Legenda Raja Abadi

Legenda Raja Abadi
Seperangkat


__ADS_3

Kong Kecil merasakan aura tuan mudanya berada di lokasi yang sangat jauh. Dia meyakini bahwa penjelajahan makam telah berhasil.


Dia segera mengunci koordinat kemudian berteleportasi menuju ke lokasi dengan segera.


Di suatu tempat yang jauh. Hanya ada batu-batu besar tanpa vegetasi dengan udara sangat kering. Mao Yu dan rombongan muncul dalam sekejap.


“Apakah penerobosan makam semudah ini ?” Wang Shan berfikir.


Sejauh yang dia pahami dari kisah-kisah yang didengar. Penerobosan makam selalu penuh dengan bahaya mengancam jiwa. Banyak ahli yang meninggal saat proses penjelajahan.


“Sangat mudah, Lain kali pergilah sendiri jika ada makam dibuka. Oya saat itu jangan lupa bawa peti matimu dari rumah.” Mao Yu mengernyit.


“Shan-er, Kemudahan yang kita lalui ini semua berkat bantuan besar tuan muda. Kami harus berterima kasih dengan sangat.” Wang Jiao menegur adiknya.


Kemudian mereka berdua menangkupkan tinju dengan sikap membungkuk. Sangat sopan dan tulus.


“Nguik... Nguikk... “


Kong Kecil meloncat-loncat di atas batu besar samping kerumunan.


“Ah, Itu... Monye....” Wang Shan menunjuk Kong Kecil dengan telunjuknya dengan perasaan terkejut.


Namun sebelum menyelesaikan kalimatnya dengan jentikan jari mungilnya Kong kecil mengirim Wang bersaudara kembali ke mansion keluarganya.


Kong Kecil mengirimkan tranmisi suaranya kepada Mao Yu.


“Tuan, Bagaimana situasi di dalam ?” Kong Kecil tampak tertarik dengan hasil penjelajahan.


“Bisa disebut sebagai santapan besar. Hal yang menarik adalah kisah setelahnya, pengunjung berikutnya yang memasuki situs akan dilumat sebagaimana mereka masuk ke dalam gilingan daging.” Mao Yu berkata dengan dingin.


“Syukurlah, Selamat atas perolehan anda Tuan,” Kong Kecil menyampaikan dengan hormat.

__ADS_1


‘Bawa kami pulang...” Mao yu memerintahkan.


***


Di aula utama Klan Wang.


Leluhur Wang, Patriark Wang Lan, Wang Juemin dan semua tetua berkumpul bersama tampak membicarakan hal yang sangat penting.


“Meskipun kekuatan kita menengah, kita masih diperhitungkan oleh para lawan karena status kepengurusan kita dalam Night Lily.” Wang Juemin tampak serius.


“Aku tidak dapat memprediksi sampai kapan kita berlindung keamanan dari bawah sayap Night Lily. Kita harus memiliki rencana yang matang. Penjelajahan makam akan menyebabkan kekuatan luar mengunci Klan Wang.” Wang Lan berpendapat.


Kali ini setelah sekian lama eksis, Klan Wang mengalami krisis yang cukup serius. Sebagai pihak pertama kali yang memasuki gua makam. Sudah sewajarnya kekuatan besar akan melirik dan para musuh menemukan alasan rasional untuk melakukan serangan.


Kedudukan di Night Lily membuat Klan Wang merasa aman sejauh ini. Namun, tampaknya kali ini para tetua mencium aroma badai yang akan terjadi.


Di tengah kebuntuan mereka, dua sosok terlempar dari udara kosong menuju meja tetua.


Wang Shan “Ehehehe...”


Tetua “ ... “


Wang Shan terkekeh-kekeh saat bangkit dan merapikan dirinya yang berantakan.


Para tetua menatap kedua putra patriark dengan tatapan melongo. Bagaimana kedua anak ini bisa muncul di mana pertahanan paling kuat klan mereka disusun.


“Hormat leluhur, patriark dan para tetua... “ Wang Jiao dan Wang Shan memberikan salam hormat kepada semuanya.


“Kalian bukankah bersama tuan muda? Apa yang terjadi sehingga kalian tiba di sini ?” Patriark Wang Lan bertanya dengan sigap.


Tentu hal yang sama berlaku bagi para tetua, mereka ingin menanyakan hal yang sama juga.

__ADS_1


“Patriark, Kami telah berhasil menyelesaikan penjelajahan di situs makam.” Wang Jiao menjawab.


“Cepat sekali kalian tiba. Ceritakan kepada kami apa yang terjadi.” Leluhur Wang Kun bertanya.


Wang Shan kemudian menjelaskan dengan penuh semangat apa yang terjadi saat mereka mulai tiba di meja registrasi gua. Bagaimana tuan muda memecahkan susunan. Tentang gambaran isi makam hingga mereka terlempar kembali ke rumah.


“Lalu bagaimana dengan hartanya ???” Patriark berdiri dari tempat duduk dengan sangat tidak sabar.


Tetua yang lain tak bisa menahan diri lagi akan rasa penasaran tak sanggup menahan nafas mereka yang semakin cepat dan cepat.


Bahkan Leluhur Wang Kun meremas kedua jarinya dalam genggaman yang kuat.


Wang Jiao dan Wang Shan saling memandang dan kemudian mengangguk. Sudah tiba waktunya menunjukkan harta yang kami bawa pulang kepada klan kami.


Wang Jiao menjentikkan cincin penyimpanannya, dengan sebuah flash yang kuat seperangkat benda muncul di depan para hadirin yang ada.


Wang Shan pun berpose dengan bangga atas tangkapan besar yang dia bawa kali ini.


Brukkk.... seperangkat benda telah mendarat persis di depan mereka semua.


“INNNN..... IIIINNNNNNIIIIIIIIIIIIII........... !!!!!”


Semua yang hadir meloncat dari tempat mereka, bahkan dalam prosesnya ada yang menghancurkan kursi yang mereka duduki.


Semua tetua menunjukkan jarinya dengan bola mata hampir keluar dari rongganya. Menunjuk pada seperangkat benda yang muncul di tengah-tengah mereka.


Mereka semua gemetar hebat hingga keringat  bercucuran seperti mata air.


Bahkan Leluhur Wang, seandainya dia tidak dilabeli gelar leluhur sudah pasti dia akan mengacak-acak rambutnya sendiri.


“A... aaa... aaaa.... “ Patriark ingin menggapai seperangkat benda di depannya dengan tangan gemetar dan tergagap-gagap.

__ADS_1


__ADS_2