Legenda Raja Abadi

Legenda Raja Abadi
Duel Emperor


__ADS_3

Di dunia kura kura tua.


Wang Kun berhadapan dengan seorang tua dengan penampilah selangkah menuju liang lahat.


“Emperor Myriad Mountain...” Wang Kun menyapa.


“Emperor Red Glow... Kamu cukup sehat dan bugar.” Emperor Myriad Mountain tampak sedikit kecewa dengan keadaan lawannya.


“Aku tidak menyiapkan apu pun untuk kedatanganmu hari ini.” Wang Kun berkata.


Emperor Myriad Mountain memiliki warna wajah sedikit berfikir. Kekuatan apa yang mampu menyeret level pesohor seperti dirinya, memaksanya mamasuki wilayah ini.


Lagipula dia meninggalkan keturunannya di Sekte Lembah. Mau tak mau dia pun sedikit berfikir.


“Usia senja sebaiknya tidak memikirkan hal-hal yang terlalu jauh. Serahkan pada yang muda.” Wang Kun menambahkan.


Emperor Myriad Mountain memasang wajah kecut.


“Kamu ingin mengulang pertempuran kita?” Dia segera menyimpulkan dari keadaan yang terjadi saat ini. Hanya ada Emperor Red Glow di depannya, yang setingkat dan sebanding. Apalagi kalau tidak mengadakan acara duel.


“Dengan adil.” Wang Kun berkata tegas.


“Empress Fire Phoenix... Dia datang hanya menginginkan hartamu.” Emperor Myriad Mountain menggerutu.


“Harta yang kuperoleh dari tanah rahasia... “ Wang Kun tampak sedikit nostalgia.


“Biarlah, aku sudah tak memerlukannya lagi.” Wang Kun telah mendapatkan pengganti yang sangat jauh lebih bernilai dan berharga dari yang didapatkan sebelumnya.


Keduanya terdiam.


“Woyy... Kalian sampai kapan terus ngobrol. Ayo Pukul... Pukul...” Mao Yu melambai-lambai dari salah satu menara di istana putih.


Wang Kun “ ... “


Emperor Myriad Mountain “ ? ? ? “


Lei Teng “ ... “


Cheng An yang terikat “ ... “


Paman ketiga yang diborgol “ ... “


“Siapa anak lancang di sana ?” Emperor Myriad Mountain meraung dengan kekuatan penuh.

__ADS_1


Suaranya menggelegar dengan riak energi yang mampu menghancurkan Mao Yu dalam sekejap.


Ah, namun sayang saat menghampiri Mao Yu hanya merasakan angin sepoi-sepoi yang sangay sejuk dan nyaman.


“Bibi Bu tolong tuangkan teh dan bawakan biskuit kering yang banya...” Mao Yu duduk dengan santai.


“Mohohoho....” Bibi Bu menggelinding menuju dapur.


Emperor Myriad Mountain “ ... “


Aku sangat tidak dihargai. Bah,


Orang dengan otoritas tinggi memang gampang marah ya...


Dari tribun penonton, Mao Yu dan pengikutnya melihat langit terbelah menjadi dua. Langit yang dikuasai rona cahaya merah tua dan langit yang didominasi oleh aura keabu-abuan.


“Hukum Vitalitas, Emperor Red Glow...”


“Hukum Pelayuan, Emperor Myriad Mountain...”


Paman Ketiga Cheng An menggumam. Disambut dengan jantung berdegup milik Lei Teng dan Cheng An.


Jadi mereka ke sini untuk menonton pertunjukan duel.


IIIINNNNNN..... IIINNNNNNNNIIIIIIIIIIIIIII.................


Lei Teng mau ambruk, bahkan dia duduk dan bergurau satu meja yang ternyata adalah Emperor Red Glow. Dia merosot dari tempat duduknya, dia ambles lemas dengan bahu lunglai.


Mao Yu mencondongkan tubuhnya dengan antusias. Cangkir teh berkali kali cepat kosong, dengan sigap diisi kembali oleh Lady Bu. Mulutnya tak henti-henti mengunyah biskuit kering dengan nom nom penuh.


“Ayo Pukul.. Pukul lagi... Tendang... Tendang... “ Mao Yu bersemangat.


“Bah, Cerewet !!!” Emperor Myriad Mountain muntab.


Pertarungan makin memanas. Inilah pertarungan antara dua emperor. Tiap langkah gerakannya mengandung energi hukum yang kuat. Getarannya, efeknya dan dahsyatnya.


Dunia ini cukup solid dan kokoh. Jika pertempuran semacam ini di terjadi di dunia keempat, pasti akan menimbulkan kerusakan yang sangat hebat.


Sebagai tokoh terkemuka di Klan Cheng, Paman Ketiga lebih banyak mengetahui fakta fakta terkait hal seperti ini.


“Ayo... Gunakan gerakan dengan energi utama. Buat kembang api lebih besar... Yang lebih mantap... Yang ramai... Yang heboh...” Mao Yu teriak-teriak.


“Bah Bawel !!!” Emperor Myriad Mountain makin tak tahan dengan bocah ini.

__ADS_1


Emperor Red Glow telah dia rasakan tumbuh dengan perkalian lipat. Dia pun merasa sangat kewalahan menghadapinya saat ini. Ditambah suara dari tribun yang membuatnya makin sebal.


Sesekali Emperor Myriad Mountain melepaskan serangannya ke menara tempat bocah ini berada. Namun semuanya sia-sia, semacam ada yang menawarkan dan meniadakan potensi penghancurannya. Hanya angin sepoi-sepoi yang tiba di menara.


Suasana hatinya makin tak enak. Wajahnya yang tampak kurang darah terpaksa harus berwarna merah menahan kemarahannya.


Emperor Myriad Mountain mulai merapal mantra dan membuat gerakan pamungkasnya.


Wang Kun sedikit waspada.


Sebuah pedang berkarat dihunus oleh Emperor Myriad Mountain. Energi pelayuan secara serta merta membombardir dan menekan Wang Kun.


Wang Kun menepisnya dengan membuat selubung tipis merah kecoklatan.


Desis dengan asap berbau sangit tercium saat hukum pelayuan mencoba mengikis energi pertahaman Wang Kun.


“Senjata Pamungkas? Aku juga punya.” Wang Kun mengantisipasi serangan utama Emperor Myriad Mountain.


Dia mengenakan cincin terbuat dari kayu.


Wang Kun melakukan gerakan dengan mudra yang rumit dengan sangat cepat. Ini membuat rona merah kecoklatan yang membungkusnya makin berpendar dengan solid.


“Rasakan ini...” Emperor Myriad Mountain menyabetkan pedang berkarat dengan kasual. Namun membawa hukum pelayuan dengan kekuatan yang mampu meluruhkan segalaya.


Ya, ini adalah serangan puncaknya.


Sementara Wang Kun memaparkan telapak tangan kanannya ke arah serangan pedang dengan santai


“Red Gloy Mahogany Movement, Gaya Kelima...” Wang Kun menggumam.


Dua kekuatan yang sangat besar, sangat mengkancurkan akan saling berkontak langsung.


Mao Yu berdiri dari tempat duduknya dengan mata yang berbinar-binar.


IIIINNNNN IIIIIINNNNNNIIIIIIIIIIIIII.......


Sementara yang lainnya kecuali Kong Kecil dan Oranya terbelalak dengan mata bundar mulut melongo.


Mereka menyaksikan dengan mata kepala sendiri. Tepat di depan mereka. Sangat jelas !!! Sangat Nyata !!!


Kesempatan super langka. Tak semua orang bisa melihat yang seperti ini dalam seumur hidup mereka.


Duel level emperor saat keduanya menggunakan serangan terkuatnya.

__ADS_1


__ADS_2