Kekhawatiran pada ibunya sudah di ambang batas dia tidak bisa menahan.


Para gadis pun merespon dengan remeh apa yang dapat tante ini lakukan. Kultivasinya lebih rendah dari mereka. Sekali lagi ledak tawa saling bersahutan di antara mereka.


Bibi Zhou bergerak ke arah mereka dengan gesit seolah hukum gravitasi tak berlaku baginya. Langkah demi langkah seperti membawa hipnotis kepada mereka. Mereka baru sadar ketika posisi bibi sudah sangat dekat. Sebuah tebasan dilepas oleh Bibi Zhou dari gerak tubuh dan arah sabetan di luar prediksi mereka.


Seketika tawa mereka berhenti total, mereka merasakan ngeri. Seumur-umur mereka belum pernah merasakan level bahaya seperti ini. Mereka merasa ini adalah titik ambang kehidupan dan kematian.


Mereka merespon dengan segera mengambil retret ke belakang dan beberapa ke samping.


"TIDAAAK... " Beberapa gadis dapat menghindar keluar dari jangkauan sabetan. Namun mereka melihat arah sabetan mengejar leher teman mereka yang lain.

__ADS_1


Dalam proses singkat itu 3 kepala terlepas dan terbang tinggi memutar di udara. Kepala memiliki nasib nahas memiliki ekspresi teror hebat dan masih tidak percaya ini akan terjadi.


__ADS_2