
Para ahli yang mengamati dan para penonton telah membubarkan diri.
Mereka akan pulang dan menyebarkan cerita tentang kisah kehancuran Klan Xin dan munculnya Mansion Tua Leluhur sebagai kekuatan baru di Ibukota Pusat.
Demikian juga dengan para pengunjung kedai. Mereka sangat puas dengan nobar yang mereka saksikan malam ini.
Mereka kembali ke kedai dengan semangat berapi-api. Ini akan menjadi stok pembicaraan mereka selama beberapa hari ke depan.
Ketiga ahli Klan Xin yang melarikan diri akhirnya mendarat di sebuah kedalaman hutan yang cukup jauh dari Ibukota Pusat.
"Sangat celaka, Kita telah dimusnahkan. Aku berharap patriark dan penatua dapat menghabisi mereka semua di dalam." Penatua berbaju abu-abu berkata.
"Sejujurnya aku sangat ngeri dengan ballista mereka. Itu tidak ditemukan di wilayah kita. Aku khawatir ada sekte kuat di belakang mereka." Ahli termuda berpendapat.
"Jika itu adalah sebuah sekte biarkan Xin Long dan Xin Yifeng, putra patriark membalaskan untuk kita." Penatua berbaju abu-abu mengantisipasi.
Mereka akhirnya beristirahat dan bercakap-cakap. Namun kedamaian mereka terganggu dengan hadirnya seekor monyet kecil hitam yang mengejek mereka dengan menyodorkan pantat.
Seperti menyiram minyak pada api. Ketiga ahli langsung muntab dengan kemarahan.
"Monyet... Tamat riwayatmu..." Ahli termuda melemparkan bola api kepada monyet yang sedang berjingkrak-jingkrak meledek mereka.
***
Xin Ba akhirnya ditangkap, kultivasinya disegel. Dia dijebloskan ke penjara bawah tanah mansion.
Mao Yu masih berada di kebun samping bangunan utama. Dia melihat banyak pohon tumbang dan terbakar. Tanah penuh dengan lubang dan asap.
Li Hua, Fang Yi dan Jing Jun segera hadir di lokasi Mao Yu.
"Li Hua lihat kebunku rusak... " Mao Yu cemberut.
"Besok pagi pekerja akan memperbaikinya Tuan." Li Hua berusaha menghibur.
"Ini semua gara-gara kamu... " Mao Yu menunjuk pada angsa besar di belakang mereka.
Sontak semua yang hadir di sana melemparkan semua pandangannya kepada Iblis Angsa.
Iblis Angsa " ... ? ... "
"Orang-orang Klan Xin ini yang menghancurkan kebun anda Tuan... " Iblis Angsa ngotot membela diri.
"Mereka merusak 15%, dan kamu merusak 85%. Kamu ke hutan sekarang cari pohon yang bagus dan pindahkan ke sini..." Mao Yu memelototi Iblis Angsa.
Iblis Angsa " ... "
Iblis Angsa terbang dengan perasaan enggan menuju hutan. Dia patuh pada tuannya.
__ADS_1
Meskipun begitu dalam hati dia merasa bersyukur. Kemacetannya ratusan tahun akhirnya jebol akibat pil yang diberikan monyet kecil.
Baginya ini adalah anugerah, dia dapat naik peringkat sebagai Binatang Iblis level sembilan.
Menerobos ke level sembilan adalah penerobosan tersulit dalam dunia binatang iblis.
Kekuatan yang dihadirkan pada level ini pun sangat signifikan. Berkali-kali lipat dari kekuatannya saat berada di level delapan.
"Setelah peristiwa ini, langkah apa yang anda lakukan Tuan ?" Li Hua bertanya.
"Aku akan kembali sementara waktu ke Kota Kekaisaran. Kalian semua tetap di sini." Mao Yu menjawab.
"Bagaimana jika ada pembalasan dari Klan Xin? Kami sejujurnya masih khawatir. Beberapa ahli mereka dapat melarikan diri. Bisa jadi mereka datang dengan bala bantuan."
Li Hua menyampaikan kegundahannya. Diikuti anggukan Fang Yi dan Jing Jun.
"Ada Iblis Angsa." Mao Yu menjawab singkat.
"Dia begitu besar, kuat dan liar. Saya takut dia kabur atau tidak patuh saat Tuan tidak di sini. Kami juga khawatir tidak bisa mengendalikannya." Fang Yi menyatakan keberatan.
"Kalau begitu kalian masak saja jadi rica-rica entog." Mao Yu menjawab dengan spontan.
Trio " ... ?... "
***
Semua pekerja pagi ini menjalankan tugas dengan penuh semangat seperti biasa.
Yang-er dan Nenek Zi tampak berbahagia. Mereka sedang bermain dan menikmati tanaman bunga di halaman utama.
Pagi ini Li Hua dan Fang Yi lebih bersemangat lagi. Setelah mengetahui kemajuan Jing Jun akibat melakukan ritual mandi air sumur di samping kuil.
Dengan pakaian putih mereka bertiga mengambil langkah cepat menuju kuil dengan perasaan tidak sabar.
Saat berada di kuil jantung mereka sudah berdegup tak karuan. Dalam ibadat mereka harus menunggu dupa habis sebagai tanda berakhirnya doa. Baru setelah itu mereka dapat meninggalkan kuil.
Kami telah menantikan upacara mandi, kami sudah tidak sabar.
"Lama sekali dupa ini, tidak seperti biasanya. Ini terasa sangat lambat terbakarnya." Fang Yi mengeluh.
Li Hua juga merasakan hal yang sama namun dia hanya membatin saja. Dari luar dia nampak khusyuk berdoa.
"Fang Yi apa yang kamu lakukan ?" Jing Jun mengerutkan dahi.
"Sssstttt... Diamlah, Aku meniup dupa ini agar cepat habis terbakar." Fang Yi menjawab dengan berbisik-bisik.
Li Hua " ... "
__ADS_1
Jing Jun " ... "
Akhirnya saat yang dinantikan tiba. Mereka semua kini telah membuka baju dan bersila di depan sumur mendengarkan Pak Tua Shi dalam keadaan sangat bangga berkhotbah.
Pak Tua Shi mengambil peran sebagai pemimpin upacara mandi.
"Air adalah pembawa kehidupan. Air merupakan esensial yang sangat penting untuk tubuh kita.... " Pak Tua Shi berceramah.
"Pak Tua Shi perpendek. Kami sudah tidak sabar memasuki acara inti dari upacara ini." Fang Yi mendesak.
Pak Tua Shi merengut.
"Oke, kupersingkat. Gunakan persepsi kalian saat menikmati air. Air Suci akan memberikan efek terkuat saat kalian merasakan dan mengedarkan energinya dengan persepsi maksimal."
"Seberapa jauh efeknya akan bergantung sejauh mana kedalaman persepsi kalian." Pak Tua Shi memberi tips.
Ketiganya mengangguk-angguk. Jantung mereka meloncat-loncat sudah di ambang batas kesabaran.
Saat Pak Tua Shi hendak meraih tali timba. Namun gerakannya terhenti karena mereka semua merasakan tanah sedikit bergetar. Mereka saling pandang apa yang sedang terjadi.
NGOOOOORRRRR.....
NGOOOOORRRRR.....
Iblis Angsa berlari dengan tubuh besarnya menuju arah mereka dengan cepat. Saat berlari ekornya migat-migut dengan lehernya menjulur ke depan hampir menyentuh tanah.
Keempat peserta upacara ngeri melihat Iblis Angsa seperti ngamuk pada mereka. Tapi mereka tidak cukup bisa merespon keadaan yang sangat cepat ini. Mereka masih diam sesuai dengan posisi terakhir yang mereka lakukan.
Hanya waktu sekejap Iblis Angsa tiba di depan mereka semua. Iblis Angsa dan keempat peserta upacara saling pandang.
Dengan sebuah tatapan menghina Iblis Angsa sedikit mengepakkan sayapnya. Membuat keempat peserta upacara terhempas bubar. Membuat mereka mundur beberapa langkah dan menjauh dari sumur.
Angsa membelakangi mereka, menunjukkan ekor gemuknya dengan gerakan migat-migut. Kepalanya lantas dimasukkan ke dalam lubang sumur. Karena kepalanya besar hanya paruhnya saja yang bisa masuk.
'INN IINNNIIII..... " Keempat peserta upacara berteriak.
Iblis angsa menyedot air sumur dengan paruhnya. Kemudian dalam waktu singkat dia terhuyung mundur dan terkapar telentang. Dia sedang menikmati kemabukannya.
Pak Tua Shi segera meloncat ke bibir sumur. Dia segera menengokkan kepalanya melihat dasar sumur.
Kemudian dengan tatapan kosong Pak Tua Shi memandang trio yang sedang bengong dengan mulut terbuka.
"Air... Air Sumur... Air Suci... Kering..." Pak Tua Shi jatuh pingsan.
Li Hua " ... "
Fang Yi " ... "
__ADS_1
Jing Jun " ... "