Legenda Raja Abadi

Legenda Raja Abadi
Surga ?


__ADS_3

“Ah sial, aku terlalu gegabah...”


Mao Yu menyendiri di tepi danau seorang diri. Dia memainkan beberapa ranting, menggores gores permukaan air danau.


“Aku terlalu cepat mengambil keputusan...”


Terlalu melankolis saat dia banyak mendengar cerita yang disampaikan She Laode.


Mao Yu hanya berharap untuk cepat menjadi lebih kuat lagi. Tak cukup dia, bahkan sekutu dan pengikutnya pun harus setara dengan surga.


Kapan?


Apakah ribuan tahun lagi?


Segel tiga belas dunia tidak akan bertahan selama kurun waktu itu. Kekuatan segel akan menipis untuk kemudian terbuka. Saat itulah akhirn dari tiga belas dunia.


Perburuan besar ras jiwa akan diselenggarakan secara akbar. Bahkan mungkin eselon utama akan secara pribadi memburunya.


“Apakah aku harus melarikan diri bersama kura-kura tua?”


“Sepertinya tidak. Aku bukan tipe orang seperti itu.”


“Apakah masih ada seseorang dari ras jiwa sepertiku di luar sana?”


Mao Yu masih memainkan ranting kayunya.


Orang-orang Yao adalah ras pemburu yang cukup kuat di surga. Dunia ketiga belas mencatatnya dalam riwayat perang era kuno sebagai ras serakah yang akan memangsa dunia ini.


Sayangnya dan faktanya mereka datang untuk memburu pelarian kami.


Malam ini Mao Yu melihat dengan jelas seperti apa penampilan bangsa Yao. Dari sebuah peti mati yang dibawa Bai Kong dan She Laode.


Ototnya solid dan strukturnya sangat kuat. Meridiannya seperti tendon naga. Vitalitasnya tak terbatas dengan regenerasi yang mengerikan.


Mao Yu merenung kembali. Jika puteri Yao dihidupkan, adakah di dunia ketiga belas yang sanggup menahannya.

__ADS_1


Bagaimana dengan Bai Kong atau She Laode?


Kurasa mereka pun cukup kesulitan, mengingat di dalam peti mati adalah seorang puteri. Dia pasti memiliki kultivasi yang mumpuni dengan berbagai macam teknik yang mengerikan.


“Aku harus kembali menegaskan visiku.” Mao Yu menemukan ketegasan dama pemikirannya.


Untuk bersaing dengan surga, aku harus membuat surga di dunia ketigabelas.


Dunia ketiga belas harus menjadi basis kekuatan yang hebat. Hanya ini pilihanku, lagipula dunia ketiga belas ini terisolir. Aku pun tak dapat keluar dari sini untuk membuat sekutu dengan dunia paralel yang lain.


She Laode dan Bai Kong muncul di belakang Mao Yu seperti dari kehampaan hingga nampak seperti bayang bayang yang semakin nyata.


“Apa syarat dunia ketiga belas menyetarai surga?” Mao Yu bertanya.


Bai Kong dan She Laode saling pandang dengan tatapan yang dalam dan suram.


Cukup lama hingga Bai Kong bersuara.


“Ketahanan dunia, meliputi kekokohan struktur elemen, ringkasnya tanah dan udara harus ditingkatkan sekitar 800 kali lipat.”


“Energi origin setidaknya dikalikan 120 kali lipat untuk menyetarai surga terendah.”


Mao Yu berbalik arah untuk kemudian memandangi Bai Kong dan She Laode. Wajahnya kemudian menjadi murung.


Bai Kong dan She Laode pun membalas dengan ekspresi penuh rasa simpati. Mereka sedikit banyak mengetahui maksud tuannya.


“Kalian berdua, tolong bawa aku pulang ke rumah.”


“Benteng Tua Leluhur, dimenerti.” Bai Kong mengangguk.


Di saat yang sama, para petinggi Benteng Tua Leluhur mendapatkan perintah penyeterilan area terdalam benteng. Di sana adalah fondasi utama benteng. Tempat tinggal Mao Yu.


Berupa gugusan pemondokan di tepi danau, kuil dan pohon willow.


“Rumah...” Mao Yu menggumam.

__ADS_1


“Aku terlalu banyak bermain-main. Waktuku terbatas...”


Mao Yu segera mendekat dan mengambil sikap zen di bawah pohon willow. Daunnya bergemirik menyambut datang kembali tuannya.


Mao Yu memfokuskan jiwanya untuk menyatu dan berkomunikasi dengan pohon willow. Pohon pun menerima Mao Yu dengan baik dengan memberikan koneksi yang cukup stabil.


Mao Yu merasakan akar jiwa pohon willow menyebar ke segala penjuru alam semesta. Melintasi berbagai dimensi ruang.


“Pohon Willow, tarik beberapa akarmu dan arahkan ke surga...”


Pohon willow merespon dengan kembali bergemerisik dan sedikit bergoyang. Mao Yu merasakan puluhan juta akar serabut dengan kecepatan super gila merayap menembu berbagai dimensi ruang menuju ke sebuah arah.


“Pohon willow, apakah kamu akan terdeteksi oleh surga?”


Namun akar pohon willow tak melambat sedikit pun dalam pergerakannya. Tetap konsisten melaju menuju satu arah.


Mao Yu sedikit gelisah namun dia pun menjadi optimis saat pohon willow tidak menunjukkan tanda keberatan.


“Pohon willow, biarkan aku membantumu...”


Mao Yu mengungkapkan koin tembaga dengan goresan tiga cakar dalam pikirannya.


Dia memutar dengan kuat koin sehingga menimbulkan riak energi aneh. Energi itu disalurkan kepada pohon. Untuk memperkuat, untuk mengkamuflase dan untuk sebuah jangkar akar menancap dengan kuat pada tujuannya.


Slashhh...


Slashhh...


Slashhh...


Mao Yu merasakan pada sebuah titik tertentu, akar pohon willow menyebar seperti percikan ledakan kembang api ke segala arah.


Masing masing akar menancap erat pada dimensi demi dimensi.


Mao Yu tersentak, dia segera memutuskan koneksi dengan pohon willow. Jantungnya mempompa dengan cepat. Nafasnya pendek dan tubuhnya gemetar.

__ADS_1


“Surga...”


__ADS_2