Legenda Raja Abadi

Legenda Raja Abadi
Istana Putih


__ADS_3

Pemuda kekar, gadis centil dan pemuda cantik dari Sekte Lembah Sungai Gunung mengerutkan kening.


Sebagai sekte menengah, kedudukan mereka kali ini mendapat keberuntungan. Mereka dan lainnya terhindar dari infeksi kabut beracun.


Posisi mereka berada lebih jauh dari mulut gua.


Mau tidak mau mereka semua merasakan semua bulu merinding mendengar jeritan dan teriakan para murid kekuatan besar yang merana akibat rasa gatal yang hebat.


Tidak mengecualikan para korban memiliki basis kultivasi apa. Mereka dengan ranah tinggi pun tercemar oleh racun dupa buatan Lin Fan.


Racun dengan mudah memasuki pori-pori kulit mereka untuk kemudian menginfeksi qi di sekujur tulang.


Mereka yang merana meringkuk-ringkuk di tanah rasanya ingin menguliti daging mereka sendiri dan berfikir lebih baik menjadi makhluk kerangka saja.


Mereka yang selamat dari racun gatal dengan berat hati dan sabar untuk wait and see. Menunggu keadaan menjadi lebih baik untuk memasuki makam gua.


**


Sementara cahaya kuning memudar, Mao Yu dan rombongan telah mendapatkan diri mereka berdiri di tanah asing.


Sebuah padang rumput yang sangat luas dengan latar belakang pemandangan senja.


Trio sangat mengagumi pemandangan ini. Ini adalah kali pertama mereka memasuki ruangan independen dari sebuah makam terkubur.


Udara di sini cukup berat, mereka mencoba menggunakan kemampuan terbang mereka. Namun gravitasi seakan tidak mengijinkannya. Mereka ditarik kembali oleh kekuatan halus dari dalam tanah.


“Tuan Muda, Apakah ini tempat tujuan dari makam ahli ?” Wang Shan bertanya.


Mao Yu mengangguk.


Seketika mereka tak lagi bertanya kepada Mao Yu, padahal banyak sekali pertanyaan di pikiran mereka berputar di kepala. Kali ini Mao Yu tampak fokus dan sangat serius.


Mao Yu sedang meluaskan persepsinya untuk segera mengunci lokasi yang ingin dia tuju.


Lin Fan menginformasikan bahwa dupa akan terbakar habis 3 jam kemudian. Ini membuat Mao Yu memutuskan untuk membuat skema sesingkat mungkin berada di ruang independen ini.

__ADS_1


Mao Yu menggunakan gerakan sapuan ringan pada telapak tangannya, dengan berisi momentum jiwa. Seketika ruang di depan rombongan seperti tirai yang tersibak.


“INNN IIIIINNNNNIIIIIIII..............”


Trio membelalakkan mata.


Sebuah kastil besar yang terbuat dari batu berwarna putih kemilau muncul di hadapan mereka seperti menyaksikan pertunjukan sulap.


Aura kewibawaan terpancar dari seluruh bangunan megah. Menunjukkan keagungannya di depan semua pemirsa.


Istana ini memiliki aura seorang kaisar tinggi sedangkan trio yang memandangnya adalah rakyat jelata.


Mereka sangat kagum dengan kebesaran dan kemegahan istana ini. Mereka terkonfirmasi bahwa memang benar sekaligus sudah layak ini adalah makam seorang ahli terkemuka.


Mereka tak henti-hentinya memandang istana dengan rasa takjub. Mereka serasa ingin bersujud menyembahnya.


“Cukup kunjungi di lantai 2 bawah tanah, datangi pintu yang terbuat dari besi tembaga. Kemudian ketuk dengan irama 3-2-5. Ulangi tiga kali. Kuras semua yang ada di ruangan itu. Abaikan yang lain.” Mao Yu membubarkan kebengongan anggota rombongannya.


“Kembali ke posisi tepat di sini. Di titik ini dalam kurun waktu 2 jam.” Mao Yu memberi intruksi.


Segera setelahnya, Wang Jiao dan Wang Shan berlari dengan kecepatan kilat menuju istana putih.


Lin Fan menggeleng-gelengkan kepalanya.


“Apa kamu tidak penasaran dengan isi di dalam istana itu ?” Mao Yu menunjuk istana marmer putih yang sangat megah di depannya.


Lin Fan sekali lagi menggelengkan kepalanya.


Mao Yu “ ... ? ... “


Orang seusia remaja sudah seharusnya memiliki pikiran dengan rasa ingin tahu yang tinggi. Tampaknya hal ini tidak berlaku bagi pemuda Lin Fan.


Entah apa alasannya pemuda periang ini memiliki cara pikir yang demikian.


“Baiklah, Ikutlah denganku. Kemarilah, pegang bajuku erat-erat.” Mao Yu melambaikan tangannya pada Lin Fan.

__ADS_1


Mao Yu berjalan ke suatu arah tertentu, kemudian berbelok dan melangkah lagi. Hal ini dilakukan berulang kali hampir ke setiap arah. Lin Fan yang penuh tanda tanya diam saja tidak berkomentar atau bertanya.


Dia hanya menempel pada tuan mudanya dan mengikuti langkah kakinya.


Pada suatu langkah tertentu kedua pemuda tersebut terdistorsi dan tersedot ke dalam sebuah pusaran ruang. Menghilang sekejap dari area padang berumput.


Di dalam istana marmer putih


Kedua kakak beradik berlari dengan kecepatan kuda  menuju lantai dua bawah tanah.


Di sepanjang jalan dan koridor mereka melihat banyak sekali harta yang sangat melimpah. Melebihi kekayaan dari klan mereka sendiri.


Belum lagi banyak sekali ruangan tanpa pintu yang mereka lalui, perbendaharaan di dalamnya seolah melambai kepada mereka , mereka semua ngiler.


Wang Jiao meskipun seluruh badannya gemetar karena godaan harta tinggi dia tetap menguatkan tekadnya untuk tidak bergeming menoleh sedikit pun.


Sementara Wang Shan terus memukuli kepalanya dan mengomeli dirinya sendiri agar tidak tergoda dengan semuanya.


Berbagai macam jebakan mampu mereka hindari berkat sedikit tips yang dikirimkan Mao Yu melewati pikiran. Sejauh mereka mengambil langkah hingga kini masih terjamin aman.


Akhirnya duo tiba pada tujuannya yaitu sebuah pintu tembaga sederhana.


Duo saling pandang dan mengangguk.


“Shan-er, lakukan sesuai arahan tuan muda.” Wang Jiao meminta adiknya.


Wang Shan mengetuk pintu beberapa kali dengan irama khusus.


Jeglek.....


Mereka mendengar suara kunci telah dibuka secara otomatis. Tak menunggu waktu lama, mereka segera mendorong dan memasuki dengan serentak.


Whossshhh....


Udara hangat menyapu duo dari dalam ruangan, menghadirkan perasaan nyaman yang menyegarkan. Seolah membuat mereka berdua melupakan dunia dan melayang ke langit sebagai makhluk tertinggi.

__ADS_1


“INNNNN IINNNNNIIIIIIIIIIIIII..............”


Duo jatuh dengan pantat di lantai kemudian berteriak dengan mata terbelalak.


__ADS_2