
“Sombong sekali…” Wan Hanma yang telah melangkah di hutan belantara terpaksa harus berhenti oleh sebuah kereta mewah yang ditarik oleh delapan kuda emas.
Wan Hanma yang biasanya bertemperamen kalem, kali ini dia mendengus pelan. Mengeluarkan udara hangat dengan tekanan kuat dari kedua lubang hidungnya.
“Kuda bulu emas, sangat langka…” Tua Long memuji pemandangan di depannya.
Melihat cetakan simbol pada kedua sisi, Tua Long mengernyit. Milik salah satu kekuatan besar di dunia keenam.
“Berasal dari kekuatan dengan akar yang sangat kuat, sebaiknya mengambil sikap tidak mencolok.” Tua Long berbisik kepada Wan Hanma.
Wan Hanma pu mengangguk menyetujui.
Dibandingkan dengan klan naga, klan yang disimbolkan dengan logo kuali ini masih sangat kurang. Namun keberadaan klan ini menjadi mercusuar bagi alam ketigabelas dunia. Kekuatan mereka terletak pada pengaruh kuatnya.
Satu perintah resmi dari klan ini mampu mengerakkan banyak kekuatan besar untuk bergabung dalam sebuah squad penyerang yang sangat besar.
Alih-alih akan merepotkan jika berseteru dengan klan ini.
Kuda meringkik, bersuara seperti penjahat kejam yang tertawa. Membubarkan fokus Wan Hanma pada kereta di depannya.
“Tunjukkan jalan menuju kota lama…” Seorang gadis bersuara dari dalam kereta.
“Lurus hingga danau kuning. Ambil arah tenggara dari sana.” Tua Long lirih.
“Bukankah itu tempat kedai pak tua yang barusan kita tinggalkan?” Wan Hanma berbisik.
Suara pemuda menyalak dari dalam kereta. Sangat keras dan kasar, kontras dengan suara gadis sebelumnya.
“Apa yang kamu katakan? Tunjukkan jalan atau kuhukum mati.”
Wan Hanma memandang Tua Long dengan ekspresi flat. Di dunia beladiri, dia sangatlah awam dan belum berpengalaman. Rasa grogi menguasai dirinya.
__ADS_1
Pikirannya berkelabat ke mana mana. Dia berfikir harus menjawab bagaimana dan harus berkata apa.
“Tunjukkan !!!” Suara lantang pemuda dari dalam kereta kembali menyalak seperti seekor bulldog.
“Tua Long….” Wan Hanma meminta pendapat. Namun Tua Long memejamkan matanya. Dia bermaksud mengajari Wan Hanma tentang sikap dan ketegasan.
Dari dalam kereta pemuda dan gadis berdiskusi.
“Jika benar, akan memudahkan kita menemukan kedai tua.” Gadis berkata.
“Informasi yang sangat rahasia, mereka tidak mungkin berbohong tentang keberadaan kedai tua. Tidak sembarang orang bisa tahu dan merujuk ke bangunan itu.” Pemuda menjawab.
“Menemukannya seperti mencari jarum di tumpukan jerami, mantra dan kamuflase ilusinya bukan sembarangan. Jika mereka bisa mengantar kita sampai tujuan, ini adalah jackpot. Kita bisa lulus ujian dengan mudah.” Gadis menyatakan suasana hatinya yang riang gembira.
“Tugas merepotkan, mengantar paket ini. Huh..” Pemuda berupaya abai.
“Bagaimana pun, ini sangat penting.” Gadis kembali pada fokusnya.
“Baiklah…” Pemuda menyerah.
“Baiklah… Aku akan mengantar kalian.” Wan Hanma menjawab tegas. Tua Long memelototi Wan Hanma hingga bola matanya hampir keluar.
Tua Long “ … “
Kembali ke kedai tua.
“Kamu bilang aku kurang unsur hara? Hahaha… Obatku sedang diantar.” Pak Tua terkekeh-kekeh.
“Bangsamu menyusut dan setengah langkah lagi menuju kepunahan.” Mao Yu menohok langsung.
Pak Tua “ … “
__ADS_1
Sekali lagi kewaspadaannya meningkat, aura kuno dan kekejaman sangat dingin melintas dari kedua matanya yang memutih total. Kewaspadaanya meningkat saat hal paling tabu dan sensitif diucapkan langsung padanya.
“Kamu datang dari dunia yang rusak?” Pak Tua bersuara serak.
“Aku bersantai di rumahku, tak pergi ke mana mana.” Mao Yu terus memakan kacang rempah, kulitnya berserakan di atas meja.
“Aku tak tertarik dengan dunia kelima yang kacau balau. Di sana tak ada apa pun yang kuminati. Tak ada makhluk yang bisa bertahan di sana, kecuali beberapa pohon dan kayu kayu.” Mao Yu menaljutkan.
“KAMU….” Pak Tua memasuki mode kewaspadaan tinggi dengan aura menindas maksimal. Membuat udara menjadi berat dan sangat mencekik.
Namun Mao Yu tetap santai dan merasa normal normal saja.
Informasi di dunia kelima sangat rahasia. Dijaga dengan ketat dan erat erat, hanya eselon tertinggi penjaga tigabelas dunia yang tahu. Itu pun tak semuanya.
“Siapa Kamu sebenarnya?” Pak Tua siap membasmi Mao Yu menjadi jasad abu.
“Sudah kubilang aku orang Benteng Tua Leluhur beberapa jam yang lalu. Apa kamu sedemikian tuanya hingga sudah pikun?” Mao Yu sebal.
Pak Tua “ … “
“Aku hanya menyampaikan proposal padamu. Datang ke Benteng Tua Leluhur sebagai orangku dan aku menyelamatkan bangsamu dari kepunahan.”
“Sombong sekali, omong kosong, apa yang anak kecil sepertimu bisa perbuat? Aku menolak.” Pak Tua diliputi kemarahan. Tekanan membunuhnya tumbuh berkali kali lipat.
“Menolak? Hmm… Ini sebentar lagi musim salju. Kurasa udara tahun ini lebih dingin dari sebelumnya. Maka aku membutuhkan banyak kayu untuk menghangatkan perapianku di rumah.”
“KAMU….”
Dalam sekejap pemandangan beralih ke dunia yang sangat kering dan terik. Tak ada apa pun baik vegetasi atau makhluk hidup lainnya. Ruang di sana kacau balau seperti matriks yang teremas-remas.
Beberapa pusaran dengan pusat kegelapan berbagai ukuran muncul di mana mana menghisap segalanya.
__ADS_1
Sangat berbahaya.
“Dunia Kelima… “ Mao Yu mengernyit.