Legenda Raja Abadi

Legenda Raja Abadi
Kemajuan Benteng Cabang


__ADS_3

Mao Yu tiba kembali di area terluar Benteng Tua Leluhur.


Dia mengambil sebuah pemondokan khusus asisten pengajar. Pondok dengan fasilitas yang lumayan minimalis dan lengkap. Memungkinkan seorang asisten bisa mengajar sekitar 40 orang di halamannya.


Bibi Bu berpakaian pelayan mondar mandir membersihkan rumah, menata vas bunga, menyalakan dupa, menyapu dan menyiangi rumput di halaman.


Mao Yu duduk di teras pondok. Dia memutar jade informasi dari Li Hua.


Bentrok dengan Klan Cheng sekarang pada posisi perang dingin. Kedua belah pihak tidak membuat gerakan sama sekali. Sejak kedatangan ahli dari dunia keenam, sepertinya mereka sengaja memberi umpan kepada kita untuk memulai serangan terlebih dahulu.


Belum bisa dipastikan siapa ahli itu. Apakah dia orang Cheng juga atau pakar dari kekuatan lain.


Kelemahan geografis pemukiman Cheng adalah mereka hanya bisa keluar dari zona melewati satu portal. Kami terus mengawasi siapa yang keluar dan masuk.


Sekte Pedang Bumi membuat ikatan dan bekerja sama dengan Klan Cheng. Mereka adalah sekutu sekarang. Posisi kami menjadi mode bertahan alih-alih kami agresif dan menyerang.


Mao Yu mematikan jade informasi dan melemparkan ke atas meja.


“Tuanku tercinta, Anda memiliki peliharaan monyet dan belut licin. Jika mereka tak berguna hamba bisa membuatkan anda kari monyet dan sup belut jahe. Mohohohohoho….” Bibi Bu menohok.


“Hanya membuat orang-orangku terlatih dan mendapati pengalaman. Musuh yang sebenarnya yang harus dihadapi kelak sangat membutuhkan kebijaksanaan, bukan hanya kerasnya otot belaka.” Mao Yu mengambil cangkir teh hijau kemudian menyesapnya dengan lembut.


“Mohohohohoho… Pak Tua Sapu datang haruskah dipersilahkan masuk?“ Bibi Bu menyajikan camilan kacang dengan bumbu kayu manis dan herbal sirih.


“Biarkan dia masuk.” Mao Yu melambaikan tangannya.

__ADS_1


Pak Tua Sapu, yang diangkat menjadi kepala lima cabang benteng menghadap Mao Yu, dia bersujud dengan khusyu sebelum bangkit dan dipersilahkan duduk dalam satu meja untuk menyampaikan beberapa hal.


“Bagaimana pembangunan lima benteng?” Mao Yu bertanya.


“Pembangunan selesai, Tuan Fang Shi memobilisasi para pengajar dan beberapa murid. Kami juga sudah mulai merekrut murid dan memulai pelatihan.” Tua Sapu menyerahkan giok informasi.


Mao Yu menerima dan memeriksa.


Mao Yu melihat gugus benteng cabang persis membentuk tanda bintang dengan Benteng Tua Leluhur sebagai titik pusatnya. Mao Yu juga membaca desain tiap bangunan dan berapa personil aktif di dalamnya.


“Udara pada benteng cabang sangat kalah dibandingkan dengan benteng pusat, kemajuan para murid sangat jauh berbeda dengan murid benteng pusat.” Tua Sapu sedikit bimbang.


Mao Yu kemudian menjelaskan pada Tua Sapu bahwa pembangunan lima cabang bertujuan untuk membuat array raksasa.


IIIIINNNN IIINNNNNIIIIIIIIIIIIIIIII…………..


“Anda bisa mengebor hingga ke dunia ketiga belas dengan tembakan array ini !!!” Tua Sapu terbelalak.


“Tidak hanya itu, bahkan tempat yang lebih tinggi dari dunia ketiga belas.” Mao Yu menunjukkan telunjuknya ke langit.


Tua Sapu mendapati dirinya seperti sedang mengalami ekstase, tubuhnya menjadi sangat ringan dengan jari tulangnya yang sedikit bergetar. Sorot matanya jernih dan melihat visi yang lebih jauh ke depan.


“Hamba terlalu dangkal. Kini hamba mulai belajar memahami.” Tua Sapu sangat antusias.


Mao Yu meletakkan cangkir dengan suara tuk di meja kayu, sesaat suasana terdiam. Mereka beralih menikmati udara dingin di siang hari. Udara yang terlalu kaya dengan origin murni.

__ADS_1


“Tua Sapu, sejauh mana kamu bisa kupercaya?”


“Cetak segel budak terkuat anda pada diri saya. Saya bahkan tak membutuhkan kesadaran, saya adalah boneka bagi anda dan Benteng Tua Leluhur.” Tua Sapu berkata dengan mantap, lugas, penuh tekad tanpa keraguan dalam setiap perkataannya.


“Bagus.” Mao Yu mengkonfirmasi dari getaran jiwa kesungguhan yang terpancar dari Tua Sapu.


Mao Yu memeriksa token utama yang menunjukkan identitas sebagai kepala lima benteng cabang yang dimiliki Tua Sapu.


“Aku memberimu hak untuk memerintah 40 pasukan Immortal Baja Hitam dalam memenuhi tugasmu.” Mao Yu memberikan kembali token kepada Tua Sapu setelah melakukan verifikasi atas penggunaan Immortal Baja Hitam.


IIIIINNNN IIINNNNNIIIIIIIIIIIIIIIII…………..


IIIIINNNN IIINNNNNIIIIIIIIIIIIIIIII…………..


IIIIINNNN IIINNNNNIIIIIIIIIIIIIIIII…………..


Tua Sapu menerimanya dengan gemetar. Ini adalah tanggung jawab yang sangat besar baginya untuk dia emban. Dia semakin bertekad kuat hidup matinya untuk Benteng Tua Leluhur.


“Kembalilah ke tempat asalmu.” Mao Yu tersenyum melihat punggung Tua Sapu yang menjauh dari halaman hingga kemudian menghilang di belokan gerbang pemondokan.


Bibi Bu muncul kembali dengan membawa lima buah item identic yang menyerupai piring datar.


“Ini yang terbaik sekaligus terkuat tuanku yang manis, semua telah memenuhi syarat. Kita akan membuatnya persis seperti yang berada di….” Bibi Bu bercakap.


“Segera aplikasikan dan lakukan.” Mao Yu memotong perkataan Bibi Bu.

__ADS_1


“Mohohohohoho….”


__ADS_2