
“Lei Teng, bagaimana bisa kamu menjadi alkemis pengembara?”
Lei Teng termenung. Dia seperti sedang mencari buku usang yang diletakkan di sudut terpencil di dalam gudang tua.
Tampak dia sedang membongkar kembali ingatannya terdahulu.
“Garis besarnya, kami berasal dari keluarga Lei di dunia keenam. Keluarga kami adalah keluarga dengan garis keturunan alkemis.”
“Keluarga kami sangat cemerlang dengan ratusan sekte rela memberi sembah sujud atas pil yang berkualitas.”
“Menjadikan kami sangat sombong dengan posisi kami yang sangat tinggi. Bahkan beberapa immortal berada dalam antrian panjang daftar pembuatan. Kami tidak begitu kuat secara kekuatan, namun di dunia keenam. Kami sangat kuat berpengaruh atas segalanya.”
“Aku adalah anak seorang tetua, sayangnya dia menikah lagi dengan seorang gadis fana yang sangat dia cintai. Ayahku dipaksa menceraikan dan aku dibuang tak diakui dalam daftar nama keluarga.”
“Aku sangat bersyukur kala itu. Harusnya hukuman untuk ayahku adalah mati, namun atas jasanya akhirnya dia dikurung.” Lei Teng mengakhiri cerita.
“Oh, begitu.... Dunia Keenam.” Mao Yu bersimpati.
“Sekte Pedang Surgawi ada di sana ?” Mao Yu mengingat Tua Ji dan Zhou Ren. Mereka juga berada di dunia keenam.
“Sekte pendatang baru dengan kekuatan yang tak dapat diremehkan. Terakhir aku mendengar kabar sekte ini melambung dalam beberapa dekade terakhir.”
“Dari sekte menengah biasa tumbuh menjadi kekuatan besar dalam waktu cepat.” Lei Teng menyampaikan informasi.
Lei Teng hidup dalam pelarian tanpa perlindungan siapa pun. Dalam waktu yang sangat panjang, dia masih hidup adalah bukti keuletan dan kecerdasannya dalam menyelesaikan setiap permasalahan.
Dia juga menumbuhkan bakat alkemisnya. Meskipun tidak diakui secara sah sebagai keluarga Lei, dia tetap tekun menjalani kehidupan sesuai jati diri sebagai pewaris darah alkemis.
Tanpa kekuatan besar yang mendukung bakatnya, pun dia mampu menjadi alkemis terkemuka saat ini.
__ADS_1
Alasan Lei Teng tidak mengikuti suatu kekuatan besar adalah agar tidak menimbulkan murka dari keluarga Lei. Bisa jadi malah membawa dampak buruk bagi sekte yang menaunginya.
Saat ini Lei Teng memberanikan diri berdikari di sekte Singa Perak. Karena saat dia memperoleh garam kristal utama, dia akan memiliki kekuatan untuk membela diri dan melindungi sekte di masa depan.
“Oya Lei Teng, apa kamu pernah mendengar tentang nenek kapas, gadis kapas, sekte kapas atau semacamnya dengan istilah kapas ?” Mao Yu sedikit berdegup saat bertanya.
Namun Lei Teng menggelengkan kepalanya mengakibatkan Mao Yu sedikit kecewa. Jalan panjang untuk menemukan neneknya masih buram.
“Jika tuanku mencari informasi, Night Lily, Guild Pembunuh atau Watcher adalah tujuan yang cepat.” Lei Teng memelankan suaranya.
“Ah, kenapa aku tidak berfikir seperti ini sejak dulu...” Mao Yu sangat terbantu dengan saran Lei Teng. Setelah bermain main di dunia keempat. Dia memiliki tujuan ingin menuju dunia keenam sekaligus mengunjungi organisasi-organisasi ini.
Akhirnya malam datang dengan sempurna. Bulan purnama menggantung di langit, permukaan danau berkilau perak. Tiap riak gelombang menimbulkan sensasi kerlap kerlip yang menyejukkan pandangan mata.
Dari kejauhan kereta yang ditarik enam kuda gagah melaju kencang menuju danau.
Mao Yu dan Lei Teng memandang titik kecil dari kejauhan yang semakin membesar.
Sayangnya kereta kuda tetap melaju dengan bangga hingga mendarat di depan perahu.
Mao Yu “ ... “
Lei Teng “ ... “
Kereta kuda bahkan tidak terganggu dengan gravitasi danau. Dengan persepsi alkemis yang tajam Lei Teng segera menangkan ada selubung cahaya biru sangat tipis yang melindungi kereta dan para kuda.
Ini mencegah tarikan kacau gravitasi dari danau.
Dengan suara derit yang khas, pintu kereta terbuka. Dua bintang kejora turun dengan disambut sinar bulan purnama.
__ADS_1
Angin langsung menyapu kedua wajah gadis sekaligus membelai rambut halus nan panjang.
INNNNN IIIINNNNNIIIIII..........
“Pendeta Suci Pegar..... !!!” Lei Teng melongo dengan mata tak mau percaya. Apakah teman Mao Yu yang dia bilang mau datang adalah gadis ini.
Astaga, Pendeta Suci Pegar adalah elite muda dunia keempat dikabarkan dapat menyaingi kekuatan para muda penerus kekuatan besar. Dia muncul dari lapisan strata terbawah. Putri seorang pendeta kuil biasa di sebuah desa terpencil. Menjadikan puteri ini semakin populer.
Dua bintang kejora melayang di atas danau. Melempar senyum disertai sepasang mata yang berkaca kaca. Melukiskan kerinduan yang terobati.
Dua pemuda kemudian turun dari kereta. Mereka adalah Wang Shan dan Chen Li.
Lei Teng ingin segera menyapa puteri untuk menunjukkan rasa hormatnya.
“Salam hormat kami kepada tuanku yang agung. Panjang umur dan terberkati...” Keempat muda mendahului sapaan Lei Teng.
Lei Teng langsung kendur rahangnya hingga perlu ke bengkel untuk dieratkan kembali dengan obeng dan tang.
Rasa terkejut menyeruak dari dalam dadanya. Dia saat ini merasa sesak, bahkan puteri pegar membungkuk dengan hormat! Dengan busur punggung yang sempurna!!!
Kepada bocah di sampingku, Mao Yu. Siapa bocah ini sebenarnya? Lei Teng jantungnya jogetan ala diskotik.
“Wang Jiao, Wang Shan.... dan Kamu bocah Chen Li....” Mao Yu mengangguk. Dengan disambut senyum ramah mereka bertiga.
Lei Teng seperti digodam kepalanya. Bahkan puteri mawar merah bersinar!!! Puteri mawar dari klan Wang yang desas desusnya tak kalah dibandingkan dengan puteri pegar saat ini berada di depannya.
Astaganaga! Dua elit tersohor dengan keindahan mengalahkan ribuan bidadari berada di depannya.
“Tuan Muda, kakek ini ?” Wang Jiao penasaran dengan Lei Teng yang dari awal tampak salah tingkah dan tergagap-gagap ndak jelas.
__ADS_1
“Ahahaha... Nelayan ikan. Aku numpang di perahunya. Hahaha... Jangan sungkan, dia hanya takjub dengan kereta mewah kalian. Jarang dia melihat benda bagus. Hahaha..“ Mao Yu memelototi Lei Teng.
Lei Teng “... ??? ...”