Legenda Raja Abadi

Legenda Raja Abadi
Jalan Pintas


__ADS_3

Kuda Mao Yu dan Li Hua telah keluar dari perbatasan kota kekaisaran.


Mereka memacu kuda dengan santai, bermaksud menikmati segala pemandangan di jalan. Cukup jauh mereka berkuda hingga akhirnya tiba pada sebuah persimpangan jalan.


"Tuan Muda, Kita harus memacu kuda ke arah utara. Mulai dari persimpangan ini kita harus mengambil jalan sedikit memutar untuk menghindari hutan lebat di depan kita." Li Hua menjelaskan jalur menuju ibukota pusat.


"Berapa lama perjalanan jika memutar? Berapa lama jika kita menerobos hutan ?" Mao Yu bertanya.


"Jika mengambil jalan memutar kita akan memakan waktu sepuluh hari. Jika kita langsung menerobos hutan dipastikan selama 3 hari kita akan sampai." Li Hua menjawab.


"Ambil jalan langsung kalau begitu." Mao Yu memutuskan dengan segera.


"Tuan Muda, di area terdalam hutan banyak sekali binatang buas level lima. Juga dimungkinkan yeng berlevel enam akan muncul juga." Li Hua segera menimpali dengan gusar.


"Berarti ini saatmu bersinar. Korbankan dirimu dan berikan kesempatan pada tuan mudamu yang lemah ini melarikan diri." Mao Yu mendengus.


Li Hua "..."


***


Akhirnya mereka berdua mengambil jalan lurus. Mao Yu cukup senang dengan pemandangan pohon-pohon di dalam hutan. Mengingatkan dirinya akan kampung halamannya.


Sedangkan Li Hua tampak lesu. Dia menolak sangat keras memasuki hutan berbahaya. Namun bagaimana cara menolak kemauan tuan muda ini.


Little Kong juga sangat gembira dengan hutan lebat. Dia merebahkan diri telentang di punggung kuda tepat di belakang Mao Yu duduk. Dia menikmati daun-daun yang bergoyang oleh tiupan angin.


Di hari pertama memasuki hutan, mereka merasakan sejauh ini perjalanan cukup aman. Tidak ada mara bahaya sama sekali.


Hingga malam telah tiba, mereka memilih tempat yang bagus dan memutuskan mendirikan camp untuk beristirahat.


Api unggun membantu memberikan pencahayaan bagi mereka. Perbekalan dikeluarkan, mereka sangat menikmati masakan Bibi Zhou yang secara khusus membuatkan bekal untuk perjalanan mereka. Hmmm, sangat lezat.


Melihat Mao Yu menikmati sajian bekal dengan lahap. Tetapi Li Hua tidak merasa begitu tertarik melihat makanan. Dia begitu gusar hingga nafsu makannya hilang.


Li Hua sangat stres berada di hutan yang sangat berbahaya ini. Akhirnya dia memilih banyak minum sake pembakar naga. Hingga mabuk dan tertidur.


Hutan sangat sunyi pada malam hari ini. Tak satu pun hewan malam bersuara.


***

__ADS_1


"Sampai kapan kalian semua akan bersembunyi? Keluarlah..." Mao Yu bersuara dengan keras.


Beberapa saat kemudian suara gesekan semak dan langkah kaki terdengar dengan jelas. Di depan bayang-bayang api unggun nampak segerombolan orang berpakaian hitam. Mereka berjumlah 30 orang.


Salah satu dari mereka maju. Dia adalah pemimpin grup.


"Serahkan dirimu, ikutlah dengan kami. Ini akan menjadi mudah saat kamu jadi anak yang penurut." Pemimpin grup mengancam Mao Yu.


"Siapa kalian?" Mao Yu mengernyit.


"Aku akan bicara jujur padamu. Toh kamu akan tahu cepat atau lambat. Kami adalah pasukan Klan Xin sekaligus penjaga Guild Dagang Night Lily." Pemimpin menjelaskan.


Hanya untuk menangkap anak kecil ini Putri Xin Feng harus mengerahkan kami semua. Apa istimewa anak tanpa kultivasi ini. Aku sendirian lebih dari cukup menumpasnya. Pemimpin grup sangat meremehkan Mao Yu. Bahkan tugas ini pun dirasa sangat mudah juga.


"Utusan Xin Feng? Karena kalian sudah mengatakan yang sebenarnya. Aku akan memberikan apresiasi atas keterbukaan kalian.  Terus terang aku sangat menyukai orang yang jujur." Mao Yu berkata.


"Cukup omong kosongmu. Kemarilah ... " Pemimpin grup mulai terbakar amarah.


Mao Yu mengabaikan mereka. Dia berjalan di samping kiri api unggun.


"Little Kong, Bangun.... Ada musuh datang, kamu harus melawan mereka." Mao Yu menggoyang-goyang Little Kong yang sedang ngorok. Goncangan sekuat tenaga Mao Yu tak dapat membangunkan Little Kong dari kemalasannya.


"HAHAHHA.... " Seluruh grup tertawa terbahak-bahak melihat target mereka meminta bantuan seekor monyet.


Mao Yu akhirnya jengkel dengan Little Kong.


"Kong Kong, kamu boleh makan dan menelan mereka semua." Mao Yu akhirnya berkata dengan keras di telinga Little Kong.


Telinga Little Kong bergerak gerak. Kalimat ini membangunkan dari tidurnya. Sementara para anggota grup lebih terpingkal-pingkal lagi. Mereka sangat menikmati lawakan gratis ini.


Little Kong bangun dan langsung meloncat di hadapan para anggota grup dengan berdiri dan tangan bertolak pinggang.


"HAHAHHA.... "


"HAHAHHA.... "


"HAHAHHA.... "


Sontak tawa menggelegar lagi di seluruh penjuru hutan. Para anggota grup melihat adegan topeng monyet di depan mereka.

__ADS_1


Tawa mereka malam hari ini adalah tawa terakhir mereka semua. Angin dingin berhembus membawa dedaunan yang jatuh dari dahan.


Dalam ramainya suara tawa. Mao Yu menatap mereka semua dengan mata menyipit.


Little Kong meloncat ke depan. Tubuh mungilnya membesar hingga berukuran tiga meter ke wujud aslinya sebagai Pembesar Bai.


Wujudnya kera besar jelek yang kehilangan hampir seluruh rambut nampak di hadapan seluruh anggota grup. Kera dengan penampilan yang sangat mengerikan.


Taring dan cakarnya terlihat dengan jelas terlihat putih berkilau. Walaupun keadaan hutan remang-remang hanya diterangi oleh cahaya api unggun.


BAMM... Begitu Bai Kong mendarat, tanah bergetar sesaat. Sebuah hantaman tinju dengan suara degghh langsung mengubah salah satu anggota grup yang paling dekat dengannya menjadi kabut darah.


HHWWWWOOOOORRRRR.......


HHWWWWOOOOORRRRR.......


Bai Kong mengaum keras menggetarkan seluruh hutan dengan kedua tangannya memukul-mukul dadanya.


Tawa berhenti total digantikan dengan keheningan. Sontak kepala mereka kesemutan dengan datangnya teror yang tiba tiba. Tubuh mereka bergetar dengan hebat.


Tak satupun anggota grup mampu membuka suara saat ini. Ini adalah ketakutan terhebat yang pernah mereka rasakan seumur hidup. Mereka tidak berdaya sama sekali.


Beberapa di antara mereka jatuh terduduk dengan tergagap-gagap. Beberapa dari mereka membasahi celananya masing-masing.


Beberapa masih memiliki kesadaran untuk lari sejauh mungkin, namun kaki mereka seperti dipaku dalam tanah.


Akhirnya teriakan demi teriakan terdengar bertubi-tubi dengan nada horor. Bai Kong mengamuk dengan mengoyak seluruh anggota grup.


Bai Kong menangkap satu per satu dari mereka dan mengunyahnya. Terkadang Bai Kong mengambil langsung tiga orang untuk dikunyah secara langsung.


Ada juga anggota yang tubuhnya meledak karena Bai Kong terlalu bersemangat. Genggamannya terlalu kencang.


Oh, sungguh pemandangan yang sangat mengerikan. Bai Kong akhirnya meraih orang terakhir yang menjadi pemimpin grup.


Ketika hendak ditusuk oleh taring Bai Kong. Mao Yu melihat tatapan mata orang itu menjadi kosong dan hampa.


Tatapan penuh dengan rasa ketakutan. Matanya mengatakan ketidakpercayaan atas nasib tragis yang dialaminya.


"Tuan Muda suara apa ini, sepertinya berisik sekali ?" Li Hua terbangun sesaat. Dia masih dalam posisi tidur tengkurap di atas tikar sebagai efek mabuk sake. Dia berkata dengan mata yang masih terpejam.

__ADS_1


"Kong-Kong sedang ngorok." Mao Yu menjawab.


"Ooh," Li Hua menyapu air liur yang menetes di pipinya. Kemudian melanjutkan kembali mimpi indahnya.


__ADS_2