
Zhao Ren menangis dengan keras sejadi-jadinya dalam dekapan ibunya. Dia tak gengsi atau malu menjadi anak cengeng saat ini.
Dia sangat khawatir jika sesuatu yang buruk terjadi pada ibunya. Namun sekarang dia lega segalanya berakhir dengan baik.
Sambil terisak isak dia berjanji dengan dirinya bahwa dia harus lebih kuat dari siapa pun. Tidak akan membiarkan ibunya menempuh jalan seperti ini lagi di masa depan.
Bibi Zhao beralih pandangan melihat anak-anak yang lain semuanya masih dalam keadaan pingsan. Bibi Zhao bersimpati. Mereka tidak kuat melihat pemandangan berdarah yang terjadi di depan mereka.
Mungkin ini akan menyebabkan trauma bagi mereka. Namun, ya beginilah dunia ini bekerja dengan sangat kejam. Tanpa kekuatan mereka tidak akan bernilai apa-apa. Dan tak akan bisa berbuat apa-apa juga. Bibi Zhao mendesah.
Bibi Zhou bersama Zhao Ren membersihkan semua mayat, menutup bekas darah di tanah agar tidak menakuti anak-anak lain setelah siuman. Dia juga mengambil semua cincin penyimpanan para gadis sebagai trophy kemenangan.
Setelah mengintip semuanya dengan kata "Yeeyyy" Bibi Zhao meloncat-loncat kegirangan. Orang akan melihat ini seperti bola karet raksasa yang memantul mantul.
Dia dalam keadaan ekstase melupakan rasa sakit di seluruh tubuhnya. Seakan-akan luka luka yang dia derita saat ini hanyalah gigitan nyamuk.
Berbagai macam kosmetika dan parfum tingkat atas berjajar menggunung dengan sangat fantastis di dalamnya. Oh, sungguh menakjubkan.
Dia kemudian merangkul Zhao Ren dengan dekapan kuat dan menciumi pipi anaknya tanpa ada satupun area yang terlewat.
Zhao Ren hanya bergaya meronta-ronta dan tertawa terbahak-bahak. Dia sangat menikmati kasih sayang ibunya yang hebat ini.
"Ibu menemukan apa di dalam cincin? Sepertinya bahagia sekali." Zhao Ren bertanya dengan penasaran.
"Ohohoho... Hanya bumbu dapur yang langka. Kita semua akan makan enak di rumah." Ibunya berkata dengan santai
Zhao Ren tiba tiba melihat hidung ibunya memanjang hingga 50 cm.
"Oh, Sungguh? Syukurlah kalau begitu aku nanti ingin makan ikan kukus." Zhao Ren berlagak bego. Tapi dia dengan yakin menebak pasti ibunya menemukan beberapa bedak di dalamnya.
***
Seorang bibi gembrot naik kuda. Kuda berjalan dengan kepala merunduk karena kelelahan. Kuda bibi ini dituntun oleh beberapa anak keluar dari hutan.
Zhao Ren cukup kuat melihat pembantaian di depan matanya. Saat ini kondisinya sangat baik jika dibandingkan dengan anak-anak lain.
Di perjalanan dia berusaha menghibur anak-anak yang lain entah dengan cerita lucu atau kekonyolannya.
__ADS_1
Sesekali ledak tawa dari semuanya terdengar. Cukup menghibur dan meringankan rasa trauma yang mereka alami.
"Ibu, Kita harus segera pulang dan merawat luka Ibu." Zhao Ren berkata.
"Apakah kau ingin jadi anak durhaka? Ibu akan mati jika dirawat Lin Fan." Bibi Zhao mendengus.
Kemudian keduanya tertawa terbahak-bahak.
Sore hari di gerbang kota tangisan pecah antara semua ibu dengan anak-anaknya yang telah kembali. Mereka sangat berterima kasih dan berusaha dengan keras memberi imbalan. Namun Bibi Zhou dengan tegas menolaknya.
"Aku juga sama menjadi ibu seperti kalian. Anak kalian adalah anak-anakku juga." Bibi Zhou berkata.
Kalimat ini menggetarkan kota kekaisaran. Cerita heroik penyelamatan ini dengan cepat beredar seperti hama belalang dari kedai ke kedai. Nama Zhou sebagai bagian dari anggota Paviliun Shen melejit hebat.
Bahkan tabib kota yang merawat Bibi Zhou memberikan layanan gratis atas aksi kemanusiaan ini. Bibi Zhou pun menerima perawatan dan obat gratis dengan sukacita.
***
Malam hari di aula utama.
Mumi Chen Dewei yang turut hadir di kursi roda melotot dengan tajam. Tampak mengenali salah satu di antaranya.
"IINNN INNNIIIII...." Mumi Chen dewei kini tidak lagi mendapat sumpalan perban di mulutnya. Dia tidak mmpphhh mppphhh lagi seperti sebelumnya.
Mumi Shen Dewei kaget dengan mata membelalak. Dia hampir jatuh dari kursinya.
"Fang Mei... Kecantikan utama Sekte Cawan Suci, Kasaya Emas Tahap 1. Putri tunggal penatua pertama. Aku melihatnya saat Gala Persahabatan para pemuda sekte-sekte terkuat tahun lalu." Mumi Chen Dewei masih tak percaya.
Li Hua, Shen Mubai dan para hadirin merasakan suhu tubuh mereka turun drastis. Setelah menyinggung sekte kuat darimana mumi ini berasal. Kini mereka juga harus menghadapi amarah sekte kuat lain.
Kong Kong Kecil tampak melompat-lompat kegirangan di depan kepala yang berjejer. Seolah olah bilang, Tuan bolehkah aku menelannya. Aku sudah lama sekali tidak makan daging. Namun Mao Yu mengabaikannya.
"Biarkan mereka datang. Paviliun memiliki binatang penjaga yang sangat kuat." Mao Yu berkata tampak acuh tak acuh.
Sontak seluruh hadirin berfikir binatang apa yang menjadi pelindung paviliun saat ini. Hingga akhirnya suara jangkrik bergema di pikiran mereka semua.
Pikiran semua orang akhirnya tertuju kepada kolam halaman di depan kamar tuan muda. Bayangan Tan Tan kecil berenang dengan santai mengapung telentang melintas di kepala mereka semua.
__ADS_1
Semua orang " ... "
Suasana kembali hidup saat Bibi Zhao menceritakan dengan semangat apa yang terjadi dari awal hingga akhir. Mereka semua lega akhirnya berakhir dengan bahagia.
Mereka sangat mengagumi tindakan Bibi Zhao dan juga sangat memberi apresiasi atas kekuatan tempurnya melawan para gadis yang secara kultivasi berada di atasnya. Seluruh paviliun bangga atas pencapaian dan prestasi tempur Bibi Zhao.
Mereka dengan animo saat ini tenggelam dalam kebanggan melupakan bencana yang akan timbul di masa depan. Pembalasan Sekte Cawan Suci dan Sekte Mutiara Terbit.
Semua orang membentuk kelompok kecil saling berdiskusi satu sama lain. Mereka tenggelam dalam pokok bahasan masing-masing.
Kelompok terakhir yang terbentuk hanya berisi Mao Yu dengan Bibi Zhao.
"Pelikan besar terbang di jagad semesta." Mao Yu berkata seperti lantunan syair.
Bibi Zhou kaget setengah mati. Dia bergetar sekilas, merasa nyawanya berada di genggaman tuan mudanya saat kalimat ini memasuki telinga. Dia merasa hidup dan matinya ditentukan oleh satu anggukan tuan mudanya.
Kalimat ini mungkin didengar sebagai kutipan syair acak yang diucapkan tuan muda bagi semua orang yang hadir. Namun bagi Bibi Zhou ini adalah sebuah pencerahan besar, Dia merasakan dantiannya berdenyut seperti akan menembus batas.
"Sayapnya membungkus matahari... " Bibi Zhao berkata dengan gemetar.
Mao Yu mengangguk dan memberi isyarat dengan tangan agar Bibi Zhao tidak melanjutkan kalimatnya.
Bibi Zhao mengerti dan kini dia menghela nafas panjang. Tekanan yang dia rasakan barusan perlahan lahan hilang menjadi normal seperti sedia kala.
"Kembalilah ke ruanganmu. Cerna apa yang kamu dapat dari pengalaman ini. Itu akan membantu kultivasimu " Mao Yu menyarankan.
Bibi Zhao menangkupkan tangan kepada semuanya sebagai isyarat undur diri lebih awal. Dia mulai melangkah keluar aula.
Namun Shen Mubai melemparkan sebuah pertanyaan. Bibi Zhao pun mengehentikan langkah dan menoleh ke belakang untuk menjawab.
"Bibi Zhao bagaimana kamu bisa kuat dengan pengalaman pertamamu saat membunuh orang? Biasanya pengalaman pertama itu terasa sangat berat dan tidak nyaman." Shen Mubai bertanya.
"Di dapur aku terbiasa memotong kepala ikan dan memotong-motong babi. Lantas apa bedanya dengan aku memotong kepala beberapa gadis ini, Huh ?" Bibi Zhou menjawab dengan spontan. Kemudian melanjutkan langkahnya kembali.
Semua orang " ... "
Mereka semua lantas memandang Paman Zhao dengan prihatin. Dengan Bibi Zhao yang seperti ini pasti dia termasuk golongan suami-suami takut istri.
__ADS_1