Legenda Raja Abadi

Legenda Raja Abadi
Pintu Hajat


__ADS_3

Pengikut Lei Teng hilir mudik terlihat sangat sibuk di waktu pagi ini. Meskipun matahari belum nampak di sisi timur, kondisi sudah sangat terang.


Mereka menyiapkan meja dan kursi untuk Mao Yu dan Wei Lan. Menyajikan teh untuk keduanya.


Sembari menikmati tehnya Mao Yu melihat pesakitan pengikut Lei Teng saat ini dalam keadaan sangat baik. Mereka telah kembali ke kondisi semula dari pesakitan fatal.


Selain memberikan pemulihan tubuh, pil yang diberikan Mao Yu tampak memiliki efek penguatan pondasi. Ini menjadi berita sangat bagus untuk pencapaian mereka semua di masa depan.


Makanya kini mereka diliputi rasa suka cita yang mendalam. Mereka secara sukarela melayani Mao Yu sang Murid Pakar dengan ketulusan.


Bahkan beberapa diantaranya membuat kursi tandu dan siap menggotongnya untuk Mao Yu. Mereka tak ingin murid pakar kelelahan karena harus berjalan dari satu tempat ke tempat lain.


Mao Yu menyesap tehnya sembari berbincang-bincang dengan Wei Lan. Menanti munculnya matahari terbit yang merupakan pesona pemandangan alami terbaik di Danau Perak.


Semburat kuning dengan kilauan terang muncul dari ufuk timur. Sesaat cahayanya menyilaukan semua orang. Mereka pun harus menutup mata sebentar.


Untuk Cheng Li dia mendapatkan ekstra harus menundukkan wajah karena posisinya menghadap timur.


Saat Cheng Li mendapat penglihatannya kembali. Dia melihat danau perak di depannya berkilau dengan indahnya oleh sinar matahari yang masih lemah.


Gelayut-gelayut gelombang di permukaannya memantulkan kembali cahaya matahari dengan kemilau perak yang menawan.


Dalam sepersekian detik Cheng Li melihat tiga titik kecil di tengah matahari yang berubah menjadi gelembung lebih besar. Sesuatu mendekat dengan sangat cepat ke arahnya.


HRRROUGHHH.....


HRRROUGHHH.....


HRRROUGHHH.....

__ADS_1


Suara menyalak dengan lantang menggema terdengar dari kejauhan dengan mengirimkan gelombang energi yang menyapu dengan gila gilaan ke semua orang.


Pengikut Lei Teng mengambil langkah mundur dan berkumpul dengan segera di belakang Mao Yu. Bahkan yang tertua dan terkuat di antara mereka merasakan ketakutan akut. Pengikut yang lebih lemah kini sudah berkeringat peluru.


Wei Lan menatap arah matahari dengan tiga titik yang makin membesar. Nafasnya menjadi sangat cepat dangan pompaan jantung dipercepat menjadi tiga kali.


Dia membuka matanya dengan kuat-kuat menahannya untuk tidak mengedip bahkan satu kali.


Sementara Cheng An membuka mulutnya dengan mata terbuka lebar. Dia sangat takut, ini adalah rasa takut yang dia rasakan pertama kali dalam sumur hidupnya.


Bahkan pelatihan berat yang dia alami di Klan yang hampir berkali-kali merenggut nyawanya tidak membawa dirinya menuju rasa ketakutan sedemikian hebat yang dia rasakan kali ini.


Tiga pendatang ini makin dekat hingga mereka tiba di seberang Danau Perak.


Ketiganya mengabaikan Danau Perak, mereka berlari sekuat tenaga di atas permukaannya.


INNNNNN IIINNNNNNNIIIIIIIIII.............


Tiga pendatang adalah sosok binatang iblis berkaki empat sebesar lembu . ketiganya berlari di atas permukaan Danau Perak seolah olah permukaannya adalah padang rumput biasa.


Mereka tidak tenggelam !!!


Seketika semua orang bersorak dengan terkejut hebat.


Sementara ketiga binatang iblis makin mendekat, Cheng An yang berada di lokasi paling depan merasa kegelisahan yang paling ekstrim.


Seolah olah ketiganya akan segera menerkam dirinya.


Dia hampir tak kuasa lagi membendung dua pintu hajat dari tekanan kuat yang berasal dari perutnya.

__ADS_1


WHOSSSHHH....


WHOSSSHHH....


WHOSSSHHH....


Tiga bayangan dengan kecepatan kilat melewati Cheng An yang sedang duduk ditali dengan tombak menancap.


Saat sejajar dengannya Cheng An melihat tiga binatang iblis melintasi dirinya sebesar lembu dengan badan berotot. Lekukan otot yang sangat tebal menandakan kekuatan dan daya tahan yang hebat.


Tubuhnya dilapisi dengan bulu tipis berwarna kelabu legam. Taringnya menonjol tebal, tajam dan berkilau seperti berlian di antara gigi gigi yang runcing.


Taring sebesar itu dengan tubuh penuh otot perkasa, aduhai bahkan tembok baja setebal apapun akan terkoyak.


Langkahnya mantap dan cepat meninggalkan luka goresan cakar yang dalam di atas tanah.


Cheng An melihat ketiganya seperti menggigit daging segar berwarna merah darah di mulut mereka yang menganga...


Ah, bukan... Itu bukanlah sepotong daging. Itu adalah lidah yang menjulur. Cheng An terperangah.


Saat melintasi Cheng An. Tiga ketiga binatang iblis melirik sejenak Cheng An kemudian mendengus dan mengabaikannya. Binatang buas melaju dengan gila gilaan menuju Mao Yu dan kerumunan pengikut Lei Teng.


Lirikan ketiganya mengandung ancaman yang sangat kuat. Sebagai binatang iblis sejati dengan level yang tidak dapat dijangkau Cheng An.


Tidak ada seorang pun di Klan Cheng yang memiliki aura semenakutkan ini. Dan ini adalah tiga binatang iblis. Cheng An sangat shock.


Cheng An lantas tersentak dengan aura intimidasi tiga binatang iblis ini. Ketakutan yang merasuk menyesap hingga ke dalam tulang. Terus menembus hingga sumsumnya.


Sumsum di tulang belakang mengirimkan gelombang bahaya yang luar biasa ke otaknya. segera menyentak untuk merasakan ketakutan yang lebih hebat lagi. Ketakutan yang benar benar bersumber dari jiwanya.

__ADS_1


Pandangannya menjadi kosong tubuhnya bergetar hebat. Maka tak kuasalah pintu hajat menahan kengerian yang mendera dirinya.


Cheng An mengalami celananya basah bagian depan maupun belakang.


__ADS_2