
Dalam kurun waktu sebulan Li Hua telah mampu memburu binatang buas tingkat 4 dengan baik. Semula hal ini terasa mustahil baginya.
Memburu binatang buas tingkat 4 sekarang bukan lagi hal yang sulit baginya. Berkat paksaan Mao Yu.
Perburuan hewan buas ini sebagai sarana pelatihan bagi dirinya. Selain potensi otot berkembang.
Otak tumpul juga berkembang menjadi pikiran yang penuh kewaspadaan dan strategi jitu.
Berkali-kali dihadapkan maut saat bertarung dengan binatang buas. Buah dari ambang hidup dan mati.
Dari awal yang penuh kesulitan dan luka. Akhirnya kini Li Hua menjadi pengintai, pemburu dan penyergap yang ulung.
Akhir-akhir ini dia selalu pulang dengan keadaan rapi. Terbebas dari segala luka dan kotoran.
Inti binatang buas menjadi trophy kemenangannya. Terus menerus dia konsumsi. Menjadikan kemacetan kultivasi yang dia alami pecah, kini dia menembus ranah kasaya perak 5 seperti Shen Mubai.
"Apakah kamu membuat kemajuan besar?" Mao Yu bertanya.
"Tentu tuan muda, ini semua berkat bimbingan anda." Shen Mubai menjawab.
Meskipun tuan mudanya ini kadang tak masuk akal. Namun sejauh pencapaiannya saat ini adalah berkat dukungan tuan mudanya. Dia bersyukur.
Jika dia tetap menjadi pengikut Mo Tian. Tentu dia akan stag pada keadaannya seperti dulu. Tidak berkembang bahkan satu ichi pun.
Hanya jago kandang yang merasa sudah hebat dengan memukuli orang di jalanan kedai Hwa.
"Baguslah, kamu lebih cakap sekarang. Kamu sudah memenuhi kualifikasi. Malam nanti aku ada misi, kamu ikut aku..." Mao Yu membicarakan hal penting.
"Siap tuan muda..." Li Hua membalas.
"Sekarang ikut aku ke Night Lily, kita belanja dulu." Mao Yu meregangkan tangannya dengan penuh semangat.
Sementara Li Hua sedikit bergidik masih mengingat trauma. Tragedi belanja bersama tuan mudanya.
***
Sesampai di Night Lily gadis manis Ling-er menyambut mereka dengan senyum merekah. Tuan muda jutawannya telah tiba.
Beberapa pengunjung yang mengenali Mao Yu mendecakkan lidah. Kali ini dia akan membeli apa. Beberapa dari kerumunan sudah mulai bergosip tentangnya.
Mao Yu tak ambil pusing. Matanya menangkap seorang kecantikan berbusana putih di lounge vvip. Tentu saja dia adalah Xin Feng yang sedang mengobrol dengan teman sosialitanya.
Tatapan Mao Yu dibubarkan oleh sapaan Ling-er.
__ADS_1
"Tuan muda hari ini ingin membeli apa?" Ling-er tersenyum ramah.
"Bawa ke gudang persenjataan..." Mao Yu menjawab tanpa basa basi.
Seperti biasa gudang persenjataan berada di lantai 3. Semua senjata terpampang rapi sesuai dengan jenisnya. Pekerjaan yang halus dan indah. Kualitas sesuai harganya.
Orang-orang tanpa emas seperti Li Hua hanya akan bermimpi bisa mendapatkan salah satunya.
"Pedang besar, Tombak, Kocokan Ekor Kuda dan Sabit Kematian."
Mao Yu tidak melihat satu per satu. Cukup dengan persepsi jiwanya dia meradar seluruh ruangan dan memutuskan dengan cepat.
Mao Yu memilih pedang besar, tebal dan cukup berat. Kemudian tombak dengan ujung bilah yang cukup panjang. Sebuah kocokan ekor kuda dan sabit besar yang cukup berat juga berbentuk seperti senjata dewa kematian.
"Li Hua kamu pilih satu... " Mao Yu memecahkan kebengongan Li Hua.
"TU... TUANN..." Li Hua kaget sekaligus senang bukan kepalang. Mimpi menjadi kenyataan dapat memiliki salah satu dari senjata koleksi Night Lily.
"Cepatlah memilih, Tuan mudamu tidak memiliki waktu banyak..." Mao Yu berkata dengan cemberut.
Li Hua langsung menyambar sebuah saber dengan desain langsing. Kemudian memeluknya dengan erat. Matanya berbinar-binar memandangi Mao Yu.
Mao Yu mengangguk setuju.
Mao Yu memerintahkan gadis Ling-er dengan lambaian tangan untuk segera mengemas senjata-senjata yang dipilih.
Gadis Ling-er merespon dengan senyum ramah kemudian memproses pengepakan senjata.
Setelah selesai dengan urusan senjata, gadis Ling-er kembali bertanya kepada Mao Yu.
"Ada yang Ling-er bisa bantu lagi tuan muda?" Dia bertanya dengan sangat sopan.
"Aku menginginkan cincin tata ruang..." Mao Yu menjawab dengan cepat.
***
Di lantai 8 sebuah kamar cukup luas dijaga dengan banyak sekali tentara guild. Duo dipimpin oleh Ling-er menuju kamar penyimpanan cincin tata ruang.
Di sana banyak sekali terpampang rapi cincin di etalase. Dengan berbagai ukuran dan desain yang menarik.
Saat mereka masuk. Mereka diikuti oleh 4 tentara guild. Sebuah mekanisme keamanan super ketat dalam transaksi pembelian cincin tata ruang.
Mengingat betapa bernilainya barang ini. Mao Yu tidak merasa risih dengan hal ini. Dia biasa saja.
__ADS_1
"Cincin dengan penyimpanan terbesar." Mao Yu membuat permintaan kepada Ling-er.
Tak lama kemudian Ling-er datang dengan sebuah kotak. Dibukanya kotak itu, di sana ada 3 cincin berjajar rapi.
Ling-er menjelaskan kepada Mao Yu bahwa ini adalah cincin ukuran ruang terbesar yang dimiliki Guild Night Lily do kota kekaisaran. Berukuran 10 x 10 meter.
"Aku ambil yang berwarna hitam. Bungkus..." Mao Yu segera memutuskan.
***
Di lobby pembayaran, kasir menyerahkan tagihan kepada Mao Yu berjumlah 50.000 keping emas.
Sungguh nilai yang amat fantastis. Mao Yu mengambil keping emas dari cincin yang dipakainya dan menyerahkan kepada kasir.
"Terima kasih tuan telah belanja ke Guild Night Lily, berikut kembalian 3.000 keping emas sebagai cashback. Semoga anda puas dan terus menjadi pelanggan setia kami..." Kasir berbicara dengan sangat ramah dan sopan.
Mao Yu mengangguk.
Kerumunan pecah setelah mendengar transaksi besar baru saja terjadi.
Mereka mulai kasak-kusuk ingin tahu siapa sebenarnya jutawan muda ini. Dari mana asal usulnya? Apakah dia putra dari sekte atau klan agung? Apakah putra dari seorang eselon tinggi? Mereka semua masih bertanya-tanya.
Mao Yu mengambil cincin baru kemudian dipasangkan di jari manisnya. Setelah melakukan cap kepemilikan, Mao Yu memasukkan semua senjata yang dibelinya ke dalam cincin baru.
Sedangkan cincin lama yang dia pakai sudah dia kosongkan. Semua yang ada di sana juga dipindahkan ke cincin yang baru.
Mao Yu dengan santai membuat atraksi dengan melempar cincin lamanya ke Li Hua di hadapan seluruh pengunjung yang berada di Lobby Guild.
Li Hua menangkapnya.
"Cincin dan 3.000 keping emas cashback menjadi milikmu..." Mao Yu berkata cukup pelan namun aksi dan suaranya menyebar hingga sudut terkecil lobby.
"INN INNIIII....."
Li Hua melompat kaget setengah mati.
Seluruh ruang menjadi hening seketika. Para pemirsa menjatuhkan rahang. Melihat betapa royalnya tuan muda ini.
Pemandangan seperti ini hanya akan sekali mereka saksikan seumur hidup. Beberapa pria mengatakan oh seandainya akulah yang menjadi pengikut tuan muda ini.
Beberapa pengunjung lain yang berjenis kelamin perempuan baik tua atau muda segera mengubah fantasinya menjadi liar.
Seandainya aku adalah pacarnya. Bahkan para tante berimajinasi seandainya tuan muda ini membuatku menjadi wanita simpanannya.
__ADS_1
Termasuk keindahan Xin Feng juga tak luput dari pengamatan ini. Dia berdiri memandang pemuda Mao Yu dengan tatapan berapi-api.