Legenda Raja Abadi

Legenda Raja Abadi
She Laode


__ADS_3

Oranye memberikan geraman permusuhan.


Datang dari ujung goa yang gelap sosok hitam panjang yang mengkilat sebesar batang pohon.


“Ular...” Chen Dewei menggumam.


Kini sosok seperti ular sedang menatap dua bocah yang sangat tenang di depannya.


Mao Yu mengamati di sepanjang punggung sosok ini ada bekas luka yang membuat warna berbeda dari kulit hitamnya yang alami. Bekas luka ini seperti luka bakar berwarna merah.


“Tuhuh dan jiwa yang datang sukarela pada sang penakluk ini.” Dia berkata dengan parau.


“Berhenti melamun. Cepat potong ekormu, sup kami kekurangan bahan inti. Sup Belut sangat cocok untuk udara dingin.” Mao Yu menunjuk kuali sup yang menggelegak mendidih dengan bau harum.


“LANCANG !!!” Iblis Belut muntab.


“Chen Dewei potong ekornya.” Mao Yu denagn malas memerintah.


Chen Dewei dengan gerakan bagai kilat menyerbu Iblis Belut dengan pedang banbu yang terhunus.


“Sial... Kamu cepat sekali seperti kecoa..” Iblis Belut mengumpat.


“Dasar belut licin...” Chen Dewei pun meradang.


Keduanya bertarung dengan gerakan cepat, heboh dan belum ada titik akhir.


“Sial, kekuatanku belum pulih. Bahkan aku melawan anak ingusan ini sangat kewalahan... Cih, andai kekuatanku kembali pada puncaknya. Anak ini tak lain hanyalah semut.” Iblis belut mengumpat.


“Woi... Woi... Cepat! Panci sup ku akan segera mengering nih...” Suara Mao Yu menghentikan pertarungan keduanya.


Chen Dewei cukup terengah-engah kewalahan juga. Pertarungan yang seimbang dengan sempurna.


Mao Yu berdiri dan mengambil ganti tempat Chen Dewei.


Soul Grimory... Soul Chain...


AAGHHH... AGHHH.... AGHHH....


Kekuatan tak terlihat menjerat dengan kuat jiwa Iblis Belut seketika dia terkapar di tanah seperti terjerat dengan rantai immortal dan dipaku di atas tanah.

__ADS_1


IIIIINNNNNN IIIINNNNNNNNNNIIIIIIIIIIIIIIII.....


“Ka... Ka.. Kamu.. Ras... Ras... Ras... Ji....”


“Potong ekornya !!!” Mao Yu memotong kalimat Iblis Belut.


“UWAAAAAAAA......”


Iblis Belut menangis melihat potongan potongan ekornya direbus di dalam panci sup. Dia menahan suaranya agar tak menimbulkan amarah pemuda dari ras jiwa ini.


Dia tak mau berbuat kesalahan lagi sehingga tuan jiwa ini memotong lebih banyak ekornya yang gemuk dan berlemak.


Dia sangat ketakutan. Duh apes banget aku...


Tiga mangkok sup tersaji. Ketiganya makan dengan sangat lahap.


“Chen Dewei oh, sangat lezat...” Mao Yu memuji.


“Benar Tuan, ini sangat bergizi. Energiku melonjak gila-gilaan.” Chen Dewei membalas.


“Ingin nambah ?” Mao Yu berbicara dengan oranye.


“Tolong hentikan, jangan potong ekorku lagi... Hu hu hu...” Iblis Belut yang tersentak dia spontan langsung menangis.


Mao Yu meletakkan mangkoknya. Dia melepaskan Soul Chain yang menjerat Iblis Belut.


Sayangnya iblis belut masih sangat ketakutan. Dia bahkan tak bergeming dari tempatnya. Dia masih dalam posisi menempel di tanah seperti sedia kala.


“Perang di surga, Kamu melarikan diri ?” Mao Yu bertanya dengan dingin.


“Hamba terluka parah oleh ledakan dari harta tetua ketujuh. Membuat hamba terlempar dengan gila melintasi ruang dan dimensi.” Iblis belut menunjukkan luka bakar hebat di sepanjang punggungnya.


“Hingga ke sini ?” Mao Yu menyatukan alisnya.


Iblis Belut mengangguk.


“Luka di punggungmu. Kamu sedang melarikan diri?” Mao Yu mencemooh.


“Aku melindungi anak-anakku dari ledakan.” Mata Iblis Belut memerah, dia sedang emosional. Disambut dengan anggukan ringan Mao Yu.

__ADS_1


“Perang itu melibatkan rasmu. Apakah kamu memutuskan sendiri untuk bergabung dengan sekutu ?”


“Tidak, Ras Kami adalah Naga Besi. Kami bergerak atas perintah Klan Su. Kami mengalami perbudakan di bawah Klan Su.”


“Klan Su? Aku pernah mendengar seseorang mengatakan nama yang serupa. Su Li ?”


“Bangsat gila.” Iblis Belut mengeluarkan aura amarah secara maksimal. Rasa dendam yang membuatnya sakit hati luar biasa.


“Sangat disayangkan dengan ras mu. Apa kamu berharap ada bagian dari ras atau keluargamu yang masih hidup di surga?”


Iblis Belut menggelengkan kepalanya.


“Apa yang kamu tahu terkait perang di surga?”


“Apakah banyak sekutu penyerbuan yang berasal dari kalangan ras yang diperbudak?”


“Siapa Klan atau Sekte yang menjadi dalang ?”


“Siapa komandan utama ?”


Setelah cukup banyak mendengar. Mao Yu merebahkan punggungnya pada sisi goa yang dekat dengan api unggun.


Dia cukup lama memejamkan matanya. Merasakan hal yang sama dengan Iblis belut, sangat emosional.


“Iblis Belut, Di sebelah bagian surga mana Klan Su tinggal?”


“Mereka nomaden, hidup dengan berpindah-pindah. Bisa jadi mereka tinggal secara tersembunyi di dunia yang lebih rendah dengan menyamarkan diri.” Iblis Belut menjawab.


“Cukup menyusahkan.” Mao Yu mendengus.


“Iblis Belut buka mulutmu.” Mao Yu memerintahkan.


Sebutir pil hijau kecil melesat menuju mulut Iblis belut yang membuatnya seketika diseluti cahaya hijau yang menyilaukan dari sekujur tubuhnya.


Pandangan Mao Yu masih kosong saat melihat api yang meliuk-liuk terbakar dari kuali harta.


Dalam waktu yang cukup lama.


“Tuan... Hamba She Laode” Sosok laki-laki tua renta berpakaian serba hitam dengan rambut hitam legam bersujud.

__ADS_1


Mao Yu membuat isyarat dengan tangannya. Dia melambai lambai menyuruh agar dia bangkit dan duduk. Sementara pandangannya masih melihat api yang meliuk-liuk.


“Pak Tua, Bawa kami semua ke permukaan, ke tepian.”


__ADS_2