
“Dengan tiga gerakan.” Biksu Changyi berkata santunn kemudian terbang meninggalkan tribun.
Biksu Changyi melayang-layang di udara.
Tangannya membentuk mudra dengan gerakan halus. Peserta di tribun mendengarkan dia melantunkan senuah mantra doa.
Biksu Changyi membuka tatelapak tangannya ke udara. Dia mengarahkannya kepada Benteng Tua leluhur.
Seketika cuaca menjadi berubah, angin berhembus kencang dan terserap dalam telapak tangannya. Para penonton melihat Biksu Changyi menjadi bersinar dengan warna keemasan.
Origin terserap dengan cepat di telapak tangannya.
“Sangat gila, kekuatan Biksu Changyi bisa memusnahkanku menjadi abu seketika dengan tamparan kasualnya.” Fang Yi melotot.
Jing Jun dan Chen Dewei tampak fokus melihat bagaimana origin dengan dila terserap dan memadat di telapak tangan Biksu Changyi.
Ahli yang menonton di tribun pun mau tak mau harus mengakui bahwa Biksu Changyi sangat mumpuni.
“Pertahanan yang disiapkan tuan muda sangat super. Sepertinya ini baru permulaan.” Li Hua bergumam. Disambut anggukan setuju dari semua pihak.
Tak berhenti di situ saja. Penonton terbelalak saat Biksu Changyi mewujudkan sebuah gambar buddha agung di belakangnya. Berwarna keemasan dengan memancarkan aura yang sangat saleh.
Penonton seperti melihat buddha itu sendiri. Mereka terdorong untuk membuang kursi dan bersujud di hadapannya.
Bayangan budha pun melakukan gerakan yang sama dengan Biksu Changyi. Dari telapak tangannya yang sangat besar, origin dengan gila memadat. Seluruh kekayaan dunia pertama serasa dihimpun di telapak tangan agungnya.
“Luar biasa! Serangan ini mampu meratakan sekte kelas wahid. Orang-orang di sekitar tuan muda tak dapat diremehkan.” Watcher gemuk merasa lututnya sedikit gemetar.
Menyadari bahwa dia dan rekannya jelas kemampuannya jauh di bawah Biksu Changyi.
Hati penonton makin berdebar saat Biksu Changyi membuat gerakan anggun berupa tamparan kasual.
Origin menggelegak seketika. Jika tanpa harta immortal pertahanan Mao Yu mereka jelas sudah pasti akan terseret oleh kekuatan dan tergerus menjadi bubur tepung.
Gerakannya diikuti dengan selaras oleh buddha agung di belakangnya. Dua tamparan dengan daya hancur besar.
“Salam Dari Pertobatan !” Biksu Changyi meneriakkan gerakannya.
Gemuruh memekakkan telinga, origin dengan daya hancur kuat dilepaskan dengan target Benteng Tua leluhur.
__ADS_1
Jantung para penonton dipacu tiga kali lebih cepat.
“INNN... INNNNIIIIII........”
Semua penonton beranjak dari kursinya untuk berdiri dengan jari jari kaki mereka. Serangan Biksu Changyi tidak menimbulkan ledakan besar seperti yang mereka harapkan.
Melempar telur kepada batu, itulah yang terjadi.
Serangan kuatnya segera pecah dan bertebaran menjadi partikel partikel origin berbentuk kristal cahaya yang berkelap kelip menyebar ke segala arah.
“Amithaba...”
Batalyon An Min tertegun. Pertunjukan yang mereka lihat barusan adalah sebuah pamungkas yang pertama kali ini mereka rekam dalam ingatan.
Betapa agungnya, betapa kuatnya, betapa hebatnya serangan Biksu Changyi.
Namun masih tidak membuat Benteng Tua leluhur bergeming sama sekali.
Tua Shi dan watcher merasakan kengerian merambat di leher bagian belakang mereka. Tangan mereka terkepal dengan kuat.
Jing Jun,Fang Yi dan Li Hua telah menyaksikan ledakan meriam saat berada di mansion ibukota pusat. Serangan Biksu Changyi ini hampir setara dengan tembakan tunggal saat itu. Mereka masih cukup tegar.
Penonton segera mendapatkan kursi mereka kembali untuk fokus pada tahapan selanjutnya.
Biksu Changyi segera mengambil sikap kembali. Dia melantunkan mantra.
Dengan cepat awan di langit berkumpul dengan suara gemuruh yang hebat. Awan yang tebal bergulung-gulung segera terbentuk di langit.
Awan berubah warna dari putih menjadi warna emas.
Saat Biksu Changyi selesai melantunkan mantra. Dunia menjadi hening seketika dan terasa sangat sepi. Tak satupun suara terdengar.
Namun dalam jiwa para penonton mereka mendengar suara panggilan, mereka seperti mendapat ilham yang mendorong dengan kuat menuju jalan kebajikan.
Beberapa anggota batalyon An Ming bahkan meneteskan air mata. Ada rasa sesal yang sangat di dalam jiwa mereka.
Serangan kedua Biksu Changyi tidak membuka ruang komentar bagi penonton. Mereka hanyut oleh gejolak batiniyah dari dalam jiwa mereka sendiri.
Biksu Changyi bersinar dengan terang. Cahaya keemasan menyeruak dengan seketika melahap segala yang ada.
__ADS_1
“Pertobatan Dalam Kehampaan.”
Cahaya ini menelan siapa saja segala material, elemen, esensi, energi dan origin. Bahkan ruang dan waktu pun ikut terkoyak olehnya.
Kekuatan maha dahsyat yang membuat targetnya lenyap dalam ketiadaan akhir.
“INNN... INNNNIIIIII........”
Semua penonton terperangah dengan mata mau pecah. Mereka melempar kursi, mereka tak buruh lagi.
Kedua watcher langsung longsor tersimpuh duduk di atas tanah. Mereka menatap Biksu Changyi dengan tatapan kosong seolah tak percaya.
Kekuatan ini... Kekuatan yang sangat gila...
Siapa sebenarnya Biksu Changyi
Kenapa dia sangat patuh dengan tuan muda
Semua orang masih sangat terkejut. Mereka masih bermandi cahaya emas biasa dengan kekuatan penghancuran ditiadakan oleh totem kura-kura.
“Tuan, kekuatan Biksu Changyi setara denganku. Aku masih bisa menahan serangan ini, namun aku tentu akan banyak mengorbankan bulu-bulu indahku.” Kong Kecil mengirim tranmisi suara kepada Mao Yu.
“Kamu tidak punya rambut.” Mao Yu terkekeh-kekeh
Kong Kecil “ ... “
Saat cahaya memudar, penonton menyaksikan Biksu Changyi tampil dalam keadaan compang camping dan tubuh penuh dengan luka.
Serangan Biksu Changyi dipantulkan kembali.
“Astaga.... Astaga....” Penonton tak lagi sanggup berkata-kata.
Bangunan Benteng Tua leluhur tetap berdiri seperti apa adanya. Tak ada satu pun genteng yang terlepas.
“Kalian tenanglah, jangan heboh sendiri. Pertunjukan sebenarnya akan dimulai.” Mao Yu memberikan isyarat.
“Masih ada serangan lebih hebat lagi?” Semua orang kaget dengan teriakan lantang.
Pandangan semua penonton tertuju pada lonceng kecil yang dipegang oleh Biksu Changyi.
__ADS_1