
“Bagaimana bisa kamu mengenalku ?” Petugas toko meraung.
“Bau tengikmu tercium ratusan mil... !!!” Mao Yu menyalak.
“Apa kamu spesies anjing tertentu... !!!” Petugas toko membalas.
Mao Yu segera keluar toko, dia mengambil sejumput kerikil kemudian melempari petugas toko dengan geram.
Lemparan acak bertubi tubi memberondong penjaga toko.
“Aduh... Aduh...” Petugas toko menghindari. Namun satu dua batu masih mengenainya.
“Waktu itu aku diam tak melemparimu sama sekali. Kenapa sekarang kamu melempariku ???” Petugas toko berteriak.
Suaranya keras sehingga pejalan yang lalu lalang terpaksa harus berhenti dan menoleh menuju keributan.
Yah, dia adalah pria cantik murid utama sekte Gunung Lembah dan Samudra. Hanya saja dia saat ini berada dalam wujud yang sebenarnya. Tampak berbeda, namun masih dalam aura yang sama.
Sangat mudah dikenali Mao Yu.
Kala itu tampak dia seperti sedang menyamar menjadi orang lain untuk menjadi murid.
Setelah puas membombardir dengan kerikil. Mao Yu memelototi pemuda cantik di depannya.
“Kamu murid jahanam. Kenapa kamu masih hidup? Harusnya kamu menjadi manusia mati di dalam makam kuno.” Mao Yu masih geram.
“Itu karena aku cerdas dan tidak masuk ke dalam !!!” Pemuda cantik membantah keras.
“Aku berharap kamu masuk dan menjadi pupuk di dalam sana! Jadi kamu adalah pengecut yang melarikan diri ???”
“Atas dasar apa aku harus masuk ke dalam sana, aku sayang nyawaku !!!”
Mereka berdua bertengkar cukup lama sehingga seperti tampak telah bosan. Akhirnya mereka bersedekap dengan saling membuang muka.
__ADS_1
“Hehehehe.... anak muda jangan bertengkar.” Pemilik toko tiba dengan tertawa. Meskipun membuat keributan di toko dia tampak santai saja.
“Ada yang bisa kami bantu? Maaf dia anak magang belum lama menjadi karyawan di sini.”
“Kamu memerlukan herbal atau semacamnya? Toko kami adalah spesialis dalam penjualan herbal.” Pemilik toko sangat ramah.
“Aku Mao Yu, aku diutus Kepala Sekte Tang Shang untuk mengantarkan garam.” Mao Yu memperkenalkan diri serta menyerahkan cincin penyimpanan perunggu yang usang.
Pemilik toko meraih cincin dan segera mengindera perbendaharaan di dalamnya.
“Tampaknya Kepala Sekte Tang Shang cukup bekerja keras. Setoran tiap enam bulan kali ini tampak dua kali lipat dari biasanya.”
“Paman, Kepala Sekte Tang Shang memberi pesan untuk memasukkan bahan makanan sesuai daftar dan pembayaran sisanya dimasukkan kembali ke dalam cincin. Aku akan mengambilnya besok pagi.”
“Dengan senang hati, anak muda.”
Mao Yu segera pergi meninggalkan toko. Dia sangat risih melihat pemuda cantik penyamar. Dia mengutuk betapa tidak beruntungnya, sangat merusak mood kebahagiaan petang ini.
Kali ini Kong Kecil harus cukup puas dengan steak daging seporsi.
“Beberapa dekade ini Klan Wang terus mengunci diri dalam perisai baja.” Salah seorang pengunjung bersuara.
“Memang cukup lama, bahkan sekte Gunung Lembah Samudra bahkan harus mencari masalah terus untuk mengobarkan permusuhan mereka.”
“Bagaimana cara menggoda Klan Wang saat mereka menutup pintu erat erat ?”
“Apa saja yang menjadi masalah. Akan diusahakan untuk dipermasalahkan. Hahaha...”
“HAHAHAHA...”
Gelak tawa menggaung dalam ruang kedai.
“Klan Wang? Bagaimana ya keadaan mereka sekarang...” Mao Yu bergumam.
__ADS_1
“Ah, anak muda... Kamu tahu sesuatu tentang Klan Wang. Coba ceritakan kepada kami...” Pengunjung yang mendengar gumaman Mao Yu segera antusias menambang gosip.
Mao Yu tersenyum canggung, bagaimana pun dia tidak pernah melakukan gosip ria.
“Aku tahu mereka datang ke situs makam kuno... Emmm, berapa tahun yang lalu... Emmm... Kapan ya ?” Mao Yu mencoba mengingat-ingat waktu.
“Itu 60 tahun yang lalu ?” Seorang pengunjung menyahut keras.
Astaga! apakah selama ini aku dalam pengasingan tertutup... Aku tak sadar, bahkan aku tak bertambah tua sedikitpun. Aku tetap saja seperti ini.
Ah, sial... kedewasaanku ??? Kapan aku akan jadi dewasa....
Mao Yu tampak panik. Dia meraba-raba tubuhnya.
“Bocah... ada apa denganmu, kamu linglung... Hahahah...” Pengunjung lain tertawa.
Disambut ledak tawa seisi ruangan. Di tengah ramainya suara kedai, Mao Yu tak mendengar suara sedikit pun. Dia seperti orang yang sedang mengalami tuli.
Ternyata lama sekali, pikirannya mengembara kepada orang-orang yang dia kenal. Dan juga tentang Benteng Tua Leluhur.
“Kong Kecil kenapa kamu tak bilang ?” Mao Yu merengut.
“Tuan tidak bertanya.” Kong Kecil melahap steaknya.
Mao Yu sebal. Jika ingin dia meremas dan membuang monyet ini.
Ah ya, bagaimana dengan pemuda cantik. Dia juga tampak tak menua sama sekali.
Ah Zhao Ren, Zhao Yan... Mereka jadi kakek dan nenek sekarang. Duh, Mao Yu menutup wajah dengan kedua tangannya.
Malam ini Mao Yu tidak mencari penginapan. Dia tinggal di kedai semalam suntuk dengan menghabiskan banyak minuman.
Sepanjang malam Mao Yu banyak mendengar cerita tentang perkembangan dunia keempat. Ini sangat membantu memahami peta kekuatan. Siapa yang mendominasi di dunia keempat. Dan kejadian-kejadian yang masih hangat baru saja terjadi.
__ADS_1