Legenda Raja Abadi

Legenda Raja Abadi
Peti Mati


__ADS_3

Di tepi Danau Perak di sisi lain, yang jauh dari kompleks bangunan sekte.


Meja bundar diisi dengan peserta yang duduk dengan punggung tegak. Para emperor kali ini harus menahan tekanan dari pria tua suram yang memperkenalkan diri sebagai She Laode.


Meskipun jikia dibandingkan dengan mata matahari di istana putih sangatlah jauh. Keberadaan She Laode di tengah-tengah mereka cukup memberikan horor yang mencekam.


Di level apa pria tua ini berada. Mereka bertanya dalam hati dengan ngeri.


Pintu terbuka, sekor monyet kecil memasuki ruangan dan mengambil tempat duduk.


“Hmm, Iblis Ular...” Kong Kecil mencibir.


“Hanyalah kera biasa... “ She Laode membalas cibiran.


Sementara Si Oranye sangat canggung dengan keadaannya.


“Ambil bentuk manusia...” Mao Yu memberi perintah.


Kong Kecil segera bertransformasi menjadi pria pruh baya dengan perawakan bugar dan atletis.


Sementara oranye menjadi sosok pemuda berambut merah seumuran dengan Mao Yu.


“Mereka adalah Bai Kong dan Niu Wan.” Mao Yu memperkenalkan.


“Kalian berenam adalah rekan mulai sekarang. Aku memberikan misi untuk kalian semua.” Mao Yu berkata dengan fokus.


Enam pasang mata pun mengunci setiap perkataan yang tuannya maksud.


“Black Castle, Dunia terisolir di utara Pegunungan Tengkorak Salju. Dijaga ketat dengan Klan Cheng sebagai penguasanya.”


“Masuklah ke sana, Datangi lantai pemakaman di bagian paling dasar dari struktur bangunan kastil. Ambil peti mati kaca berikut mayat perempuan Bangsa Yao di dalamnya.”


IIIINNNNN IIIIINNNNNNNIIIIIIIIIIIIIIII.............


Tiga emperor terperangah dalam keterkejutan yang maha ampuh. Menyerbu Klan Cheng adalah tindakan bunuh diri. Bagaimana ini semua mungkin?


Klan Cheng terkenal secara rahasia yang beredar di kalangan terbatas memiliki selusin emperor. Fondasi klannya sangat kuat karena berdiri di atas Castle Black.


Belum lagi mereka meliliki leluhur yang bekerja sebagai petinggi utama watcher pusat dunia ke-13. Otoritasnya akan gila-gilaan.


Bangsa Yao? Bangsa Tabu.


Tiga emperor menutup mulut dengan erat, menggunakan kedua tangannya.


“Tuan... Bagaimana jika...“ Tiga emperor khawatir.

__ADS_1


“Tanpa membunuh seorang pun Orang Cheng... “ Mao Yu menjawab singkat.


“Hahahahaha... Hahahahaha... “ Bai Kong dan She Laode tertawa terbahak-bahak.


“Apakah menurut kalian ini tugas yang lucu dan mudah? Ini bisa mengangkut nyawa kami dengan syarat seperti itu...” Empress Fire Phoenix menyela.


“Remeh...” Bai Kong mencibir.


“Ujung kuku ... “ She Laode mencemooh.


Wang Kun “ ... “


Empress Fire Phoenix “ ... “


Emperor Myriad Mountain “ ... “


“Aku memerlukan waktu secepat mungkin.” Mao Yu menatap semuanya dengan serius.


“Aku saja cukup...” Bai Kong menawarkan diri.


“Aku saja cukup...” She Laode tak mau kalah.


“Berdua sekarang... dan datang kemari sebelum matahari terbit.” Mao Yu melemparkan giok memori hasil dari interogasi Bibi Bu atas Paman Ketiga Cheng An.


Dengan sekejap mata Bai Kong dan She Laode menghilang dari pandangan.


“Tidak, soalnya aku memerintahkan kepada mereka nol pembubuhan.” Mao Yu menjawab singkat.


“Apakah mereka mampu?” Empress Fire Phoenix sangat khawatir.


“Jangan meremehkan mereka.” Niu Wan menyahut.


“Salah satu dari mereka dengan mudah membunuh 1.000 emperor seperti kalian dengan satu lambaian tangan.” Mao Yu masih menjawab dengan datar.


IIIINNNNN IIIIINNNNNNNIIIIIIIIIIIIIIII.............


Pikiran Mao Yu masih menerawang ke tempat yang sangat antah berantah. Dia sedikit kesulitan mencerna kalimat demi kalimat yang disampaikan She Laode.


“Sial, bagaimana aku bisa melawan surga dengan aku yang seperti ini? Bahkan dengan pengikutku yang masih sangat lemah seperti ini?”


“Sial, Sampai kapan aku bisa membangun basis kekuatan yang bisa mengimbangi surga...”


“Sial, Apakan Tembok pemisah di dunia ketigabelas dan jalur bypass di dunia pertama akan bertahan cukup lama lagi?”


Mao Yu tenggelam dalam kontemplasi.

__ADS_1


DEBAMMM....


Peti mati kaca terbanting di ruangan pondok mengagetkan semua orang. Bahkan ini belum matahari terbit. Mereka hanya sekitar dua jam saja meninggalkan kami. Ketiga emperor linglung.


Mereka segera merangsak menuju peti mati dari kaca.


Astaga...


Astaga...


Terbaring di dalam peti mati kaca seorang gadi jelita yang sangat cantik dengan kulit berwarna kemerahan.


Rambutnya menjutai lurus dengan hidung mancung dan telinga runcingnya.


Kulitnya terlihat lembab halus seperti kulit bayi. Di sedikit bagian pelipi dan punggung telapak tangannya terdapat sisik sisik indah seperti terbuat dari batu ruby.


“Bangsa Yao...” Emperor Myriad Mountain menggumam.


Jantung mereka berdesir hebat.


“Putri satu-satunya Yao Hu, Patriark Klan Yao.” She Laode mencemooh.


“Dari kisah yang ditulis di buku perang zaman dulu, puteri ini mendapatkan kematian tragis karena asmara.” Empress Fire Phoenix menyesalkan.


“Buka petinya.” Mao Yu bergumam.


“Tuan..!!!” Tiga emperor terkejut namun Mao Yu mengabaikannya.


Dengan penyaluran energi yang cukup rumit, She Laode dan Bai Kong berhasil memecahkan segel yang mengunci peti mati.


Lihat betapa cantiknya gadis Yao ini. Dia terlihat seperti tidak mati, dia hanya tertidur.


“Ambil kalungnya.” Mao Yu memerintahkan


Empress Fire Phoenix yang dia juga adalah sebagai wanita bergerak secara naluriah untuk mengambil kalung dari gadis Yao.


Sedikit gemetar dia meraih dan melepaskan kalung dari leher.


Tangannya tak sengaja menyentuh bagian kulit leher. Oh, sangat lembut dan terasa sangat hangat. Masih lembab dan apakah benar gadis ini sudah meninggal?


Mao Yu segera menimang kalung yang diberikan padanya.


“Masih tersimpan sedikit jiwa di dalamnya. Aku akan menghidupkannya.” Mao Yu bergumam.


“TUAN !!!!”

__ADS_1


Tiga emperor terperanjat.


MALAPETAKA BESAR !!!


__ADS_2