Legenda Raja Abadi

Legenda Raja Abadi
Ballista


__ADS_3

Sebuah panah sebesar dan sepanjang tombak ditembakkan ke langit. Membentuk flash berwarna putih. Panah dilepaskan dari sebuah ballista yang dioperasikan oleh Fang Yi.


Di tengah hingar bingar ledakan api di langit. Salah satu ahli Klan Xin terkena panah ballista. Panah menancap hingga menembus punggungnya.


Membuatnya terjatuh dan mati di tanah.


Dengan ranah kultivasi yang tinggi, secara teori harusnya mereka mampu mengelaknya dengan dengan mudah.


Melihat temannya mati, kesebelas lainnya semakin diliputi amarah. Mereka menembak dinding perisai dengan segala hal yang mereka punya.


"Guru, mengapa anak panah besar mampu membunuh salah satu dari mereka ?" Seorang murid yang turut mengamati bertanya.


"Itu karena yang mereka gunakan adalah senjata kelas premium. Mereka tidak cukup kuat untuk mengelak laju kecepatan anak panah. Senjata kelas ini tidak mudah didapat. Night Lily bahkan tidak memilikinya." Gurunya menjawab.


Empat panah lagi menjatuhkan kultivator terbang Klan Xin secara berturut-turut.


Meski mereka terbang memutar-mutar untuk berganti posisi. Tetap saja ballista Fang Yi mengenai sasaran.


Pengamat lain segera menghubungkan opini mereka. Apakah ada sekte kelas sembilan berada di balik Mansion Tua Leluhur?


Sejauh yang mereka tahu, hanya sekte kelas sembilan yang memiliki kemampuan untuk memiliki senjata premium seperti ini.


Ballista standar setidaknya reload dalam satu atau dua menit sekali tembak. Namun ini dapat dioperasikan dengan cepat, panahnya juga dapat diisi dengan segera.


Klan Xin pasti tidak menyangka jatuhnya lima ahli mereka hanya terjadi tidak ada dalam waktu dua menit. Senjata ini tidak bisa diremehkan, bisa jadi ini di atas kelas premium. Ahli lain mengemukakan pendapatnya.


"Mereka menembak yang terlemah di antara kita." Xin Bang berkata dalam kewaspadaan.


"Aku tak bisa membantu menahan laju aaak panah. Jika dibiarkan seperti ini kita akan menderita kerugian." Xin Ba yang terkuat di antara mereka sedang memikirkan sebuah solusi.


"Aku akan menggunakan harta leluhur untuk memecahkan dinding perisai. Lanjutkan mengeluarkan segala yang kalian punya dengan fokus pada satu titik serangan." Xin Ba meneriakkan perintah sambil mengeluarkan sebuah obor.


Dengan sebuah mudra dan sedikit meludahkan darah, obor menyala dengan api berwarna merah keemasan. Obor kemudian digerakkan dengan sebuah lambaian ke arah dinding perisai. Mengeluarkan lidah api yang berkobar membara menabrak dinding perisai.


"Mereka telah mengeluarkan kartu truf, memang tak boleh dibiarkan berlama-lama." Seorang pengamat berkata.


"Seharusnya mereka menggunakan jauh lebih awal." Pengamat lain menambahkan.


Lidah api dari obor pusaka terus memukul-mukul dinding hingga membuat sebuah retakan. Retakan semakin melebar dan terbuka sebuah celah.


"Semua masuk !" Xin Ba berteriak.


Beberapa cahaya flash menuju lubang retakan. Tiga orang segera memasukinya.


Namun sayangnya empat orang masih tertahan di luar karena perisai menutup dengan cepat sebelum sisanya menyusul masuk.


"AAAWWCCHHHH..... " Seorang ahli sekali lagi terkena panah ballista.

__ADS_1


"Kita bertiga harus segera menjauh dari sini atau semuanya akan mati konyol..." Penatua Klan Xin berjubah abu-abu memberikan intruksi untuk mundur.


Serempak semuanya segera terbang menjauh dari mansion.


Xin Ba, Xin Bang dan seorang tetua kini terjebak di dalam perisai mansion. Karena mereka yang terkuat mereka terbang lebih cepat memasuki lubang retakan.


Ketiganya berada di samping danau dengan banyak pepohonan di tepinya. Danau terletak jauh sebelah utara dari bangunan utama.


Kedatangan mereka segera disambut Mao Yu.


"Kalian tuna wisma jika ingin tempat tinggal datanglah dengan baik-baik. Kami punya tempat untuk kalian tinggal bersama kuda-kuda kami." Mao Yu menyambut tamunya dengan ramah.


Ketiganya langsung geram.


"Apa yang kamu lakukan terhadap putriku dan Xin Lan ?" Xin Bang bertanya dengan mata melotot.


"Oh, kemarin mereka bertamu ke sini dengan marah-marah hingga membuat mereka gerah. Aku mendinginkan mereka." Mao Yu menjawab dengan sopan.


"Kurang ajar..." Xin Bang menyerukan kemarahan.


Dia menghunus pedangnya dan maju menyerang Mao Yu.


Ledakan besar dari danau mencipratkan air ke segala arah. Sesaat menghentikan gerakan Xin bang. Seekor angsa besar dengan bulu putih muncul di belakang Mao Yu.


NGOOORRRR.....


NGOOORRRR.....


Ketiganya segera menghalau angin yang sangat kuat dengan mengerahkan perlindungan sesuai kultivasi puncak mereka.


"Binatang iblis tingkat sembilan !" Xin Ba berteriak.


Iblis Angsa tidak memberikan kesempatan mereka untuk bicara lagi sesudahnya. Dia maju dan menyerang ketiganya dengan brutal.


Mereka bertiga hanya bisa berlarian mengelak, menghindar dan bertahan. Serangan iblis angsa semakin intens hingga memojokkan dan bahkan menutup ruang mereka untuk kabur.


Kepakan sayap Iblis Angsa lebih kuat lagi. Membuat angin yang menyerang trio disertai dengan bilah tajam. Paruhnya memukul, mematuk, dan terus menyambar menyerang ketiganya.


Senjata-senjata di tangan mereka hampir tidak berguna. Pedang mereka hanya menimbulkan suara dentang dan nyala percikan api saat berbenturan dengan paruh yang sekeras berlian.


Serangan yang mengenai tubuh iblis angsa pun juga hanya memantul pada bulunya yang berfungsi seperti armor pertahanan.


Pukulan sayap akhirnya berhasil mengenai penatua Klan Xin yang telah lelah karena terkuras tenaganya. Membuatnya terlempar puluhan meter dengan membuat lubang di tanah.


Penatua meludahkan segumpal darah dengan kedua tangan memegang dada. Dia merasakan seluruh tulang rusuknya telah hancur.


Xin Ba yang terkuat dari semuanya akhirnya melemparkan api merah keemasan dari obor pusaka. Dia bermaksud memanggang Iblis Angsa.

__ADS_1


Namun iblis angsa mengepakkan kedua sayapnya lebih kuat lagi hingga membentuk angin tornado untuk menyambut kobaran lidah api.


Tornado melilit api keemasan dan membumbungkannya tinggi ke langit.


Para pengamat berdebar-debar melihat sebuah pilar api besar kemilau keemasan mengarah ke angkasa. Kemudian disusul pilar api kedua, ketiga dan keempat.


Pemandangan yang sungguh menarik. Para penonton dari kedai menyaksikan dengan mulut terbuka lebar.


Mereka tak mengizinkan mata mereka berkedip. Mereka rela mata mereka memerah hingga kering. Asal tidak terlewatkan kejadian sedetik pun.


Pilar api kelima berkobar dengan lebih ganas, namun yang menjadi perbedaan dengan keempat sebelumnya adalah kobaran kelima ini menelan Xin Bang di dalamnya.


"GHAAAAAHHHHH......."


Tornado api membubung dengan megah disertai dengan teriakan nyaring Xin Bang. Api yang sangat panas bercampur tornado dengan bilah angin tajam menggerusnya hingga menjadi abu.


"Tidaaak.... Cucuku.... !!!" Xin Ba histeris.


Klan Xin adalah klan kuat dengan gelar Sang Pembakar Api. Malam ini mereka seperti ngengat yang mendatangi api unggun.


Mereka mengibaratkan Mansion Tua Leluhur sebagai api unggun dan Ahli-ahli Klan xin sebagai ngengat.


Sungguh tragis, bahkan patriark klan mereka musnah oleh nyala apinya sendiri.


Para pengamat menyatakan kesamaan pendapat mereka dengan lidah berdecak.


Xin Ba kini terengah-engah. Energinya terkuras habis untuk mengobarkan api serangan dari obor pusaka.


"Kamu tidak dapat dimaafkan." Xin Ba dengan tatapan tajam mengancam Mao Yu.


"Datangkan lebih banyak orang lagi. Semuanya akan berakhir sama. Kalian akan menjadi pupuk di taman bungaku." Mao Yu menjawab dengan acuh.


"Cicitku adalah murid klan kuat di dunia kedua dan dunia ketiga. Mereka akan membalaskan dendam untuk kami." Xin Ba berkata.


"Bagus, Suruh mereka beserta seluruh rombongan dari sektenya ke sini. Ahli lebih kuat akan menghasilkan pupuk lebih subur." Mao Yu tidak terintimidasi sedikit pun.


Xin Ba mengeluarkan bola mutiara abu-abu. Dia meremas hingga bola pecah menjadi serpihan pasir yang jatuh ke tanah.


Bola itu adalah sinyal tanda bahaya dari klan untuk putra-putra Xin Bang yang berada di dunia kedua dan ketiga.


Di sana mereka akan mendapatkan pemberitahuan bahwa klan sedang dalam keadaan darurat.


Xin Ba memandang Mo Yu dengan tatapan kebencian.


***


Ilustrasi senjata ballista :

__ADS_1



__ADS_2