
Pagi ini terlihat beberapa ahli terbang di langit ibukota pusat.
Penduduk dibuat bertanya-tanya apa yang sedang terjadi di kota. Satu atau dua menjadi hal yang lumrah. Namun kali ini cukup banyak ahli yang terbang melintas di atas kepala mereka.
Terakhir penduduk melihat ahli yang terbang beberapa tahun yang lalu. Itu pun hanya satu orang. Hari ini mereka melihat di langit ahli-ahli beterbangan seperti membuat parade.
Kedai-kedai menjadi lebih ramai dari biasanya. Mereka terus menggali ada berita penting apa yang menyebabkan hal ini terjadi.
"Aku bermaksud membeli beberapa pil di Night Lily namun pagi ini mereka menutup pintu dengan erat." Salah satu pengunjung kedai yang baru mengambil tempat duduk berkata.
"Aku juga mendapatkan hal sama. Penjaga guild mengatakan padaku hari ini ada perawatan bangunan di sana. Jadi mereka menutup sementara area guild."
"Rekan, kamu dapat membeli pil yang kamu butuhkan di Toko Herbal Ming. Di sana cukup lengkap juga." Pria berbaju hijau di sampingnya menimpali.
Kedai makin berdengung ramai dengan percakapan-percakapan serupa tentang tutupnya Night Lily hari ini.
***
Di ruang kerja Klan Xin, Xin Bang duduk dengan keadaan stres parah.
Kertas-kertas yang biasa tertata rapi berserakan semua di lantai. Beberapa botol minuman juga berguling di antara kertas.
"Tamat sudah keluargaku." Xin Bang mendesah.
Seorang jompo memasuki ruang kerja Xin Bang. Dia mengambil tempat duduk di samping Xin Bang.
"Kejadian ini sangat tidak masuk akal. Mereka menyapu semua kekayaan guild. Yang kukhawatirkan adalah pelaku ini benar-benar ahli."
"Dia juga menguras perbendaharaan kita, padahal harta Keluarga Xin sangat dekat dengan hidungku sendiri. Aku tidak mendeteksi apa-apa." Pria jompo berkata.
"Kakek, Semua pesaing dan musuh telah ditundukkan puluhan tahun yang lalu. Intelijen kami terus memantau mereka dan tidak menemukan perkembangan yang cukup signifikan sehingga mereka dapat berbalik melawan kami." Xin Bang mengatakan dengan lesu.
"Apa kamu telah menyinggung seseorang baru-baru ini ?" Pria Jompo menyatukan alisnya.
"Aku tidak." Xin Bang menjawab singkat.
"Namun kedua putriku sepertinya membuat masalah dengan orang yang sama. Bawahanku melaporkan barusan."
"Dia hanyalah pemuda dari pedesaan. Apakah dia itu cukup kuasa untuk menyebabkan semua ini terjadi ?" Xin Bang mengemukakan dugaannya.
"Aku akan secara khusus mengawasi bocah yang bermasalah dengan cicitku." Pria Jompo meninggalkan Xin Bang.
__ADS_1
"Terima kasih kakek." Xin Bang menangkupkan tinju. Pandangannya beralih menuju gelas berisi minuman. Dia menyambar dan menenggak dalam satu tegukan secara langsung.
***
Xin An histeris di dalam kamarnya. Hak dia dalam mengerahkan pasukan dicabut. Para pasukan diarahkan menjaga pertahanan mansion secara total setelah kejadian semalam.
Seluruh anggota Klan Xin dilarang meninggalkan mansion. Dan tak satu pun diperkenankan membocorkan bencana yang mereka alami.
Semua orang dari jabatan atas hingga terbawah diminta untuk tutup mulut.
Di Kota Kekaisaran, Seorang ahli yang menjabat sebagai pengawas Night Lily mengusir Xin Feng dari gedung. Klan Xin untuk sementara dibekukan dari kepengurusan guild.
Xin Feng dengan marah mengangkat kakinya dari gerbang Night Lily.
Mo Tian diam berdiri menunggunya di gerbang. Xin Feng mendatanginya dengan langkah cepat.
"Plakk...." Tamparan renyah mendarat di pipi kanan Mo Tian.
Mo Tian tidak bersuara dan membalas, dia hanya memandang Xin feng dengan tatapan tajam.
"Sampah tak berguna, aku dalam suasana buruk ditambah kamu berdiri di sini membuat mataku sakit." Xin Feng mengomel.
Xin Feng lantas pergi, meninggalkan Mo Tian seorang diri.
***
Desainnya sangat sesuai dengan karakter kuno bangunan-bangunan di dalamnya.
Pengerjaan taman telah hampir selesai. Mansion yang semula semrawut seperti ladang nganggur kini disulap menjadi pemandangan bak taman sebuah istana.
Berbagai macam bunga dan tanaman hias ditata dengan rapi dan harmonis. Burung dan kupu kupu berdatangan ke habitat baru menambah maraknya kehidupan halaman mansion.
Li Hua juga merekrut puluhan pelayan di antaranya sebagai juru masak, kebersihan dan perawatan seluruh properti.
Kini mansion telah sepenuhnya hidup dengan aktivitas padat berbagai pekerjanya.
Li Hua juga merekrut beberapa kultivator sebagai penjaga keamanan.
Mao Yu berjalan menyusuri jalan setapak ke area belakang mendatangi stable kuda, menemui Fang Yi yang sedang sibuk merawat kuda.
Mao Yu melihat stable sangat bersih. 22 ekor kuda dalam keadaan sehat dengan bulu mengkilat. Pakan berupa rumput berkualitas tersaji di wadah makanan. Kuda tak henti-hentinya mengunyah.
__ADS_1
Fang Yi saat ini sedang menyapu stable dengan giat.
"Tangkap para pengintai dan penyusup, masukkan ke dalam penjara bawah tanah !" Mao Yu berkata.
"Ahahaha, apa tuan tidak salah bicara pada hamba yang fana ini. Kudengar bangunan tua ini angker, ini akan membuat penyusup tidak akan berani mengintai mansion. Atau kalau mereka mau dirasuki hantu yang berada di sini." Fang Yi bergidik ngeri.
"Hantu ?" Mao Yu mengernyit.
"Benar, konon dia tinggal di bangunan kuil mansion ini. Ini juga yang menyebabkan Guild Makelar sulit menjual properti ini. Juga sepertinya mereka menjual pada anda dengan harga sangat miring." Fang Yi mengerutkan kening.
"Kalau begitu kamu usir hantunya." Mao Yu berkata sambil meninggalkan Fang Yi.
"Tuan tidak bercanda kan? Aku bisa dirasuki dan dimakan hingga mati." Fang Yi menyatakan protes.
"Jika mati maka kubur dirimu sendiri." Mao Yu mengatakan dengan acuh tak acuh, dia berjalan menjauh dari stable kuda.
Mao Yu menghentikan langkah pada jembatan batu di atas kolam. Dia menikmati indahnya taman berbunga dan segarnya udara yang disajikan oleh pepohonan.
"Bagaimana kabar Yang-er ya? Aku ingin membawanya ke sini berikut dengan tua-tua di pemondokan. Hutan memang damai namun aku berharap Yang-er dapat melihat dunia luas." Mao Yu berbicara pada dirinya sendiri.
"Dia nanti akan tumbuh menjadi gadis yang cantik. Aku akan mendatangkan banyak guru untuk mengajari baca tulis, sastra, seni dan budaya. Aku sendiri juga akan mengajarinya kultivasi secara pribadi. Dia selalu memimpikan akan menjadi seorang putri yang cantik di masa depan nanti. Yang-er, kakak ini akan mewujudkannya untukmu." Mao Yu mencengkeram kuat jari tangannya.
***
Di salah satu ruang santai mansion. Mao Yu sedang menggelar peta besar yang melingkupi benua dan wilayah di sekitarnya. Dia memperhatikan dengan cermat topografi secara mendetail.
Mao Yu melihat kawasan archipelago yang terbentang dari banyak gugusan pulau di sebelah utara benua
Kawasan gurun dewa terletak di sebelah timur benua.
Kawasan hutan rawa di sebelah barat benua.
Dan kawasan pegunungan salju di sebelah selatan benua.
Mao Yu teringat Bibi Zhou berurusan dengan sebuah sekte di pegunungan salju. Mengingat wilayah musuh begitu dekat dengan benua selatan, Mao Yu harus segera mengambil tindakan untuk pencegahan.
Mao Yu menoleh pada Li Hua yang turut melihat peta di sampingnya.
"Li Hua belikan anjing penjaga, ikan koi yang gemuk untuk mengisi kolam dan juga beberapa ekor kalkun untuk meramaikan halaman mansion." Mao Yu membuat permintaan kepada Li Hua.
"Tuan muda apakah nanti kalkun tidak akan merusak taman. Mereka akan mematuki tanaman-tanaman bunga ?" Li Hua mengemukakan gagasannya.
__ADS_1
"Aku akan memberikan pengarahan pada mereka untuk mematuk tanaman lain yang bukan bunga-bunga." Mao Yu menjawab setelah berfikir cukup lama.
Li Hua " ... "