Legenda Raja Abadi

Legenda Raja Abadi
Ibadah


__ADS_3

Pagi hari di dalam mansion, seorang pekerja taman melapor kepada tuan besar.


"Tuan Besar, Aku melihat Tuan Li Hua dan Tuan Fang Yi bersila di depan sumur kuil. Mereka tidak bergerak sama sekali. Aku khawatir terjadi sesuatu." Pekerja melaporkan.


"Oh, Abaikan saja. Mereka sedang mengabdikan diri pada kuil." Mao Yu menjawab singkat.


"Oya. Mulai sekarang kalian rawat dengan baik bangunan kuil. Nyalakan dupa terus menerus di dalamnya. Juga berikan sedikit hiasan kain putih-putih pada sumur tua." Mao Yu membuat permintaan.


"Jujur tuan muda, bangunan kuil sangat angker berhantu. Kami sedikit was-was." Pekerja taman merasa khawatir.


"Jangan khawatir, hantunya sudah jadi peliharaanku sekarang." Mao Yu menenangkan kekhawatiran pekerja di depannya.


Pekerja terkejut antara percaya dan tidak. Menurut cerita warga, hantu yang berdiam di kuil sangat kuat dan mengerikan. Pembudidaya ranah langit yang mampu terbang, yang terkuat sejauh mereka tahu pun tak luput dari kerasukan.


Akhirnya pekerja taman menghela nafas. Dia berharap ketika mengurus kuil segalanya aman dan tidak akan terjadi apa-apa. Karena bagaimana pun juga merawat area kuil termasuk bagian tugasnya.


Setelah pekerja taman undur diri. Mao Yu memanggil Kong kecil.


"Ada perintah apa tuan muda ?" Bai Kong bertanya.


"Kamu memungut item terkait dengan kesuburan dan pemeliharaan jiwa dari Kerusuhan Besar ?" Mao Yu menanyakan perbendaharaan kepada Kong Kecil.


"Hamba memiliki item surgawi yang tuan maksudkan." Bai Kong menjawab.


"Juga sebuah senjata yang memiliki afinitas jiwa." Mao Yu menambahkan pada daftar.


"Sangat banyak. Tuan muda bisa memilih." Bai Kong menjawab. Dia mengeluarkan tiga item dari penyimpanannya untuk diperiksa Mao Yu.


"Cukup bagus, nanti malam berikan pada hantu arwah." Mao Yu memutuskan.


Mao Yu bermaksud memberikan dukungan pada hantu arwah agar dapat berperan maksimal untuk menjaga mansion.


***


Pada sore hari dua orang berpakaian putih berjalan tergesa-gesa dengan raut wajah yang buruk. Mereka tampak sedang menahan marah.


Mereka menghadap Mao Yu yang sedang bersantai menikmati pemandangan senja di taman mansion dengan menyesap teh.


"Tuan Muda bagaimana bisa anda meninggalkan kami sendirian di kuil dari malam hingga sekarang ini ?" Li Hua berdemo.


"Tuan, Sebenarnya kapan selesainya upacara pengusiran hantu ?" Fang Yi menimpali.


"Lima menit setelah kalian menutup mata." Mao Yu menjawab dengan santai.

__ADS_1


"Bah, kenapa anda tidak memberitahu kami ?" Duo berkata serempak dengan geram.


"Aku melihat kalian nampak sedang beribadah kepada kuil dengan khusyuk. Bukankah mengganggu orang ibadah itu hukumnya dosa ?" Mao Yu menjawab dengan polos.


Li Hua dan Fang Yi " ... "


Aaarrrggghhhh..... Mereka berteriak meluapkan rasa stressnya.


***


Pada malam harinya, Kong Kecil berdiri di depan sumur dia memanggil hantu arwah untuk muncul ke permukaan.


Dengan penampilan yang sama seperti malam sebelumnya, gadis tembus pandang muncul dari kedalaman sumur. Dia melayang-layang menuju Kong Kecil.


"Ohohohoho.... Monyet, akulah pengikut nomor satu tuan muda. Kamu mundur ke urutan belakang." Hantu arwah membully Kong Kecil.


Hantu arwah merasa dirinya yang terkuat dan unjuk diri tampil sebagai pengikut tuan muda yang terkemuka. Berada di barisan nomor satu.


"Diam hantu !" Kong Kecil langsung muak dengan arwah hantu. Begitu muncul langsung berkata pedas.


"Monyet kecil, urutan senioritas pengikut tuan muda berdasarkan kekuatan. Akulah yang terkuat saat ini. Kamu sebaiknya patuh pada kakak arwah ini, Ok !" Hantu arwah makin menjadi jadi.


Little Kong makin sebal dengan hantu arwah yang berperilaku buruk. Dia mengerahkan tenaganya membentuk tangan besar tak terlihat.


Sebuah gasp langsung mencengkeram dengan kuat pada hantu arwah.


"Membual lebih banyak, atau kuremas hingga kamu hancur memudar dan mati." Kong Kecil mengancam.


"Ti.. Tidak berani." Hantu arwah tergagap ketakutan.


Hantu arwah kini duduk bersimpuh dengan patuh dan sangat sopan di depan Little Kong. Kata-kata yang baru saja dia ucapkan tadi dia paksa telan kembali.


Dia tak menyangka monyet kecil yang terlihat remeh ini adalah monster sebenarnya. Dibandingkan dengannya, hantu arwah bukanlah apa-apa.


"Bagus, siapa yang nomor satu sekarang ?" Kong Kecil mengatakan dengan angkuh.


"Tentu adalah anda Tuan Monyet yang menjadi pengikut nomor satu tuan besar. Anda adalah sang maharaja monyet. Raja diraja monyet dari seluruh dunia. Penguasa sejati dari ufuk barat hingga ufuk timur. Hamba hanyalah figuran belaka." Hantu arwah berkata.


"Hentikan omong kosongmu. Atau kamu mau kuremas lagi !" Baik Kong tambah sebal.


"Hiiii.... Ampun." Hantu Arwah patuh.


"Sekarang bersujudlah ! Aku membawa perintah dari tuanku untuk memberikan beberapa benda untuk meningkatkan dirimu. Terimalah rahmat agung tuan muda !" Kong Kecil berucap laksana pembawa titah dari sang mulia raja.

__ADS_1


Hantu arwah langsung bersujud. Mengherankan pemandangan ini, hantu arwah konon dapat menelan pembudidaya ranah langit dan menjadi momok seram penduduk kota. Kini telah bersujud dengan ketundukan mutlak kepada monyet kecil yang imut.


Kong kecil mengeluarkan tiga item surgawi. Item ini membawa cahaya halo yang indah sekali. Cahaya keilahian yang menunjukkan asalnya dari surga.


Setiap berkas cahaya yang memancar diiringi dengan aura penuh kebijaksanaan. Siapa pun yang memandang akan dipaksa bersujud untuk menyembahnya.


"INN INNIIII.... " Hantu arwah meloncat. Tubuhnya bergetar hebat seolah dia hendak memudar kapan saja. Tekanan kuat yang terpancar dari tiga item membuatnya kehilangan akal.


"Inn ini untukku ?" Hantu arwah tergagap-gagap.


"Hanya barang rosok di teras gudang perbendaharaan tuan muda. Apa kamu pikir kamu layak mendapatkan item yang sejati ?" Kera mendongakkan kepalanya dengan bangga.


"APAAA... ???" Hantu arwah sekali lagi kaget bukan main.


Satu benda ini jika muncul akan membuat dunia terbalik dengan basuhan banjir darah. Para bigshot tanpa pikir panjang akanĀ mengirimkan seluruh warga di sekte termasuk babi dan ayam mereka untuk bertarung memperebutkannya. Dan ini hanya rongsokan. Helloww ???


Di tengah kebengongan hantu arwah. Bai Kong melempar sebuah cangkir keramik kecil dengan cahaya hijau samar berpendar. Hantu arwah menerimanya dengan gemetar.


"Cawan Dewi Kesuburan." Kong Kecil berkata dengan arogan.


"Batasi penggunaan ini hanya dalam tembok area mansion milik tuan muda. Cawan ini akan memberikan perisai tak terlihat melingkupi mansion. Gunakan saat mansion dalam keadaan darurat seperti sedang dikepung musuh."


"Juga memiliki fungsi mengubah air biasa menjadi air suci. Sehingga dapat menyuburkan tanah, bahkan herbal herbal surgawi yang ditanam nanti akan tumbuh dengan gemuk-gemuk." Kong kecil menjelaskan.


Hantu arwah sangat takjub. Dengan cawan ini dia bisa membuat perisai besar yang mampu menahan orang masuk ke dalam mansion. Juga mampu menahan gempuran serangan dalam bentuk apapun dari luar. Ini adalah item pertahanan area yang luar biasa


Hantu arwah kemudian memeriksa cawan lebih lanjut. Ternyata benar, cawan bisa mengubah air biasa menjadi air suci dengan kandungan energi spiritual yang sangat tinggi.


Jika air suci digunakan oleh kultivator, tak hanya pondasinya semakin mapan, namun juga akan melejitkan potensi kemajuan ke ranah hingga tak terbatas.


Hantu arwah melongo.


Hantu arwah hampir tidak mempercayainya.


Bukankah ini pemborosan ?


Ah, Tidak... Tidak...


Bukankah tuan monyet bilang ini hanya item sampah? Oh, betapa menakutkannya tuan mudaku.


Item ini wajib menjadi pusaka utama sekte jika mereka mendapatkannya. Jelas dengan item ini di tangan, mereka akan segera loncat kelas menjadi sekte immortal.


Tuan hanya memintaku menggunakan ini untuk menyirami bunga-bunganya?

__ADS_1


Hantu arwah merasa seperti sedang kumat darah rendah. Dia merasa pusing.


Hantu arwah ambruk dan pingsan.


__ADS_2