Legenda Raja Abadi

Legenda Raja Abadi
Show Time


__ADS_3

Kelompok Shen Mubai berada di aula utama pelataran inti.


Mereka kedatangan tamu lagi di antaranya adalah Jing Jun, Fang Yi, Tua Shi berikut dua tua watcher rekannya.


Mereka saling menyapa dan membiasakan diri. Hanya Biksu Changyi yang tampak tersenyum saja tanpa banyak bicara. Dia seperti masih tenggelam dalam doa peribadatannya.


Mereka tampak saling berdiskusi dengan antusias.


“Arsitektur yang sangat mengagumkan. Kesan kuno dan megah.” Watcher kurus memuji.


Mau tidak mau Shen Mubai merasakan bangga atas pengakuan dari seorang ahli.


“Bangunan ini didirikan dengan melibatkan puluhan ribu kultivator, apa tidak berbahaya jika mereka membawa salinan desain ke dunia luar?”


“Ini sangat berbahaya jika dijual kepada musuh.” Watcher kurus tampak serius.


Permasalahan dari pembangunan yang melibatkan banyak orang adalah wajar jika mengakibatkan kehawatiran seperti ini.


Dalam pembangunan situs penting seperti ini, biasanya kekuatan besar menghabisi seluruh pekerja saat proyek dinyatakan selesai. Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah Benteng melakukan hal yang sama kepada para pekerja.


Shen Mubai mengeluarkan sebuah item berbentuk bunga krisan yang terbuat dari kaca kristal. Dia mulai memaparkan pada peserta yang hadir.


“Dari awal, kami mendata semua pekerja. Saat registrasi awal melakukan pekerjaan, mereka melakukan registrasi dengan cara meneteskan darah mereka pada kristal bunga ini.”


“Kristal bunga ini menandai keberadaan mereka dengan mengikat origin yang mereka teteskan melewati darah.”


“Bunga kristal ini dioperasikan oleh Biksu Changyi. Barang siapa pekerja keluar dari area dalam radius tertentu selama pekerjaan masih berlangsung. Biksu Changyi akan menguapkan menjadi abu dalam seketika.”


“Selama proses berlangsung 34 pekerja dilenyapkan.” Shen Mubai menghela nafas.


Para peserta mengangguk, mereka telah memahami sebagian dari apa yang mereka khawatirkan.


“Lantas bagaimana dengan pekerja setelah mereka menyelesaikan pembangunan ?” Watcher kurus sekali lagi bertanya.


“Tentu kami tidak melenyapkan mereka semua seperti yang mungkin kalian duga pada umumnya.”


Shen Mubai mengeluarkan papan kayu dengan banyak diagram di atasnya. Dua wathcer terkejut sekaligus terperangah atas harta tersebut. Ini harta tertinggi.

__ADS_1


Bunga kristal diletakkan di atas papan diagram.


“Para pekerja masihlah dianggap rendah oleh papan diagram ini. Dengan mudah dapat menghapus seluruh ingatan mereka dari awal.”


“Kami mengadakan pesta besar seusai proyek selesai. Mereka menganggap diri mereka sendiri mendapat kehormatan untuk diundang berpesta dalam perayaan peresmian benteng.”


Dua watcher sangat terkejut dengan kemampuan diagram kayu. Mereka saling pandang dengan nafas panjang. Perkataan Tua Shi atas peringatan jangan bermain main dengan benteng tampaknya bukan gertakan belaka.


“Namun, Bahan dari bangunan ini adalah batu dan kayu fana biasa. Bagaimana bisa bertahan dengan gempuran musuh yang menyerang ?” Watcher kurus bertanya sekali lagi.


Ini juga menjadi pertanyaan yang sama bagi semua hadirin. Tanpa kekuatan yang memadai, bangunan benteng hanyalah keindahan arsitektur belaka.


Saat lawan memukul tembok, akan hancur dengan mudah seperti kerupuk.


Shen Mubai juga berfikir demikian, dia tidak menjawab pertanyaan ini. Situasi menjadi sedikit hening.


“Maka saatnya tiba untuk mengujinya.” Mao Yu muncul di hadapan hadirin.


“Salam tuan muda...” Semua hadirin berdiri dari tempat duduk untuk membungkuk memberi salam hormat.


Dia tampak seperti remaja normal dengan rambut pendek lurus dengan kulit kecoklatan. Tidak ada riak energi kultivasi sama sekali. Wacher saling menduga, jika ini keadaanya. Pemuda di depannya adalah ahli yang tersembunyi.


Kelompok berduyun duyun keluar aula.


Biksu Changyi membuat awan dan menerbangkan seluruh peserta keluar benteng. Dia mendaratkan pada sebuah bukit dengan spot pengamatan terbaik.


“An Ming, dirikan tenda dan kursi untuk semua peserta !” Chen Dewei dengan tanggap memerintahkan batalyon komando untuk membuat pengaturan.


Segera setelahnya masing-masing orang mendapatkan tempat duduknya.


Mao Yu mengeluarkan sebuah payung kertas. Dia melemparkan ke angkasa, patung berputar dengan cepat membentuk kubah raksasa. Mengisolasi benteng dan hadirin dari dunia luar.


“Pertahanan yang gila !!!” Dua Watcher berseru.


Mao Yu mengeluarkan sebongkah batu kuning yang tampak seperti belerang.


“Pak Tua Shi, lempar benda ini ke tanah terdekat dengan benteng.” Mao Yu membuat permintaan.

__ADS_1


Tua Shi segera menimang batu yang berada di tangannya. Batu terasa sangat berat seperti dia memegang sebuah gunung.


Uniknya semakin dia menunda melempar batu itu membawa beban yang semakin berat, awalnya terasa seperti sebuah gunung. Kini menjadi dua, tiga, empat.


Takut karena tak sanggup menahan beban berat seperti pengunungan, Tua Shi segera melempar bongkahan batu kuning.


Hadiri melihat bongkahan batu kuning tenggelam ke dalam tanah.


“Menguatkan struktur tanah... “ Tua Shi bergumam.


Dua Watcher tertegun sesaat, harta yang luar biasa. Demikian juga dengan yang lainnya.


Hadirin belum menemukan ketenangannya kembali, namun mereka meloncat dari kursi yang mereka semua duduki.


“INNN... INNNIIIII.....!!!”


Di tangan Mao Yu terdapat harta immortal dengan denyut origin yang sangat sombong. Tak seperti kedua harta sebelumnya yang low profile.


Cahaya keangkuhan terpancar dari sebuah totem mini berbentuk kura-kura.


“Pertahanan tertinggi. Kelas immortal...!!!” Dua watcher berkata serempak. Ini adalah pemandangan seumur hidup mereka. Mereka memiliki hak menyaksikan harta immortal dengan mata mereka sendiri.


Harta seperti ini hanya ada ada di kantor pusat watcher.


Semua hadirin bergetar dengan rasa kekaguman dan kehebatan atas apa yang mereka saksikan kali ini. Mereka merasa diri mereka istimewa karena menjadi anggota dari benteng. Membuat rasa kepercayaan diri mereka meningkat sekali lagi.


Bahkan Biksu Changyi tak henti hentinya melantunkan doa. Dia juga terkejut.


“Tuan, anda menggunakan harta ini untuk perlindungan benteng ?” Tua Shi akhirnya bertanya dengan suara bergetar.


“Siapa bilang, ini untuk melindungi kita di tribun penonton.” Mao Yu merengut.


“Biksu Changyi, serang benteng dengan mengeluarkan kemampuan yang kamu capai saat ini !” Mao Yu kemudian membuat perintah.


“Amitabha...” Biksu Changyi beranjak dari kursinya.


“Harta immortal bukan untuk melindungi benteng, tapi untuk kita yang berada di tribun ini ?” Semua peserta saling pandang dengan bertanya-tanya.

__ADS_1


__ADS_2