Legenda Raja Abadi

Legenda Raja Abadi
Butterfly


__ADS_3

Ribuan tentara berzirah lengkap bergemincing karena suara logam bergesekan. berbaris di udara menuju arah selatan. Mereka dalam sebuah komando seorang tetua dengan badan besar dan tegap.


Tak satupun prajurit Klan Wang menoleh ke samping, semua fokus pada tujuan.


Bayangan-bayangan gelap berkelabat di sekitar prajurit berzirah. Mereka adalah pasukan bayangan yang siap membasmi musuh dalam bayang-bayang.


“Ini gila, Klan Wang setelah sekian lama waktu mengurung diri kini muncul dengan ribuan tentara menuju arah selatan.”


“Apa kamu lihat, mereka sangat tegang. Sepertinya ini bukan masalah sepele.”


“Apakah ini bermaksud untuk memusnahkan sebuah sekte ?”


“Jika iya, maka sekte Gunung Lembah Samudra harus menjadi target utama. Peperangan dengan mereka hanya menunggu bom waktu saja. Cukup lama kondisi sangat tegang antara keduanya. Dan tampak perselisihan telah memuncak.”


“Jika benar targetnya adalah mereka, namun itu harusnya mereka mengambil arah menuju barat.”


“Mungkin ini waktunya Klan Wang menunjukkan dirinya lagi pada dunia.”


“Sangat menarik, aku ingin tahu mereka akan pergi ke mana. Mari kita ikuti.”


“Waspada, jaga jarak dengan aman. Assasin mereka tak dapat diremehkan. Penginderaanku terhadap mereka sebagian telah lolos. Ini menunjukkan banyak diantara mereka memiliki budidaya melebihi diriku.”


Para pengamat yang melihat rombongan tentara Klan Wang berdiskusi dengan serius. Tampaknya mereka menemukan bahan sebagai berita utama di dunia keempat.


Berita adalah komoditas terbaik di dunia ini. Melihat langsung peristiwa di depan mata akan menumbuhkan kebanggaan tersendiri saat mereka bercerita di kedai-kedai nanti.


Cukup jauh pasukan meluncur ke arah selatan.


Pengamat melihat bahwa mereka tampak melaju lebih pelan. Para assassin sudah tak terdeteksi lagi, mereka tampak sepenuhnya menyatu dengan lingkungan.


“Berhenti !!!” Tetua Komandan memberi perintah.

__ADS_1


Seketika ribuan pasukan berhenti, gemerincing logam zirah serempak berbunyi akibat gesekan. Pengamat merasakan hawa merinding di seluruh bagian kepala mereka.


“Bentuk formasi huruf U !!!”


Ribuan pasukan secara tertib segera membentuk formasi setengah melingkar sesuai komando tetua.


Para pengamat membuka mata lebar-lebar. Apa yang sedang pasukan Klan Wang lakukan.


“INNNN IIINNNNNIIIII...............”


Para pengamat merasakan seluruh tubuh seperti ingin lepas dari sendinya. Mereka ingin mencongkel mata mereka untuk dicuci dengan detergen baiklin apakah mata mereka sangat kotor sehingga buram untuk melihat.


Mereka melihat titik hitam yang dijepit oleh formasi. Dengan berkali kali mengucek mata akhirnya para mengamat terbelalak.


“Pasukan Klan Wang berusaha menangkap seekor kupu kupu !!!” Salah seorang pengamat berkata dengan tatapan kosong.


Apakah dunia sudah berubah, kami yang tidak waras atau mereka telah menjadi gila.


“Luar Biasa !!! Luar Biasa !!! Ini berita utama. Setelah lama mengisolasi diri Klan Wang menjadi gila. Mereka kini saking gabutnya berusaha menangkap seekor kupu-kupu dengan barisan ribu tentara bersenjata lengkap dan pasukan bayangan.”


“Ah, bagaimana kami telah melupakan itu. Apapun yang kami lihat hari ini ini adalah warta utama. Cepat kita sebarkan apa yang kita lihat !”


“Tak kusangka Klan Wang menderita kemunduran sehebat ini.”


“Mereka adalah jamaah orang stress...”


“Mereka benar-benar jamaah orang gila...”


“Aku sangat prihatin...”


Para pengamat saling mengangguk. Mereka tak tahan lagi melihat pemandangan konyol di depan mereka. Dengan segera mereka melesat secepat kilat menuju segala arah untuk segera mengunjungi kedai di berbagai kota. Untuk tampil sebagai reporter handal biang gosip.

__ADS_1


Pasukan Klan Wang berduyun-duyun mengawal kupu kupu mungil hitam menuju mansion klan. Mereka bersiaga penuh, tak berani teledor sedikitpun.


“Jadi inilah sang mandat agung ?” Seorang prajurit mengirimkan transmisi suara pada teman di sampingnya.


“Lebih baik kamu diam dan tidak bertanya atau mempertanyakannya. Membuat sedikit kesalahan terkait dalam hal ini hanya hukuman mati di tempat pilihanmu.”


“Hiii... Benar, Komandan selalu mengulang-ulang peringatan ini.”


Di mansion Klan Wang. Tak satu pun tetua mengambil tempat duduk, seluruh kursi dibiarkan menganggur tanpa fungsi.


Mereka sangat gelisah sekaligus antusias.


“300.000 infanteri berada di alun alun utama siap.”


“5.000 pembunuh bayangan siap.”


“75.000 kavaleri dan 2.000 kereta perang berada di alun alun utama siap.”


“Semua artileri siap ditembakkan.”


“10 kapal perang terapung siap dikemudikan.”


“Pertahanan mansion berada di level tertinggi.”


“Pasukan elite siap menunggu perintah.”


Masing-masing komandan yang bertugas atas pasukan melaporkan kondisi kesiapan atas apa yang menjadi tanggung jawab mereka.


Menambah suasana aula semakin tegang dan mencekam.


Namun di balik itu semua, jauh dalam tatapan mata kedua bintang kejora. Keindahan Wang Jiao dan Keindahan Xia He tampak sangat merindukan sosok seorang pemuda nakal di benak mereka.

__ADS_1


Setelah sekian lama...


__ADS_2