
Di Ibukota Pusat.
Saat matahari terbit, sebuah anak panah dilepaskan dari ballista Mansion Tua Leluhur.
Anak panah besar berwarna putih susu dengan berbalut motif emas di seluruh permukaannya.
Para pengamat melihat tak ada sasaran ketika mata panah sebesar tombak ditembakkan. Mansion Tua Leluhur terkesan seperti telah menembak udara ke arah utara menuju pegunungan berhutan.
"Gila, Mereka menembakkan harta karun !"
"Mata panah itu adalah harta tertinggi !"
Para ahli semuanya berseru.
"Guru, Sepertinya mata panah telah jatuh di suatu tempat di dalam hutan." Seorang murid berkata.
Tanpa basa basi gurunya segera terbang mengejar di mana arah mata panah dijatuhkan. Dia tidak sendiri, ratusan ahli juga terbang melesat dengan kecepatan maksimal menuju lokasi mata panah menancap.
Mereka cukup lama terbang berlalu lalang di atas hutan belantara. Mengedarkan segala kekuatan persepsinya untuk menjadi penemu tercepat dan mengklaim kepemilikan.
"Aneh, harusnya jatuh di sekitar sini. Namun aku tak dapat merasakan keberadaanya." Seorang ahli bergumam.
Hal sama juga dirasakan oleh para pemburu lain. Bahkan salah satu di antara mereka mengobrak-abrik pepohonan dan menggali tanah. Namun tak satu pun ada yang menemukannya.
Ketika mereka sedang sibuk mencari, susana berubah dalam sekejap mata. Awan hitam di atas kepala mereka seketika membentuk dengan cepat dengan tergulung-gulung.
Angin ribut segera mengacaukan area jatuhnya mata tombak.
Derak petir mulai terbentuk di antara awan hitam. Tepat di atas kepala para ahli yang memburu jatuhnya mata panah.
"Cepat tinggalkan tempat ini. Seseorang telah membuka portal teleportasi dengan paksa tepat di atas kepala kita !!!" Seorang ahli senior berteriak memerintahkan kerumunan untuk segera lari menjauh.
Tanpa diperintah pun naluri mereka mengatakan harus segera kabur. Jika mereka berdiam diri di lokasi, maka energi kekacauan dari robekan ruang akan menarik dan menggerus tubuh mereka.
Melihat ukuran derak di langit sangat hebat. Portal berukuran raksasa akan dibuka di sini.
Para pemburu mata panah segera terbang bubar ke segala arah sebelum terlambat.
Derak dan gemuruh di langit makin lama makin membahana.
"Sangat gila, kekuatan besar akan masuk ke dunia pertama. Aku menduga ini adalah bala bantuan untuk Xin Long" Seorang ahli berbaju coklat terkejut.
"Portal ini sangat berani. Mereka tidak takut dengan para Wathcer rupanya. Aku sangat yakin ini portal ini dibuka oleh salah satu kekuatan terkemuka." Yang lain segera menambahkan.
__ADS_1
"Guru, apakah yang aku lihat ini adalah perwujudan dari kuasa sekte yang tak terkalahkan ?" Murid bertanya.
"Benar, Aku yakin ini adalah amukan yang ditujukan pada Mansion Tua Leluhur. Aku yakin ini akhir dari mansion." Ahli Tua yang baru tiba dari perburuan mata panah segera menjawab pertanyaan muridnya.
Dua orang dengan wajah tidak jelas di suatu tempat yang sangat jauh dengan mengenakan pakaian hitam terbang dengan kecepatan tinggi menuju Ibukota Pusat.
Fang Shi di dalam kuil Mansion Tua Leluhur membuka matanya dari samadhinya. Tatapannya menjadi fokus dan tajam.
"Akhirnya bantuan datang, siapkan diri kalian. Kita turut menyerbu Mansion, mari kita ambil posisi !" Xin Long berseru.
UURRRRAAAAA.....
Bawahan dan prajuritnya berseru. Mereka semua maju menuju Mansion Tua Leluhur.
"Tetap jaga jarak dan waspada, panah ballista mereka sangat merepotkan !" Xin Long memberikan peringatan.
Lonceng darurat di dalam kota dibunyikan terus menerus. Memberi peringatan para penduduk untuk segera mengungsi. Lari menjauh untuk melestarikan kehidupan mereka.
Kepanikan lantas melanda seisi kota. Para penduduk berbondong-bondong keluar dari gerbang kota untuk mengungsi sejauh mungkin.
Mereka tidak berfikir membawa harta benda. Nyawa sendiri lebih utama. Mereka melihat langit di utara kini sangat mencekam.
Awan hitam makin pekat menutupi cahaya matahari pagi dengan derak petir berwarna merah yang saling terjalin bersahutan.
Perisai Mansion Tua Leluhur dibuka.
Para pengamat segera berdiri dari posisi duduk mereka dengan tercengang. Apakah mereka sudah gila ketika musuh datang dengan para ahlinya justru mereka sekarang membuka pertahanan yang menjadi andalah mereka sejauh ini.
"Aku yakin tidak demikian, Lihatlah di halaman samping mereka !" Seorang pengamat berbicara dengan sikap yang sangat waspada.
Dengan dibukanya perisai pertahanan, mereka dapat melihat dengan jelas seluruh pemandangan area mansion.
"INNN IIIINNNNNIIIIIIIIIIIIIIIII......"
Semua pengamat meloncat ke belakang beberapa meter dengan mata terbelalak. Bahkan ada salah satu dari mereka saking terkejutnya hingga hampir pingsan.
Dengan tatapan tak percaya, mereka melihat sebuah meriam super besar dengan panjang hampir 30 meter moncong menghadap langit utara. Tepatnya mengarah pada pusat derak petir di pusaran awan hitam.
Saat mereka sedang takjub dengan persenjataan mansion, seseorang datang berbaur dengan mereka.
Seorang perempuan tua kurus kering baru saja mendarat di antara para pengamat. Melihat nenek tua berdiri di antara mereka, semuanya membungkuk memberi salam penghormatan.
"Mata panah yang mereka lepaskan adalah harta tertinggi yang menarik lokasi pembukaan portal. Mereka yang membuka portal dari dunia lain tidak akan sadar bahwa pintu yang mereka buat sengaja diarahkan ke lokasi jatuhnya mata panah." Nenek Leluhur menyampaikan informasi.
__ADS_1
Para pengamat sangat heran dengan perbendaharaan yang dimiliki mansion. Bahkan mereka memiliki harta yang seperti itu.
Mau tidak mau mansion sangat menakutkan, di balik kesombongannya mereka juga memiliki kekuatan yang menjadi pendukungnya. Sangat layak.
"Meriam besar itu aku tidak yakin, Sepertinya itu adalah harta yang biasa saja." Nenek Leluhur melanjutkan.
Kini semua mengamati dan menanti kelanjutan dari pertempuran hebat yang akan segera pecah di hadapan mereka.
"Pertahanan dibuka, mari kita segera maju lewat tanah! Jangan terbang !!!" Xin Long berseru.
UURRRRAAAAA.....
Sekitar 150 tentara menyerbu lokasi mansion dari pintu gerbang utama.
Sebuah kepakan kuat memicu angin besar sontak membubarkan dan menerbangkan para tentara ke segala arah. Mereka berhamburan dengan sangat kacau dari formasi penyerangan.
Para tentara yang bangkit lantas melihat seekor Angsa besar mengipasi mereka dengan kedua sayapnya yang besar dan lebar.
Kepakan yang kuat memicu anging dengan kekuatan topan beliung.
NGGGOOOORRRRR.....
NGGGOOOORRRRR.....
Angsa besar mendongakkan kepalanya ke angkasa, membuat suara nyaring sebagai ancaman.
Ketika para tentara bersatu kembali, Angsa besar segera mengacaukan mereka kembali. Angsa besar juga melakukan serangan bengis dan menewaskan sebagian dari tentara.
"Lihat portal di langit utara telah telah membentuk celah, tidak lama lagi akan terbuka." Salah satu pengamat berseru.
Pengamat semakin antusias menyaksikan apa yang akan terjadi.
Fang Yi dan Jing Jun tampak sibuk menangani meriam besar. Fang Yi mondar mandir melakukan beberapa setting pada meriam. Sedangkan Jing Jun juga hilir mudik membawakan berbagai peralatan yang diperlukan Fang Yi.
Dirasa telah sempurna, Fang Yi membuka sebuah kotak besi hitam. Di dalamnya ada sebuah kristal berwarna hitam yang bersinar dengan redup.
"INNN IIIINNNNNIIIIIIIIIIIIIIIII......"
Nenek Leluhur meloncat di ketinggian hampir dua meter karena kaget.
Para pengamat segera berbondong-bondong mendukung Nenek Leluhur yang kini sempoyongan mau pingsan karena anemia.
Para pengamat segera mempertanyakan kepada Nenek Leluhur, apa yang sedang terjadi.
__ADS_1
"Inn inniii, Kalian sebaiknya segera lari menjauh. Bencana besar akan segera terjadi." Nenek Leluhur berkata dengan suara parau.