Legenda Raja Abadi

Legenda Raja Abadi
Ada Penyusup


__ADS_3

Di suatu malam perkelahian terjadi di halaman depan Paviliun Shen.


Shen Mubai berhadapan dengan seorang penyusup dengan wajah tertutup kain. Pertarungan cukup sengit dan lama di antara keduanya.


Shen Mubai menggunakan sarung tinju besi. Sedangkan penyusup menggunakan pedang.


Suara dentang logam berbenturan membangunkan orang-orang. Beberapa pelayan mengintip dengan takut bersembunyi dari dalam rumah.


Sedangkan para crew yang bertugas menjaga keamanan cukup menonton pertunjukan secara langsung.


Shen Mubai melangkah dengan kuda kuda yang sangat mantap. Tiap gerakannya kokoh bagaikan gunung.


Pukulan demi pukulan dilayangkan kepada penyusup selaras dengan pergerakan kaki.


Penyusup juga tak kalah hebat. Gerakan pedangnya meliuk-liuk seperti batang bambu yang didorong angin. Dia dengan gesit menghindari pukulan-pukulan Shen Mubai.


Sambil menghindar dengan elegan, pada saat yang tepat pedang dia tebaskan pada Shen Mubai.


Shen Mubai selain memukul dia juga harus bertahan. Sabetan pedang dia tangkis dengan sarung tangan besi. menimbulkan percikan api.


Zhao Ren yang memikul pedang besar di punggung menyaksikan keduanya dari kejauhan. Pedang selalu dia bawa ke mana pun dia pergi. Sebagai bentuk pelatihan untuk fisiknya.


Saat ini dia dengan takjub melihat pertunjukan di depan matanya. Dia menangkap gerakan demi gerakan.


Berusaha membayangkan dalam imajinasinya bahwa dia juga akan dapat mencontoh gerakan-gerakan itu di masa depan. Tangannya terkepal, semangat bertarungnya mulai membara.


"Layak dinikmati, Huh.." Mao Yu datang dari arah belakang Zhao Ren.


"Tuan Muda..." Zhao Ren menjawab.


Zhao Ren segera menangkupkan tinju memberi salam kepada tuan mudanya. Kemudian mereka berdua lanjut menyaksikan perkelahian yang makin intens. Hampir pada tahap penyelesaian.


Namun sayangnya, usia dan pengalaman tidak dapat dibohongi. Keunggulan ini hanya dimiliki oleh Shen Mubai.


Penyusup melakukan satu kesalahan yang dapat dimanfaatkan dengan baik oleh Shen Mubai.


Sebuah jab keras akhirnya menghantam perut penyusup. Membuatnya jatuh tersungkur.


"Ren-er sudah selesai, ayo kita tunggu di dalam !" Mao Yu mengajak Zhao Ren. Keduanya berjalan menuju aula utama.


"Tangkap !!" Shen Mubai berteriak kepada Crew.

__ADS_1


Para crew dengan gesit dan cekatan segera mendatangi penyusup. Beberapa memegang dengan kuat dan sisanya mengeluarkan tali. Mereka mengikatnya.


Beberapa saat kemudian penyusup sudah dalam keadaan tertunduk dibawa ke aula utama. Di sana Mao Yu dan Zhao Ren menunggu.


***


Di aula tengah penutup wajah penyusup dibuka. mereka semua menyaksikan wajah seorang pemuda 20 tahun yang cukup tampan.


Dari warna kulitnya terlihat sangat terawat. menunjukkan dia berasal dari kalangan elit.


Saat suasana sedang dalam keadaan tegang, Paman Zhao tiba-tiba muncul meluncur dari arah pintu aula menuju kerumunan.


"Kontribusi Keluarga Zhao !!!" Paman Zhou berteriak dengan mantap.


"AWWCCHHH...." Penyusup berteriak.


Paman Zhou menyabetkan surai ekor kuda tepat di wajah penyusup hingga meninggalkan warna merah menyala.


Akhirnya Paman Zhou menemukan salah satu fungsi kocokan ekor kuda. Sangat lega rasanya dia berpose bangga.


Rasa panas menyengat di wajah menyusup. Dia menahan dengan meringis. Seluruh wajahnya yang terkena sabetan muncul guratan-guratan tipis merah merona.


Mao Yu seperti mendapat inspirasi dari tindakan Paman Zhao.


Zhao Ren segera berlari ke halaman kamar tuan mudanya dengan susah payah karena dia menggendong pedang yang sangat besar di punggungnya.


Penyusup " ... "


Dalam hati penyusup ini merasa was-was. Tak sekalipun dalam hidupnya dia dalam keadaan seperti ini. Diperlakukan seperti ini. Namun kali ini dia harus pasrah pada nasib.


***


Zhao Ren datang dengan memegang Little Tan. Sekarang Little Tan sudah menjadi binatang buas tahap pertama. Karena tiap hari rutin diberi makan buruan Li Hua.


Ukurannya sekarang sebesar dua telapak tangan orang dewasa. Warnanya hijau tua menjadi lebih tajam dan rahangnya makin terlihat kokoh.


"AWCHHH...."


"AWCHHH...."


"AWCHHH...."

__ADS_1


Jeritan demi jeritan menggema di kompleks Pavilun Shen. Seiring berjalannya waktu. Makin lama jeritan makin melemah hingga susana malam menjadi sunyi kembali.


Little Tan mendongakkan kepala nampak sangat puas malam ini. Dia menggigit hampir seluruh tubuh penyusup.


Kini penyusup terkulai di lantai tak berdaya serasa mati lemas. Pakaiannya sobek di mana mana dengan bekas luka gigitan hampir di seluruh tubuh.


"Satu penyusup yang lain melarikan diri. Kultivasiku tak cukup sepadan untuk mengejar." Li Hua yang baru bergabung dengan kerumunan menyampaikan informasi.


Shen Mubai menerima laporan dengan mengangguk.


Dalam pikiran si penyusup. Betapa beruntungnya nasib temannya yang dapat melarikan diri. Tak perlu merasakan seperti apa yang dia alami saat ini.


Penyusup mengutuk dirinya sendiri karena cukup sial bisa tertangkap hingga mendapatkan perlakuan tak manusiawi seperti ini. Dia rasanya ingin menangis.


"Kedai Hwa lantai kedua meja nomor 12. Katakan siapa namamu dan dari mana kamu berasal?" Mao Yu mengenali wajah penyusup ini.


Pengamatan tuan muda sungguh jeli dan teliti. Li Hua dan Shen Mubai saja tidak mengenali wajah penyusup ini. Namun tuan muda mereka mampu menyebutkannya. Dalam hati mereka makin hormat pada Mao Yu.


"Chen Dewei, murid langsung Kepala Sekte Mutiara Terbit dari benua tengah." Penyusup memperkenalkan diri.


"Lanjutkan penyiksaan kalau kalian menginginkan kehancuran total." Chen Dewei mengancam.


"Oke... Tan Tan kecil, Maju !" Mao Yu mengabaikan ancaman.


"TIDAAAAAKKK........ "


"ADUDUHHHH...."


"ADOWHHH...."


"AWCHHH...."


Melihat Little Tan beraksi lagi mereka tak lagi merasakan puas seperti sebelumnya. Seluruh kerumunan kini diam seperti membeku.


Astaganaga !!! Seluruh kerumunan seperti tak mau menerima fakta yang barusan mereka dengar. Baru saja mereka menganiaya seorang penerus sekte nomor 1 di benua tengah. Bisa dikatakan ini adalah sekte terkuat di seluruh benua. Mereka semua seakan mau mati lemas. Hal ini jelas akan membawa bencana dan nasib buruk ke Paviliun Shen.


Dalam satu perintah sekte ini pernah menghancurkan sebuah sekte elit yaitu Sekte Naga Terbang di benua timur karena masalah sepele. Karena sebuah kesalahpahaman. Salah satu crew mengingat dengan jelas kejadian ini sekitar lima tahun yang lalu.


Lalu bagaimana dengan Paviliun Shen jika dibandingkan dengan sekte elit itu? Tentu Paviliun Shen tidak ada apa apanya jika dibandingkan dengan Sekte Naga Terbang. Membayangkan ini Shen Mubai tampak bengong, fisiknya berada di sini namun nyawanya nampak sudah setengah langkah di alam baka.


"Oh. Jadi sekte terkuat? Bagus kalau begitu mereka pasti kaya raya. Li Hua tulis surat ke Sekte Mutiara Terbit. Kirim ke Guild Makelar untuk membawanya ke sana. Tuan Mudamu yang gagah ini minta tebusan untuknya." Mao Yu berkata kepada Li Hua.

__ADS_1


Semua orang yang berkerumun melotot hingga mata mereka seakan mau lepas ke arah Mao Yu.


"Kalian ini apa-apaan?" Mao Yu mengernyit.


__ADS_2