Legenda Raja Abadi

Legenda Raja Abadi
Penutupan Tambang Klan Mo


__ADS_3

Bibi Bu menimang-nimang bahan favoritnya yaitu tanduk rusa dengan bentuk yang sangat indah dengan kedua tangannya.


Bibi Bu akan mulai sibuk dengan aktivitas memasaknya. Setelah berhasil mendapatkan tanduk rusa yang besar kini dia sedang mencuci tanduk itu dengan teliti.


Bibi Bu memperhatikan setiap sudut tanduk, memastikan tidak ada kotoran atau debu yang menempel padanya. Dia membersihkan tanduk dengan cermat, menggunakan air suci dan sikat lembut untuk menggosok permukaannya yang halus.


Setelah mencuci tanduk rusa dengan hati-hati, Bibi Bu mulai mempersiapkan bahan-bahan lain untuk masakannya. Dia memiliki dapur dadakan yang sederhana namun sangat komplit dengan peralatan memasak tradisional.


Bibi Bu mengambil beberapa bumbu dan rempah-rempah, termasuk daun-daunan, herba dan sayur segar yang dia petik dari lahan di pelataran inti.


Bibi Bu sangat teliti dalam mempersiapkan bahan-bahan. Dia memotong-motong sayuran dengan hati-hati, menghancurkan bumbu dengan ulekan dan cobek, serta menggiling rempah-rempah menjadi bubuk halus.


Semua bahan-bahan alami ini dia siapkan dengan cermat, mengikuti resep rahasia yang telah dia pelajari selama beberapa era.


Setelah bahan-bahan siap, Bibi Bu kembali ke tanduk rusa yang telah dicuci. Dia menyeka tanduk dengan kain kering hingga benar-benar kering dan menggunakannya sebagai bahan utama dalam hidangan yang akan dia masak.


Dia berkreasi dengan bahan-bahan alami lainnya, mencampurkan sayuran, bumbu herbal, dan rempah-rempah yang semuanya adalah kelas surga. Aroma harum dari campuran bahan-bahan alami itu mulai tercium, menggugah selera semua orang.


Bibi Bu dengan hati-hati memasak hidangannya dalam panci besar di atas kompor kayu. Dia mengatur api dan membiarkan hidangannya meresap selama beberapa saat, menggoyang-goyangkan panci sesekali untuk memastikan semua bahan merata.


Dia bekerja dengan penuh ketelitian, mengikuti intuisinya dan kecerdasannya.


IIIIINNNN IIINNNNNIIIIIIIIIIIIIIIII…………..


IIIIINNNN IIINNNNNIIIIIIIIIIIIIIIII…………..


IIIIINNNN IIINNNNNIIIIIIIIIIIIIIIII…………..

__ADS_1


She Laode, Shen Yangxuan dan Asisten Ning merasakan darah mereka mendidih seperti terpanggil oleh hidangan suci yang akan disajikan di atas meja makan mereka.


Ketika hidangan itu akhirnya matang, Bibi Bu mencicipi rasanya dengan penuh kebanggaan. Dia senang melihat hasil dari usahanya sendiri, dan dia tahu hidangan itu akan menjadi hidangan istimewa untuk tuannya.


Dia menyiapkan meja makan dengan cermat, menghiasi meja makan dengan taplak putih, piring, sendok dan berbagai peralatan makan lainnya. Dia menyajikan anggur, sedangkan untuk tuannya dia menyajikan teh Hibiscus dengan kelopak Lima Warna.


Sementara hidangan itu tersaji dengan indah, Bibi Bu membuka tutup panci. Asap dan aroma sempurna mengepul menyerang jiwa para peserta santap siang bersama.


IIIIINNNN IIINNNNNIIIIIIIIIIIIIIIII…………..


“Sangat arif, sangat saleh….” She Laode, Shen Yangxuan dan Asisten Ning mengucurkan air mata. Mereka terisak-isak dengan hati penuh kebahagiaan.


Bibi Bu menuangkan pada masing masing mangkok cairan pekat dengan warna keemasan yang merupakan ekstrak dari tanduk rusa. Beberapa potong sayur, herba dan gingseng juga turut tersaji dalam mangkok.


Disajikan dengan roti panggang keras yang masih hangat, sangat menggugah selera.


“Mohohohoho… Tunggu Bocah Ning. Minumlah herba teh Daun Rumput Jingga ini. Origin dalam sup ini bisa membuatmu meledak seketika.” Bibi Bu menuangkan cairan panas berwarna ungu muda ke dalam cangkir Asisten Ning.


Mereka semua menikmati dengan lahap hidangan kelas surga. Mereka menyeruput sup dengan berlinang air mata. Sungguh lezat sekali.


“Tanduk masih bisa dipakai beberapa kali lagi tanpa mengurangi khasiat sedikit pun. Dan juga sangat bagus jika dibuat sebagai bahan utama pil.” Bibi Bu merujuk pada Lei Yi. Dia sangat memuji bakat bocah cantik itu, bermaksud mempromosikan bahan bagus ini untuk dikerjakan Lei Yi dalam membuat pil obat. Bibi Bu meminta persetujuan Mao Yu.


“Lakukan… “ Mao Yu mengizinkan.


“Mohohohoho….”


Di tengah pesta yang lahap Pangeran Gu mulai tersadar. Dalam bayang-bayang penglihatannya pedih menyaksikan tanduknya dikonsumsi oleh segerombol musuh yang amat dibencinya. Lebih-lebih pria kekar Shen Yangxuan dia makannya sangat lahap.

__ADS_1


Pangeran Gu “ … “


Namun dia tak berdaya sama sekali. Kekuatannya hampir dua per tiga diembunkan ke dalam tanduknya. Kehilangan tanduk berarti dia kelihangan sebagian besar kultivasi dan kekuatannya.


Dalam remang gua yang gelap Pangeran Gu diseret oleh dua orang berjubah hitam pekat menuju kedalaman yang lebih pekat. Benteng Tua Leluhur resmi menahan dan memenjarakannya.


“Asisten Ning, Area ini terlarang mulai sekarang dan seterusnya. Klan Mo harus menutup tambang ini.” Mao Yu membuat perintah yang tegas.


“Dimengerti.” Mengingat adanya portal dan kemungkinan ada orang yang mengerikan seperti Pangeran Rusa datang kembali. Asisten Ning tak ada bantahan.


“Aku merasakan origin akan meluap dari dantianku. Aku harus kembali ke Benteng Tua Leluhur untuk melapor dan mendapatkan pengasingan tertutupku. Saya ucapkan terima kasih untuk semuanya.” Asisten Ning sangat terburu buru. Namun dia tidak melupakan etiket untuk berterima kasih sebelum menarik diri.


“Pergilah dahulu.” Mao Yu tersenyum.


Setelah kepergian Asisten Ning Mao Yu sangat serius dalam diskusinya membahas apa yang telah terjadi dan penutupan portal.


“Kloningku akan berjaga di sini untuk merawat array dinamis.” Bibi Bu memastikan keamanan lokasi.


“Adik Yu, Aku merasakan siap meledak dengan kekuatan banteng.” Shen Yangxuan bersemangat setelah menenggak tetes terakhir panci sup.


“Hahaha.. Kakak, simpan dulu energimu.” Mao Yu tertawa.


“Kenapa Pangeran Gu hanya datang seorang? Dan bagaimana bisa dia sangat terluka?” She Laode masih menyimpan pertanyaan yang membuatnya tidak nyaman karena belum terpecahkan.


“Mohohohohoho… Aku mengacaukan lorong portal. Singkatnya aku merobek dan mengoyak ruang dan waktu. Ribuan tercera berai, nampaknya hanya Gu ini saja yang lolos karena beberapa harta yang dimilikinya.” Bibi Bu sangat bersemangat.


“Begitu rupanya…” She Laode puas dengan informasi yang disampaikan oleh Bibi Bu.

__ADS_1


“She Laode, tugasmu menginterogasi Pangeran Gu. Kamu memiliki pengetahuan keadaan terakhir mereka. Kamu cocok untuk pekerjaan ini.” Mao Yu tegas.


“Tentu…” She Laode tersenyum dengan misterius.


__ADS_2