Legenda Raja Abadi

Legenda Raja Abadi
Ziarah


__ADS_3

Kelompok Mao Yu tiba di sebuah hutan.


Jika masih ingat, ini adalah hutan perbatasan benua selatang dengan benua pusat. Dahulu Mao Yu menyeberanginya bersama Li Hua untuk mempersingkat perjalanan menuju Ibukota Pusat.


Mao Yu dan rombongan kecilnya merasakan nuansa rimbun dan lembabnya kondisi di tengah hutan.


Keadaan masih sama, rimbunnya pepohonan menghalangi sinar matahari, tanah terasa berair saat diinjak. Sangat hening dengan suara bianatan buas yang sesekali mengaum di kejauhan.


Dengan persepsi yang semakin meningkat, hutan ini terasa spesial. Mao Yu bisa merasakan ada nuansa keagungan yang samar.


Dan memang benar, keagungan datangnya dari sebuah pohon tua mati di depan pandangan mereka semua. Ya, inilah pohon yang membantu mendorong kultivasi Mao Yu dan memberikannya sebuah biji.


Mao Yu menghela nafas panjang dengan pemikiran yang sangat jauh.


"Lin Fan, Dalam beberapa hari ini kita akan tinggal di sini. Kamu bisa mendirikan tenda dan silahkan melakukan sesuatu yang kamu mau."


"Oke Tuan, aku mencium beberapa bahan herbal. Barangkali aku akan melakukan perburuan herbal."


"Baiklah, Lakukan sesukamu."


Lin Fan segera mendirikan tenda dan menata segala peralatan untuk keperluan tuannya. Lin Fan hendak berbicara dengan tuannya. Namun dia mengurungkan niatnya.


Tuannya seperti dalam keadaan zen menyatu dengan sebuah pemikiran. Tentu ini tidak bisa dia ganggu pikirnya. Lin Fan juga melihat monyet Kong sedang mendengkur di sebelahnya. Ah, saatnya me time nih.


Lin Fan segera beranjak, mengaktifkan potensi indra penciuman untuk meluncur ke arah bau yang memikatnya.


Cukup jauh Lin Fan dengan kecepatan kilat meliak-liuk di antara pepohonan besar. Hingga dia berhenti pada sebuah area yang cukup jarang pepohonan.


Lin Fan kali ini memasang raut muka serius.


"Yooo.... Muncul... Muncul..." Lin Fan meledek ke suatu arah.


Dari bayangan gelap di balik pohon muncul keanggunan dengan anggota badan memikat. Dia berjalan meliuk-liuk catwalk.


Lin Fan mengernyit, melihat wanita dewasa penuh gairah yang mendatanginya. Bahkan desain pakaiannya sengaja dibelah menantang agar pesona makin meningkat eksponensial.


Lady Chi tersenyum, senyum khusus yang berisi penuh kode panggilan pria.

__ADS_1


Lin Fan meresponnya dengan berkedut-kedut dahinya. Perempuan ini alay sekali. Dia pun memahami ini bukan pertemuan baik-baik. Dari suara nafasnya perempuan ini membawa niat kuat pembunuhan.


Sebagai pengikut tuannya, dia selalu siap dengan kondisi seperti ini dan paham dengan sangat apa yang harus dilakukan olehnya.


Lin Fan dengan cekatan memakai jubah hitam berat tampak terbuat dari kulit khusus yang melingkupi seluruh tubuhnya. Sebuah masker topeng hitam dengan paruh panjang juga terpasang di wajahnya.


Dari cincin penyimpanan dia melempar sebuah piringan ke udara.


Whirrrrr.............


Piringan berputar dengan cepat seperti gangsing dengan mengeluarkan asap pink yang menyebar dengan sangat cepat ke segala arah. Mengisis ke celah-celah pepohonan dan membubung hingga ke dedaunan.


Lady Chi segera mengaktifkan perlindungan diri agar tidak terpapar oleh asap pink.


Uhukk.... Uhukkk....


Lin Fan segera mendapat hitungan personil yang tersembuyi di balik pohon dari variasi suara batuk. Dia juga dengan mudah menentukan posisi dan dengan cepat menguncinya.


Lin Fan bergerak, bayangan hitam berjubah berkelabat dengan sangat cepat di dalam asap pink yang pekat. Dari balik jubahnya dia melempat sumpit beracun ke segala arah.


AAAAARRRRGGGGHHHHH...............


AAAAARRRRGGGGHHHHH...............


AAAAARRRRGGGGHHHHH...............


Sejumlah sepuluh orang berteriak bersamaan dengan teriakan sengsara. Tak memerlukan waktu yang lama sehingga teriakan menjadi melemah.


Hingga suasana sunyi kembali.


"Cih..." Lady Chi segera tersulut amarahnya. Kejadian ini berlangsung sangat cepat.


Dia terlalu meremehkan pemuda di depannya, sehingga pengawasannya luput. Kesepuluh anak buahnya telah ditumbangkan dengan cepat.


Sebuah sentakan tangan berisi kekuatan energi menghapus seluruh asap pink. Dari kejauhan bisa dilihat asap membubung tinggi dari dalam hutan.


Pemandangan jelas tersingkap. Lady Chi melihat jubah dengan masker hitam paruh moncong di depannya. Kemarahannya di ambang maksimal. Nafasnya makin cepat menyebabkan anugerah yang luar biasa memantul dari atas ke bawah, dari bawah ke atas.

__ADS_1


"Bocah tengik..."


Lady Chi meluncur ke arah pemuda jubah hitam moncong panjang dengan kecepatan kilat. Membawa kepalan tangan dengan kekuatan yang tidak ditahan sama sekali.


"Jadilah bubur..!!!"


BLARRRR....


Pukulan menyebabkan tanah meledak dengan guncangan hebat, beberapa pohon ikut tumbang dan tersapu oleh kuatnya efek dorongan energi.


"Cih..." Lady Chi segera menyusulkan serangan dengan tendangan kuat pada sasaran yang berhasil menghindari serangan pertamanya.


BLARRRR....


Ledakan yang sama juga meledak memecahkan beberapa batang pohon terdekat.


Lagi-lagi jubah hitam moncong panjang menghindarinya.


Namun hendak melancarkan serangan susulannya, Lady Chi segera menarik dirinya mundur jauh ke belakang. Lawannya melempar beberapa sumpit beracun di tengah kamuflase gerakan jubahnya.


Suara denting logam menandakan bahwa serangan sumpit telah digagalkan. Lady Chi cukup waspada dengan lawannya, meski terlihat sepele dia tidak bisa meremehkannya. Kelebihan lawannya adalah kegesitannya pikirnya.


Lady Chi dengan tatapan waspada, tangannya memainkan belati dengan anggun.


Lin Fan melemparkan bola ungu dari balik jubahnya dengan kelabat yang sangat cepat. Lady Chi segera menghindarinya.


Namun tembakan bola-bola susulan dan bertubi-tubi terus menerjangnya.


"Ah," Lady Chi tampak waspada karena di antara bola-bola ungu terdapat tiga bola merah yang sangat dekat dengan dirinya.


Tassss....


Bola merah meledak menghamburkan serbuk seperti tepung ke udara menyelimuti seluruh tubuh Lady Chi dengan segera. Dalam satu jentikan jari Lin Fan memicu percikan api ke arah serbuk yang tersebar.


BLARRR.....


Ledakan hebat dengan api merah ganas berkobar hingga membubung ke langit. Lady Chi dengan kultivasi tinggi pun harus berteriak lantang menanggalkan harga dirinya akibat rasa panas yang mampu mengikis pertahanan dirinya.

__ADS_1


AAAAAAARRRRGGGGHHHHHHHH..........


__ADS_2