Legenda Raja Abadi

Legenda Raja Abadi
Menjual Garam


__ADS_3

Ketika Mao Yu dan Zen Li istirahat malam.


Kedua tua mancing mania di pesisir danau. Mereka mecoba kail saling bergantian, meskipun mereka mendapatkan ikan tidak sebesar tangkapan Mao Yu dan Zen Li mereka meyakini bahwa pancing sederhana di tangan mereka adalah harta yang nyata.


Joran lain juga dicoba, jauh lebih baik, bagus dan luhur. Bahkan joran yang merupakan harta menengah atau tinggi dari penyimpanan Lei Teng. Namun tak satu pun ikan tak mau mengendus umpan sama sekali.


Kepala Sekte Tang Shang setelah ini kan memperlakukan pancing sebagai harta utama sekte. Dia akan memperlakukan dengan baik melebihi perlakuan kepada istri.


Pagi hari telah tiba.


Burung berkicau dengan merdu dan gembira. Begitu juga dengan suasana penghuni sekte Singa Perak. Pagi-pagi Kepala Sekte Tang Shang membangunkan Mao Yu dan Zen Li.


Untuk segera bersantap sarapan bersama menikmati hidangan ikan.


Sup kepala ikan tersaji di meja makan. Para peserta makan menyambutnya dengan berbinar-binar.


Uap panas mengepul hebat dengan aroma herbal yang pekat. Selain menggoda keroncongan pada perut. Juga menggoda dantian berkedut tanpa henti merindukan kekuatan yang akan diserap dari daging ikan.


Koki Lei Teng sangat mahir dengan pengolahan ikan. Sebagai seorang alkemis tindakan memasak bukanlah hal yang sulit.


Kontrol api, racikan bahan dan rempah serta pengolahan dalam panci.


Lei Teng memastikan nutrisi ikan tidak menyebar, bahkan rempah yang ditambahkan juga merupakan herbal tinggi.


Dia tak lagi pelit dalam menggunakan herbal simpanannya. Ikan ini sendiri jauh lebih mahal dan bernilai dari perbendaharaannya.


Tiap orang memegang sumpitnya. Mereka mulai makan dengan seluruh wajah berwarna merah.


Sangat enak...


Tak butuh waktu lama seluruh mangkok kosong, bahkan kuah tak bersisa barang setetes pun.


Peserta sarapan sangat puas dengan energi di perut siap meledak. Mereka harus segera mengambil pengasingan untuk mengkonsolidasikannya.


“Pak Tua Lei Teng, Jika kamu keberatan menjadi tukang kebun. Boleh kok kamu kembali pulang ke rumahmu.” Mao Yu berkata dengan pandangan serius.

__ADS_1


“Ohohoho... siapa bilang aku berhenti. Aku ini tukang kebun sejati. Ayahku dan ibuku adalah pekerja kebun. Bahkan aku mewarisi tatacara berkebun yang baik.”


“Ini masih permulaan, tunggu beberapa hari ke depan. Seluruh area sekte dan bangunan akan bersih bersinar cemerlang. Hohohoho....”


Lei Teng sungguh tak tahu malu. Semula dia sangat enggan dengan penuh kemarahan. Namun ada baiknya dia tinggal di sini adalah dia bisa menikmati ikan langka danau perak.


Memakan seporsi ikan seperti meringkas pengasingan tertutup selama seratus tahun.


Apalagi dengan kail pusaka yang menjadi harta utama sekte. Dia bisa menikmati olahan ikan setiap hari.


Bagaimana bisa seorang ahli berpaling dari kemuliaan seperti ini.


Bahkan pesohor dan bigshot akan rela menjadi tukang pel atau memandikan kuda untuk mendapatkan hidangan ikan.


Lei Teng merasakan kemajuan yang sangat berarti. Kontrol atas api, kepekaan dan kekuatan spiritual dilipatgandakan berkat konsumsi ikan danau.


Bahkan apakah dia menjadi dungu jika meninggalkan pelataran sekte. Ikan danau adalah keutamaan sejati ! Keutamaan utama !


Dia menggenggam tangannya kuat-kuat, pandangannya menerobos tujuh langit.


Sayangnya Kepala Sekte Tang Shang, Mao Yu dan Zen Li tak ada lagi di meja makan. Mereka telah meninggalkan bangku dengan mangkok kosong berserakan di atas meja.


“Bahkan profesiku bertambah menjadi tukang cuci piring.” Lei Teng melihat tumpukan mangkok kotor dengan pandangan sayu.


Hari hari di sekte sangat damai seperti biasanya.


Kepala Sekte Tang Shang sibuk dengan ember air untuk memurnikan garam, Zen Li berlatih dengan kultivasinya. Saat istirahat saja dia membantu kepala sekte untuk mengurus garam-garam


Lei Teng dengan santai menyapu dan membasmi ilalang. Menghilangkan lumut dan jaring laba-laba di setiap bangunan.


Hanya Mao Yu yang bersantai saja.


Sebagai manusia fana, apa yang bisa dilakukannya. Begitulah faktanya, namun berkat temuan pancing hebat. Mao Yu mau berbuat apa pun tak ada yang berani menegur sama sekali. Posisinya menjadi sangat istimewa.


Saat dia bersantai di tepi danau Kepala Sekte Tang Shang menghampirinya.

__ADS_1


“Mao Yu, bisakah kamu ke kota sebelah. Tidak jauh, kamu hanya perlu mengantar garam perak dari sisa sulingan ?”


Ketika mengolah garam perak. Sangat banyak residu yang dihasilkan. Kepala Sekte Tang Shang menyebut garam ini sebagai sisa sulingan.


Meskipun manfaatnya sangat kecil, jika dijual masihlah berharga. Bagi orang awam ini bisa meningkatkan kesehatan dan kekuatan. Untuk kebutuhan restoran mahal ini menjadi bumbu masakan utama.


“Hmmm... baiklah.” Mao Yu menjawab.


“Satu hari perjalanan menuju ke kota. Kamu bisa menginap di sana satu malam untuk kemudian kembalilah keesokan harinya.”


Mao Yu mengangguk.


Sekte Singa Perak hanya memiliki satu ekor kuda. Kuda inilah yang saat ini dipacu Mao Yu keluar melalui gerbang utama.


Dengan monyet kecil yang duduk manis di depan Mao Yu. Kuda berlari dengan gesit menuju kota sebelah.


Dalam perjalanan hanya ada hutan dan padang rumput. Mao Yu sangat menikmatinya, mengingatkan pada kenangan saat berkuda menuju ibukota pusat saat lampau.


“Yooo, akhirnya tiba.”


Kota yang sangat ramai dengan hiruk pikuk pedagang dan caravan. Ini adalah kota transit perdagangan.


Segala arah menuju lokasi penting bertemu pada titik ini.


Kota di mana terletak persis antara perbatasan dua kekuatan besar yaitu Sekte Api Phoenix dan Sekte Pedang Bumi.


Secara garis besar titik transit perdagangan ini adalah pertemuan dua jalur perdagangan antara wilayah kedua sekte tersebut.


Mao Yu tak menunda tugasnya. Dia mencari toko herbal yang Kepala Sekte Tang Shang tunjuk untuk menyerahkan garam sisa sulingan.


Meskipun jalanan ramai dengan para pedagang, tak sulit menemukan toko yang dimaksud. Toko ini besar, bersih dan rapi.


“Selamat datang anak muda, ada yang bisa kami bantu.” Petugas toko menyambut.


“Ah, kamu !!!” Mao Yu melotot.

__ADS_1


“Kamu !!!!” Petugas toko lebih melotot lagi.


__ADS_2