
Workshop Paviliun Shen malam ini penuh kabut misteri di dalamnya. Terlihat seorang remaja sedang asyik menuangkan cairan ke setiap tong kayu yang berjajar rapi.
Cukup banyak tong kayu berbaris hingga mengisi seluruh ruangan.
Pemuda itu cukup lincah dan cekatan hinggap dari tong satu ke tong yang lain.
Perpindahannya sangat efisien dan gerakan tangannya saat menuangkan racikan tambahan sangat anggun dan menawan.
Lin Fan mencampurkan sedikit cairan merah pekat dari kuali obat bermotif katak ke dalam sebuah tong kayu terakhir.
Dia kemudian mengaduk dengan pelan. Dirasa telah larut sempurna tong ditutup dengan erat.
Senyuman yang terkesan sadis muncul disusul dengan suara tawa yang terbahak-bahak. Seakan mahakarya besar telah diciptakan.
Di aula tengah paviliun Mao Yu, Shen Mubai dan Li Hua sedang berdiskusi.
"Li Hua, suratku sudah tersampai ke Mo Tian?" Mao Yu menanyakan tugas yang telah diberikannya beberapa hari yang lalu.
"Telah sampai tanpa kendala berarti." Li Hua menjawab dengan bangga atas keberhasilan misinya.
"Lalu bagaimana dengan surat untuk Night Lily?" Mao Yu menanyakan tugas lainnya.
"Sempurna tuan muda." Li Hua menjawab bahwa tugas yang ini juga sudah terlaksana.
Mao Yu mengangguk kemudian pandangannya beralih ke Shen Mubai.
"Paman apakah proyek pengembangan kedai bakmi Hwa sudah selesai?" Mao Yu menanyakan sebuah proyek yang dia minta untuk ditangani Shen Mubai jauh-jauh hari sebelumnya.
"Semuanya berjalan sesuai dengan rencana, aku menambahkan lebih banyak tenaga kerja sehingga proyek selesai sebelum tenggat waktu yang ditentukan." Shen Mubai juga bangga tugasnya telah selesai dengan tidak mengecewakan tuan mudanya.
"Baiklah, bagus kalau begitu." Mao Yu mengangguk puas.
Beberapa saat kemudian Lin Fan datang dengan membawa sebuah botol di tangannya. Duo Shen Mubai dan Li Hua langsung mendapat firasat buruk.
Sejauh ini keberadaan alkemis ini sangat meresahkan penghuni paviliun. beberapa hari yang lalu Bibi Zhao tangannya teriris pisau saat memasak.
Kemudian mendapatkan perawatan salep dari Lin Fan. Bukannya luka menutup dan mengering.
Malah darah segar keluar sepeti pancuran dari ujung jari. Menyebabkan Bibi Zhao pingsan kehabisan darah.
__ADS_1
Saat Paman Zhao terkena gatal di kaki. Bukannya gatal mereda setelah minum pil buatan Lin Fan.
Malah menyebar ke seluruh tubuh dengan hebat. Membuat Paman Zhao absen bekerja selama 3 hari.
Begitu juga dengan Li Hua dia sering mengunjungi sungai di samping paviliun untuk melarung pil-pil yang diberikan padanya.
Paman Mubai juga demikian, jika kita menengok ke dalam kamarnya di bawah ranjang tidur berjejer banyak vas obat yang dia sengaja sembunyikan di sana.
Seluruh penghuni paviliun setelah semua ini terjadi, mereka telah sepakat dan memutuskan bahwa tuan muda tidaklah merekrut seorang alkemis melainkan seorang ahli racun.
Aula tengah saat ini telah tegang dengan kedatangan Lin Fan. Lin Fan seperti memiliki dunianya sendiri, tak pernah menghiraukan apa yang orang katakan terhadap dirinya.
Seperti biasa dia acuh tak acuh dengan penampilan berbinar penuh keceriaan.
"Apakah resep yang kuberikan telah membuahkan hasil?" Mao Yu bertanya pada Lin Fan.
Lin Fan mengangguk dengan anggukan besar dan memamerkan botol yang dia bawa.
"Sajikan dalam cangkir !" Mao Yu membuat perintah.
Melihat Lin Fan menuangkan cairan ke dalam cangkir. Perasaan Li Hua dan Shen Mubai langsung jatuh.
Tiga cangkir telah sepenuhnya terisi oleh cairan jernih kemerahan. Aroma alkohol disertai sensasi wangi sangat kuat menyebar hingga seluruh penjuru ruangan.
Duo sedikit rileks saat mengakui bahwa wangi aroma cairan sangat memikat.
"Sake Pembakar Naga." Mao Yu memperkenalkan produk ini dengan bangga kepada duo.
"Minuman ini akan dijual khusus di kedai Hwa. Penjualan selain ke kedai Hwa harus melalui otorisasi ketat dari Paviliun Shen."
"Sake ini akan menjadi langkah awal untuk Paviliun Shen debut menjadi yang nomor satu." Mao Yu memaparkan rencananya dengan semangat.
Duo saling memandang dan menggelengkan kepala. Meragukan prospek penjualan produk ini, mengingat tokoh di balik layar pembuatannya adalah seorang pemuda Lin Fan.
Bukannya menjadi nomor satu melainkan akan malah jadi bahan cemoohan seluruh penjuru benua.
"Tak perlu sungkan-sungkan. Segera nikmati dalam satu kali teguk!" Mao Yu mempersilahkan duo untuk segera mengambil cangkirnya masing-masing.
Keduanya mengambil dan memegang cangkir dengan gemetar. Pikiran buruk kembali mendominasi seluruh isi kepala mereka.
__ADS_1
Li Hua menahan tangis kali ini. Berkali kali dia selalu mendapati kesialan setelah menjadi bahan percobaan karya-karya Lin Fan.
Tak terkecuali kali ini, dia memejamkan mata dengan kuat. Dia sudah berusaha sekuat tenaga untuk siap kali ini jika terjadi hal buruk.
Shen Mubai berkedut-kedut enggan mendekatkan cangkir ke bibirnya. Jarak bibir dan cangkir serasa ratusan mil.
Cangkir harus melakukan perjalanan panjang dulu sebelum sampai ke tujuan.
GLUKK.... Keduanya akhirnya minum dalam satu kali tenggak,
"IINN INIIIIIII..... " Kedua kaget dan sontak berdiri.
Alkohol yang mereka minum memberikan sensasi membakar tenggorokan lapis demi lapis hingga sampai ke seluruh sudut rongga dada.
Disusul dengan gemuruh seperti gunung api hendak meletus saat memasuki perut. Kemudian bergolak di dalam seperti bendungan hendak runtuh.
Potensi yang kuat memicu dantian untuk berpendar dan memutar arus energi lebih cepat.
Duo segera mengambil sikap lotus dengan wajah keduanya yang merah padam. Mereka berusaha menenangkan gejolak energi yang membara dengan mengalirkan sesuai jalur metode kultivasi yang mereka praktikkan.
Saat keduanya membuka mata, mereka mengeluarkan udara keruh. Mereka bangkit dari lotus dan merasakan perubahan cukup signifikan pada kultivasi mereka.
Mereka berdua memandang Lin Fan dengan keheranan. Lin Fan merespon hanya dengan tertawa tidak jelas apa alasannya.
Bocah ini selain ahli racun ternyata juga hebat sekali dalam membuat minuman. Minuman yang sungguh sangat tinggi nilainya jika beredar di pasaran. Mereka mengakuinya.
Minuman ini selain rasanya tak ada bandingannya. Efek yang diberikan sangat membantu dalam peningkatan kultivasi.
Minuman ini akan diburu oleh banyak kultivator, para elit sekte maupun klan dan para eselon atas jika beredar di pasaran.
Mereka berdua hingga kini masih terbelalak dengan rasa takjub tak percaya.
Jika mereka membandingkan, minuman ini adalah setetes embun surga. Sedangkan yang menurut seluruh publik di benua selatan terbaik itu hanya air selokan.
Penilaian mereka terhadap ahli racun ini langsung berubah 180 derajat. Bencana dan kesialan yang mereka rasakan atas berbagai produk Lin Fan di masa lalu langsung termaafkan begitu saja.
"Bwaahhhh.... Minuman apa ini seperti kencing kuda. Lin Fan buang semuanya." Mao Yu menyemburkan minuman kemudian berkata dengan cemberut.
"JANGAN... !!!" Duo menjawab dengan spontan dan keras secara bersamaan membuat Mao Yu kaget.
__ADS_1
Sementara Lin Fan tertawa terbahak-bahak.