Legenda Raja Abadi

Legenda Raja Abadi
Kesiapan Klan Wang


__ADS_3

Titik titik kecil dari kejauhan mulai tampak mendekat. Meskipun bergerak sangat lambat.


Itu adalah arak-arakan pasukan wang bersenjata lengkap menuju kembali ke dalam mansion utama.


Pengamat melihat wajah para prajurit semuanya memerah. Mereka diliputi ketegangan yang luar biasa.


Di tengah-tengah kerumunan prajurit tampak kupu kupu hitam mungil yang terbang seperti hampir kehabisan tenaga.


Aula utama memiliki pintu besar dan sangat lebar. Ini memungkinkan semua hadirin di dalamnya dapat melihat keluar.


Mereka menyaksikan noktah-noktah yang sangat banyak mulai remang jelas terlihat itu adalah sekumpulan orang.


“Mereka hampir tiba...” Patriark Wang Ji menggumam.


Wang Jiao dan Xia He merasakan darah mereka menjadi mendidih. Jantung ekstra kencang mengalirkan seluruh pembuluh nadi.


“Tak diragukan lagi dan sangat nyata. Seratus persen... “ Wang Juemin dengan kepekaan yang melampaui akal sehat mulai berpendapat.


“Mandat agung terikat dengan Wang Shan.” Dia menutup sesi kalimatnya.


Wang Shan merasakan grogi saat Wang Juemin menyebut namanya dalam penargetan mandat agung.


Dia menatap mata kakaknya dengan perasaan khawatir. Wang Jiao kembali menatap tajam adiknya dengan pandangan yang ganas.


Tak hanya itu semua mata tetua dan leluhur juga mengunci erat pada Wang Shan. Ini semakin membuat dirinya tambah gusar.


Salahku apa ??? Salahku di mana ??? Mengapa mereka semua menatapku seolah aku adalah kriminal.


Seorang prajurit pionir memasuki aula. Di hadapan para petinggi klan dia memberi hormat secara militer.


“Batalyon Utama telah mengawal mandat agung. Kami telah memasuki area utama mansion.” Dia melaporkan.


“Kerja bagus, bangkitlah !” Patriark Wang Ji mengapresiasi kerjanya.

__ADS_1


Ribuan tentara akhirnya mendarat di halaman aula utama. Para prajurit dapat kembali merasakan angin segar dari sela baju besi mereka.


Meskipun tugas mereka telah dijalankan dengan predikat keberhasilan. Mereka merasa ini bukanlah akhir dari tugas. Dengan sampainya mandat agung kepada mahkamah klan. Misi baru akan memanggil mereka untuk bertugas dalam garda terdepan.


Wang Kun dan komandan utama yang bertanggung jawab mengawal mandat agung telah memasuki aula utama.


Demikian juga dengan kupu kupu yang terbang dengan sekarat.


Semua mata hadirin mengunci kupu kupu dengan erat. Beberapa tetua berusaha mengindera citra sejati kupu kupu. Namun yang mereka dapatkan adalah mereka tersedot seperti ke dalam lubang hitam yang tiada akhir.


Mereka mendapati tubuh sempoyongan akibat terkurasnya energi origin dalam waktu singkat. Jika dilanjutkan tak hanya energi yang tersedot namun jiwa mereka juga akhirnya akan dipersembahkan.


“Jadi inilah mandat agung...” Salah satu tetua bercakap.


“Ini akan membawa langkah klan menuju kegemilangan.” Tetua lain berujar.


Saat yang mendebarkan telah tiba. Kupu kupu terbang dengan pelan menuju Wang Shan. Sementara Wang Shan sangat gemetar menahan rasa ketakutan.


Tak hanya karena dia tidak mengerti apa maksud mandat agung. Melainkan tatapan para tetua membawa tekanan yang bukan main main atas tingginya kultivasi mereka.


Hampir mendekati Wang Shan seluruh hadirin mengalami disko pada jantung mereka. Sudah bukan berdegup kencang lagi, para jantung hadirin meloncat-loncat dengan liar.


Kupu-kupu akhirnya hinggap di hidungnya. Dengan beberapa kali kepakan kasual akhirnya popp... kupu-kupu merubah menjadi debu hitam yang kemudian masuk ke dalam hidung melalui udara yang dia hirup.


ACCCHHHHHOOOOOO..............


ACCCHHHHHOOOOOO..............


ACCCHHHHHOOOOOO..............


Wang Shan mengusap usap hidungnya yang memerah. Kemudian dia sedikit terkekeh-kekeh memandang semua hadirin tapi tanpa suara.


Patriark “ ..... “

__ADS_1


Leluhur Wang Kun “ ..... “


Wang Lan “ ..... “


Wang Juemin “ ..... “


Wang Jiao “ ..... “


Xia He “ ..... “


Para tetua “ ..... “


Yang lainnya “ ..... “


Wang Shan merapikan lagi kondisinya yang canggung. Dia kembali menatap pada semua orang. Saat ini dia tampil dengan sangat sombong karena dia adalah pembawa titah dari mandat agung.


Malam Bulan Purnama di Danau Perak Sangat Indah, Kemarilah.... Aku ingin kalian melakukan sesuatu.....


Wang Shan mengulang kembali pesan yang dibawa oleh kupu-kupu.


“Pasukan penuh! Kerahkan seluruh kekuatan klan menuju Danau Perak. Malam hari semua harus tiba !!!” Suara patriark menggelegar di seluruh area.


Para tetua mengobarkan semangat berapi api dalam jiwa mereka. Demikian juga dengan Wang Jiao dan Xia he, akhirnya mereka dipertemukan kembali pada tuan mudanya pada malam purnama hari ini.


Ratusan ribu prajurit yang bersiaga di alun-alun utama menjawab titah patriark dengan bersorak lantang.


URRRRRRAAAAAAAAAAA......


URRRRRRAAAAAAAAAAA......


URRRRRRAAAAAAAAAAA......


Persiapan segera diselesaikan untuk sebuah kesempurnaan. Kesiapan total seluruh pasukan dipastikan dengan baik untuk memenuhi mandat agung.

__ADS_1


Di dunia abu-abu, seorang paruh baya dengan tubuh tinggi menatap menuju arah Danau perak. Tangan kanan menggenggam tangan kirinya agar tidak gemetar.


__ADS_2