Legenda Raja Abadi

Legenda Raja Abadi
Jadilah Imut


__ADS_3

Kaca pembatas telah pecah dengan sebuah bunyi Clangg yang nyaring.


CHAAAAA........


CHAAAAA........


CHAAAAA........


Dia melompat kegirangan dari satu sisi ke sisi lain cukup lama sebagai bentul selebrasi kebebasannya. keluar dari bilik kurungan sesuai yang dia impikan sejak lama.


Bai Kong merasa sangat lega jutaan tahun akhirnya dia bisa menghirup udara bebas dan sekaligus keluar dari sistem yang terus menerus menyedot energinya.


Mao Yu memicingkan mata. Kera setinggi tiga meter, sangat jelek buruk rupa berdiri di depannya. Mao Yu cukup keras berfikir bagaimana harusnya kera ini tampil lebih baik. Setelah terlihat cukup merenung lama akhirnya dia bersuara.


"Jadilah seukuran ini dan ini. Ukuranmu yang sekarang akan merepotkan dan menakuti banyak orang." Mao Yu memberikan perintah kepada Bai Kong. Dia membuat gerakan dengan kedua tangannya menunjukkan ukuran sekitar 40 cm.


Bai Kong segera menyusut sesuai dengan ukuran yang diminta tuannya.


"Nah, ini lebih efisien." Mao Yu nampak puas.


"Ah, kini kamu tampak seperti monyet penyakitan. Tumbuhkan rambutmu, yang lembut !" Mao Yu sambil memejamkan mata seolah membayangkan sehalus kapas.


"Kurang lembut... Kurang... Lebih lembut lagi." Mao Yu terus memerintah. Terus mengelus rambut monyet hingga sesuai dengan harapannya.


"Panjangkan ekormu, dua kali tinggi tubuhmu. Ah tidak satu setengah !" Mao Yu membuat permintaan lain.


"Buat warna rambutmu, Hitam... Ah, Merah, Hmmm... Putih.  Oh... Oranye.... " Mao Yu terus berbicara.


Bai Kong bercahaya bergonta ganti warna flip flop dari warna satu ke yang lain demikian terus menerus hingga berakhir dengan seluruhnya hitam kecuali muka dan tubuh bagian depannya putih.


Dalam hati Bai Kong ini mengutuk tuannya. Dia membenci orang lain banyak bicara namun dirinya sendiri ternyata bawelnya minta ampun.


"Nah ini baru penampilan yang memuaskan. Cukup imut bukan?" Mao Yu mengelus-elus kepala Bai Kong puas dengan settingan custom yang dia buat.

__ADS_1


Bai Kong " ... "


"Little Kong, kamu curang. Kamu memberikan aku 100 kristal jade surgawi. Padahal di perbendaharaanmu jauh lebih banyak yang kau miliki. Dari yang kamu berikan padaku tempo hari itu adalah jumlah yang pelit." Mao Yu merengut.


Little Kong ??? Hei aku ini Ras Pembesar Bai, Satu dari 10 ras binatang surgawi terkuat di tanah suci lho !!! Bai Kong membuka mulutnya menyatakan interupsi ketidaksetujuan. Namun suara hanya keluar di dalam hatinya. Dia tidak berani mengatakan secara langsung pada tuannya.


"Ah, Eheheh... Sekarang apa yang menjadi milikku adalah milikmu juga tuanku." Bai Kong patuh dan meloncat di bahu tuannya. Berusaha menjadi penjilat ulung.


5.000.000 kristal jade surgawi, 1.200 senjata surgawi, jutaan ramuan, herbal dan berbagai macam harta unik lainnya ada dalam penyimpanannya. Mao Yu menemukan semuanya ini saat dengan sungguh-sungguh memeriksa dengan teliti.


"Hah, Bagaimana bisa kamu sekaya ini?" Mao Yu penasaran.


"Aku hanya memunguti apa apa yang jatuh saat kerusuhan besar." Bai Kong menjawab dengan bangga.


"Dasar licik." Mao Yu menyeringai.


Mao Yu melemparkan 20 cincin tata ruang ke udara. Kemudian memerintahkan Little Kong mengisinya dengan kristal jade kelas rendah. Little Kong menjentikkan jarinya, seketika seluruh gua sedikit bergetar. Kristal jade rontok dan terhisap memenuhi seluruh cincin.. Mao Yu lantas menangkapnya dan memasukkannya ke cincin penyimpanan yang dipakainya.


Setelah memeriksa isinya dia cukup puas. Satu cincin menampung 60.000 kristal jade kelas rendah.


Little Kong terkekeh paham apa yang dimaksud tuannya. Dengan satu jentikan jari lagi semua kristal jade terlepas dari seluruh dinding gua.Semua lantas dihisap olehnya menuju ruang penyimpanan yang terletak di jantungnya. Sekarang gua benar-benar bersih setelah kegiatan panen raya yang dilakukan Mao Yu.


"Berapa totalnya?" Mao Yu bertanya pada Litlle Kong


"800.000.000 jika dibulatkan ke nominal juta terkecil." Little Kong menjawab.


Mao Yu tersenyum cukup puas.


***


Di malam hari ruang tengah Paviliun Shen Mao Yu mendatangi kelompok kecil yang seperti sedang menunggu kedatangannya.


Mereka adalah Li Hua, Shen Mubai dan mumi Chen Dewei.

__ADS_1


Setelah saling bertukar salam dengan ramah, Li Hua penasaran dengan apa yang bertengger di bahu tuannya. Dia menanyakan kepada Mao Yu seekor kera hitam-putih yang sangat penurut yang dibawa tuannya.


"Oh, hanya jalan-jalan di pasar dan menemukan sesuatu yang bagus. Melihatnya cukup lucu aku menyelamatkannya dari toko jagal hewan." Mao Yu berkata dengan santai.


Bai Kong "...."


Bai Kong ingin protes, namun tuannya melarang berbicara. Memintanya berlaku sebagaimana monyet pada umumnya saat berada di dunia luar. Dia hanya bisa menggondok sebal dalam hati sekarang ini.


Li Hua berfikir. Setelah kura-kura, tuannya sekarang membeli seekor monyet. Dia seperti mendapat ilham, baru menyadari kalau tuannya ini ternyata suka hewan peliharaan. Mungkin besok aku aku akan membelikannya ular. Menjilat seorang yang menjadi tuannya hukumnya sangat wajib. Dia terkekeh.


"Li Hua kenapa kamu senyum-senyum sendiri?" Mao Yu memarahi Li Hua.


"Ah, bukan apa-apa. Hanya mengingat kehidupan masa kecil saya. Saya dulu juga memelihara segerombolan monyet di desa." Li Hua dengan cepat menyahut dengan santai.


Suasana berubah menjadi mode serius.


"Tuan muda, aku telah melihat cetak biru dalam kertas rencana yang kamu berikan kemarin. Tidakkah ini masuk akal? Jika benar seperti itu akan membutuhkan anggaran yang fantastis." Shen Mubai tampak bimbang.


"Apa yang Paman khawatirkan itu hanyalah uang. Paman tidak perlu berfikir terlalu jauh." Mao Yu berpendapat uang bukan masalah besar.


"Namun jika kita mengandalkan hasil penjualan Sake Pembakar Naga, ini adalah akumulasi laba dagang selama 20 tahun. Itu dengan asumsi jika penjualan terus meningkat 20% per tahun." Shen Mubai masih pesimis dengan rencana Mao Yu.


Mao Yu memberikan senyum manis pada semuanya. Dia mengambil 20 cincin penyimpanan kemudian dilemparkan ke udara, Seketika 1.200.000 kristal jade rendah setara dengan 12.000.000.000 keping emas keluar dari cincin penyimpanan meluap memenuhi ruangan aula hingga menggunung sampai puncak menyentuh langit-langit.


Medan energi lantas berdenyut kuat dari tumpukan jade kristal menyapu seluruh hadirin yang ada.


"INN... INNNIIIIII....." Li Hua dan Shen Mubai jatuh dengan pantat mereka ke belakang.


Shen Mubai melotot hingga kelopak matanya hampir sobek menunjuk-nunjuk tumpukan kristal di depan dengan jarinya seperti orang yang sedang kesurupan.


Li Hua berusaha merangkak untuk meraih gunungan kristal dengan tangannya. Ketika mendapat satu genggam dia langsung jatuh pingsan.


"Mpppphhhhh..... Mppppphhhhh... "

__ADS_1


Mumi Chen Dewei kelojotan seperti orang yang sedang kumat sakit ayan dengan busa menembus perban dari bagian mulutnya.


__ADS_2