Legenda Raja Abadi

Legenda Raja Abadi
Misi Orang Lei


__ADS_3

Mao Yu duduk di kedai tua dengan kondisi amburadul. Pakaian sobek sobek dan luka luka hampir di seluruh tubuhnya.


Dia sesekali menenggak anggurnya, walaupun dia sebenarnya lebih menyukai teh herbal. Oh, mungkin kali ini dia merindukan menikmati the di kala remuknya badan. Memberikan efek rileks dan mengendurkan kembali otot otot yang tegang.


Sementara Tua Mu Tou di meja saji menyibukkan dirinya meracik herbal untuk membuat hidangan khas kedainya. Kacang rempah.


Pintu mengeluarkan derit, tanda seseorang membukakan pintu.


Wan Hanma masuk dan menyapa Mao Yu.


“Kamu kembali?” Mao Yu manatap Wan Hanma.


“Eh, Ah iya…” Dia terbata bata menjawab.


“Ada sesuatu yang tertinggal?” Mao Yu tampak memutar pandangan ke berbagai sudut kedai.


Wan Hanma kemudian menjelaskan apa yang terjadi saat dia keluar dari kedai hingga sampai pada hutan belantara dan bertemu dengan kereta yang memintanya membawa kemari.


Dan benar terkonfirmasi, telah masuk ke dalam kedai seorang gadis dan seorang pemuda dengan pakaian putih yang mewah. Bersulam emas dengan motif bunga yang menjadi ciri khas klan mereka.


Tua Mu Tou berdiri dan mempersilahkan kedua tamunya duduk.


“Tidak perlu membuat kami terlalu lama di tempat ini. Kami harus segera kembali ke klan setelah urusan kami selesai.” Pemuda itu meletakkan kotak yang identik saat Tua Mu Tou memperlihatkan obat berbentuk kristal padanya.


“Baiklah, Tunggu beberapa saat. Kalian?” Tua Mu Tou bertanya dengan pelan dan waspada.


“Aku putri bungsu Patriark Lei, dan dia Putra tunggal penatua pertama.” Gadis Lei menjelaskan. Dia menunjukkan token yang secara khusus untuk misi ini.


Tua Mu Tou menerima dan mengkonfirmasi, dia mengangguk. Dia minta izin ke belakang untuk menyiapkan transaksi dengan Klan Lei ini.


Token tersebut terbuat dari bahan unik dan penuh dengan enkripsi unik. Berlaku sebagai wadah penyimanan spesial sekaligus memiliki daya radar yang kuat yang hanya bisa ditemukan oleh Klan Lei.


Sehingga jika dalam perjalanan token ini hilang, dengan mudah Klan Lei akan menemukannya. Namun bagaimana jika token ini dibongkar dan daimbil isinya oleh pihak lain. Jawabannya adalah mustahil.

__ADS_1


Tua Mu Tou hanya seorang yang bisa memasukkan bijih langka di dalamnya. Dan hanya patriark seorang yang bisa membuka enkripsi kodenya.


Ini adalah transaksi yang sangat aman.


“Membutuhkan beberapa waktu mohon ditunggu. Kalian memesan makanan dan minuman untuk agar tak bosan menanti?” Tua Mu Tou menawarkan.


“Tidak.” Mereka menjawab serempak.


Tua Mu Tou lantas meninggalkan ruang kedai meninggalkan dua orang Lei, Wan Hanma dan Mao Yu.


Gadis Lei dan Pemuda Lei menjatuhkan pada pemuda kotor dan lusuh yang duduk di pojok ruangan bersama pemandu yang mengantarkan mereka ke kedai ini.


Tatapannya mengandung rasa hina dan merendahkan. Lebih lebih objek yang mereka lihat adalah seperti gembel.


“Tempat ini khusus dan tersembunyi, bagaimana bisa ada gembel di sini?” Pemuda Lei mendengus.


“Aku telah mati matian bertarung melawan monster pohon raksasa.” Mao Yu malas menjawab.


“Baiknya jangan bicara denganku, aku pernah mendengar bahwa gila dapat menular karena berbicara dengan orang gila.” Mao Yu meregangkan tubuhnya yang mulai terasa sakit.


“KAMU…”


“Whooo… Tuan mohon tenangkan diri anda. Jangan diambil hati perkataan tuanku ini. Mohon anda fokus pada urusan anda, kami tidak akan mengganggu bisnis anda.” Wan Hanma menengahi.


Sebuah api berwarna merah hati whosss muncul dari ujung jari telunjuk Pemuda Lei. Dengan kemarahan dan rasa tersinggung dia ingin membuat urusan dengan Mao Yu.


Namun gadis di sebelahnya berkali kali menasehati agar rekannya ini menahan diri dan tidak mengacaukan misi penting yang sedang mereka jalankan.


Akhirnya Pemuda Lei tenang kembali dengan perasaan sebal di kursinya.


“Tidak untuk kali ini karena aku dalam misi yang sangat penting. Tapi lain kali aku akan menemukanmu.” Pemuda Lei membuat ancaman.


“Mao Yu, Benteng Tua Leluhur, Dunia Pertama.” Mao Yu memperkenalkan diri.

__ADS_1


“TUAN…” Wan Hanma melotot.


“Bukankah mereka bilang ingin menemukanku. Bukankah repot jika mereka tidak tahu namaku dan dan darimana asalku !!!” Mao Yu membentak Wan Hanma.


Wan Hanma.” … “


Gadis Lei “ … “


Pemuda Lei “ … “


“Whahahahaha… Kamu benar-benar gila ternyata.” Pemuda Lei tertawa terbahak bahak.


Gadis Lei berbisik lembut pada Pemuda di sebelahnya.


“Pertama dia berada di tempat ini, itu sudah bukan orang sembarangan. Kedua dia berani menunjukkan nama dan asalnya, dia memiliki kepercayaan yang tinggi. Dia sangat berani.” Gadis Lei menjelaskan.


Seketikan mereka berdua diam, tampak saling berkomunikasi dalam transmisi suara. Beberapa saat keduanya seperti tampak berfikir, tampak merenung, mengingat, mengernyit dan tampak fokus.


Mungkin mereka berupaya saling menyampaikan informasi tentang kekuatan yang muncul dari dunia terendah dan pergolakan di dunia keempat akibat kehadiran Benteng Tua Leluhur.


Mereka mengernyit, mungkin juga bukan urusan yang bijak jika membuat masalah dengan Benteng Tua Leluhur. Meskipun Klan Lei memiliki dukungan yang sangat kuat, sebagai anak anak pemimpin klan mereka juga memiliki kebijaksanaan dalam berfikir.


“Orang Orang Lei.” Mao Yu berkata sambil menguap lebar.


Mereka berdua sontak berdiri dengan spontan menatap tajam Mao Yu yang duduk bersandar malas pada kursinya.


“KAMU…”


“Bukankah jelas di baju kalian bersulam tulisan “Lei”. Asal tidak buta huruf siapa pun pasti tahu. Kenapa kalian sensi amat sih.” Mao Yu sebal dengan suara terkejut mereka yang terdengar sangat tak ramah di telinga.


Gadis Lei “ … “


Pemuda Lei “ … “

__ADS_1


__ADS_2