
Nyonya Han melihat gadis dengan nafas tersengal-sengal di depannya dengan tatapan tak percaya. Bagaimana bisa permainan tombak seperti ini.
"Maaf Bibi, gerakanku buruk." Zhao Yan Cemberut.
"Yan-er tuan muda mengajarimu ?" Nyonya Han diliputi rasa penasaran.
"Iya, Tapi tuan hanya memberitahuku tentang momentum saja." Zhao Yan menjawab.
"Gerakan kakimu ?" Nyonya Han makin tidak sabar.
"Oh, Itu tarian bangau berjinjit. Tuan menyuruhku untuk menerapkan langkah kaki itu saat aku memainkan tombak." Zhao Yan menjawab dengan malu-malu.
"Tarian ?" Nyonya Han makin heran.
"Iya, tarian yang masyhur saat kami masih kecil. Semua anak perempuan pasti dapat melakukannya dengan baik. Cukup mudah." Zhao Yan sedikit memainkan gerakan kakinya seperti orang menari balet.
"Apa nama gerakannya ?" Nyonya Han makin penasaran.
"Hmmm... Tuan muda menyebutnya 12 Gerakan Bangau Mahayana. Aku begitu bodoh hanya sampai variasi ketiga saja." Zhao Yan menghela nafas panjang.
"IINNN IIINNNNIIIIIIIIIIII.........."
Nyonya Han terhuyung huyung. Zhao Yan segera berlari untuk mendukungnya.
12 Gerakan Bangau Mahayana adalah sebuah legenda. Dia barusan melihat sedikit keagungannya ditunjukkan oleh Zhao Yan. Dan itu hanyalah tarian anak-anak.
Kultivase Yan-er masih sangat rendah. Jika kultivasinya sama denganku betapa galak ujung tombak nantinya.
Mau tidak mau pandangan Nyonya Han mulai memudar.
"Ah benar kata Tuan Muda dan kata Bibi juga. Aku tidak boleh jauh-jauh dari Bibi."
"Soalnya Bibi bisa kumat darah rendahnya kapan saja. Jika kumat di tepi pulau Bibi bisa jatuh ke bawah." Zhao Yan berkata dengan polosnya.
Perkataan Zhao Yan mempercepat proses pingsannya Nyonya Han.
***
Kembali ke Benteng Tua Leluhur
Chen Dewei makin giat bertani. Kemampuannya meningkat pesat.
Tanaman sayuran mulai tumbuh dengan cepat dan semuanya subur. Kangkung, bayam, sawi, wortel, kol dan lain-lain.
Kini menu sayuran dapat tersaji di meja makan setiap hari.
"Bertani menyenangkan kan ?" Mao Yu menggoda Chen Dewei.
"Benar-benar saya dapat memaknai kehidupan. Mulai dari penyiapan lahan hingga melihat mereka bertunas."
"Saya telah melihat wawasan yang mempercepat pencapaian kultivasi saya. Terima kasih atas bimbingan anda tuan muda." Chen Dewei menyeka keringat di dahinya.
__ADS_1
Apa yang barusan dia bilang? Apa otaknya rusak karena terlalu lama terpanggang matahari? Mao Yu membatin.
Mao Yu akhirnya mengabaikan petani stres di kebun. Dia menuju kepada Gou dan bermain bersama mereka.
Sehari-hari selain makan makanan sisa di rumah. Ketiga Gou juga berburu mangsa untuk mengisi perut mereka. Mereka memburu katak, kepiting dan kalau beruntung mendapatkan ikan di danau.
Semua Gou tumbuh dengan baik, semuanya sehat.
Pandangan Mao Yu melihat beberapa pemuda dari kejauhan. Mereka sedang tertawa terbahak-bahak di depan tugu batu peringatan benteng.
Mereka meludahi dan juga mengencingi batu.
Apa maksud kata-kata di batu ini? Mereka membangun gubuk reyot dan menyebutnya benteng. Mereka menganggap sebagai lelucon dan tertawa terbahak-bahak.
Mao Yu melihat mereka melecehkan martabat benteng. Matanya menyipit tajam.
Soul Slash...
Empat pemuda ambruk di tanah menyisakan seorang yang masih hidup. Dia lari terbirit-birit.
"Hukuman bagi penista adalah kematian." Mao Yu berkata tegas.
Mao Yu memanggil Chen Dewei untuk membuatkan tiang kayu. Kemudian memerintahkan Chen Dewei menggantung keempatnya di dekat batu peringatan benteng.
"Inilah akibatnya berbuat aneh-aneh pada bentengku." Mao Yu masih geram.
Chen Dewei bergidik sesaat. Oh tuan mudaku kejam bukan main.
"Chen Dewei bersihkan bekas pipis mereka di batu dan tempelkan jimat anti bau ini pada mayat." Mao Yu mengeluarkan empat kertas kuning.
"Tuan muda, Pakaian dan beberapa benda di penyimpanan menunjukkan mereka adalah prajurit Night Lily."
"Salah satu dari mereka tampaknya putra petinggi penting." Chen Dewei melakukan analisa.
"Biarkan mereka datang. Bentengku butuh tumbal." Mao Yu berkata dengan santai.
Setelah selesai menggantung keempatnya mereka berbalik dan berteduh di bawah pohon willow.
***
Lo Hua mendapatkan kabar dari Chen Dewei melalui token komunikasi tentang kejadian di benteng. Segera Lo Hua menuju ke kediaman Mao Yu
"Night Lily sangat tangguh, apa kamu yakin ?" Mao Yu menegaskan
"Ini saatnya kami menunjukkan komitmen kesetiaan kami pada benteng." Lo Hua berkata dengan tegas pula.
Mao Yu mengagumi tekad Lo Hua.
"Sektemu akan dibasuh darah." Mao Yu memberikan ruang untuk mengevaluasi.
"Kami telah lama dalam keadaan damai. Secara umum ini melemahkan mental kami. Dengan kami mengambil bagian melawan Night Lily, kesempatan besar kami untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Sekte Mutiara Terbit tidak dapat diremehkan."
__ADS_1
"Jika kalah ?" Mao Yu menguji.
"Kalah dan menang? Bukankah dunia adalah panggung kompetisi. Bagaimana bisa tahu akan kalah sementara kita belum mencobanya." Lo Hua menjawab.
"Pola pikir yang bagus. Bawa orang-orangmu ke sini, Biarkan aku melihatnya." Mao Yu melihat tekad kuat Lo Hua.
Dari kejauhan terlihat rombongan prajurit Night Lily. Paling depan dari rombongan adalah pemuda yang selamat dan lari terbirit-birit kemarin.
Jumlah mereka 25 orang. Semuanya terkejut rekan mereka digantung di samping tugu. Api kemarahan menguasai mereka.
Salah satu yang digantung adalah putra komandan regu. Mereka semua berasal dari regu yang sama dengan keempat mayat yang digantung.
Mereka langsung menyerbu ke tempat Mao Yu dan Lo Hua yang sedang berdiskusi.
URRRAAAAAAA.....
Mereka berteriak lantang.
Lo Hua berdiri hendak melawan mereka semua namun Mao Yu menahannya.
"Hanya kumpulan nyamuk." Mao Yu memicingkan mata.
Soul Slash...
Angin dingin bertiup menghampiri kerumunan penyerang. Semuanya langsung jatuh tersungkur dengan senjata masih dalam genggaman mereka.
Dalam kesadaran yang tersisa, mereka masih merasa dalam proses penyerangan. Namun faktanya mereka tak bergerak sedikitpun di tanah.
Dengan menghilangnya kesadaran sepenuhnya mereka sudah bisa dikatakan sebagai mayat.
Lo Hua menutup matanya dengan erat. Mereka mati bahkan mereka tidak tahu kalau sudah mati.
Tuan Muda memang tidak bisa diremehkan. Bahkan aku di depannya adalah serangga yang tak lebih besar dari seekor nyamuk.
Akar pohon willow mencul dari dalam tanah. Akarnya melilit semua mayat yang tergeletak. Kemudian menarik kembali ke dalam tanah untuk dijadikan sebagai pupuk.
Benteng Tua Leluhur tidak membutuhkan kami untuk bertahan. Namun, Tuan Muda memberikan kami panggung untuk mengasah kemampuan.
Kami diberikan kesempatan untuk tumbuh. Di masa depan sekte kami akan meningkat dan menjadi yang terkuat. Lo Hua merenung.
"Kong Kecil, tangkap mata-mata Night Lily yang bersembunyi di sekitar kami." Mao Yu serius.
Dalam waktu singkat tiga orang berpakaian hitam dilempar dari atas pohon willow dengan kultivasi yang sudah tersegel.
Gedebuk...
"Mereka orang Night Lily ?" Lo Hua bertanya.
"Benar." Mao Yu menjawab.
Astaga Benteng Tua Leluhur kali ini dinyatakan telah sah membuat perselisihan dengan Night Lily.
__ADS_1
Mereka adalah super power dengan ribuan ahli di dalamnya. Dan juga memiliki jaringan terkuat di seluruh dunia.
Bagaimana Tuan Muda masih bisa setenang ini?