Legenda Raja Abadi

Legenda Raja Abadi
Pohon


__ADS_3

Hari kedua mereka bertiga memasuki area hutan lebih dalam lagi.


Pepohonan makin besar dan lebat. Udara juga makin lembab. Sesekali terdengar suara auman datang dari jauh menggema di seluruh penjuru hutan.


Li Hua makin acak kadut keadaannya. Suara ranting bergesekan membuatnya takut. Suara kemerasak hewan melata juga membuatnya meloncat. Dia merasa itu semua ulah binatang buas.


Seakan-akan binatang buas tingkat enam akan menyergapnya kapan saja.


Padahal perjalanan mereka sangat aman sejauh ini. Berkat keberadaan Kong Kecil bersama mereka. Hanya menyebar sedikit hawa keberadaan. Seluruh hewan buas dalam radius 5 mil akan lari tunggang langgang.


Menjelang sore, mereka memutuskan berkemah di bawah pohon besar. Pohon ini sangatlah tua lebih tua melebihi keberadaan hutan itu sendiri.


Api unggun dinyalakan, Li Hua yang stress dan khawatir terus minum sake hingga tertidur seperti malam sebelumnya. Sementara Kong Kecil terus menikmati buah-buahan liar yang dia temui dan kumpulkan dalam perjalanan.


Malam semakin larut. Mao Yu menyendiri dalam keadaan zen menyusuri titik-titik maksimal karapas jiwa. Untuk menemukan potensi penerobosan.


Resonansi jiwa dimanfaatkan dengan baik menyatu dengan getaran energi dalam hutan. Perasaan menjadi satu dengan hutan membuat Mao Yu dapat merasakan seluruh keberadaan di dalam hutan.


Kelinci liar yang bersembunyi di dalam lubang, serigala yang sedang mengoyak mangsa, Burung-burung yang tidur bahkan belalang bertelur di ujung daun.


Diantara keseluruhan yang ada di dalam hutan. Ternyata pohon besar tempat Mao Yu ini berteduh ini memberikan dampak resonansi energi terbesar.


Mao Yu menyadari ini setelah dia hendak meraba dinding pembatas ranah karapas jiwa.


Seolah-olah pohon ini dapat mengerti dan memahami bahasa jiwa Mao Yu. Pohon mengedarkan energi jiwa yang lembut kepada Mao Yu.


Menyatukan energi yang tersisa untuk sepenuhnya dipergunakan Mao Yu. Ini adalah bantuan besar.


Bersamaan dengan energi jiwa Mao Yu, energi dari pohon mengikuti langkah-langkah jalur karapas jiwa. Mao Yu seperti berada di dalam telur.


Untuk menembus tahap selanjutnya dia harus memecahkan cangkang karapas jiwa dari dalam.


Mereke berdua seirama memukul mukul cangkang pembatas untuk memecahkannya.


"Aku dengan mudah menguasai karapas jiwa hingga ke puncak dalam waktu singkat. Namun aku sangat kesulitan menembus ranah selanjutnya. Mungkin aku membutuhkan waktu bertahun-tahun lagi ke depan." Mao Yu mendesah.


Ketika Mao Yu dalam keadaan berkontemplasi pohon tiba-tiba menyalurkan energi unik. Dia menyalurkan sebuah energi yang khas.

__ADS_1


"Energi purba. Bagaimana asal usul pohon ini?" Mao Yu cukup terkejut.


Pohon seperti memiliki kehendaknya sendiri. Energi purba dia salurkan selaras dengan energi jiwa Mao Yu. Untuk memukul-mukul cangkang telur yang sangat keras.


Titik-titik retakan akhirnya muncul dan mulai terlihat dengan jelas.


Whosss.....


Cangkang pembatas telah pecah, sebuah tahapan kehidupan beru telah terwujud. Mao Yu resmi menembus ranah kedua dari kultivasi sembilan jiwa. Ranah Elemen Jiwa.


Pohon kembali menarik energinya lantas menjatuhkan sebuah biji. Mao Yu menangkap dengan tangannya.


Sambil menggenggam biji Mao Yu menyaksikan jiwa dalam pohon memudar dan menghilang. Pohon telah menutup kehidupannya sendiri.


Mao Yu bangkit dan memberikan salam penghormatan kepada pohon. Menghargai dengan setulus hati bantuan besar yang diberikan padanya. Mao Yu berjanji akan merawat dengan baik biji yang ditinggalkan untuknya.


Malam masih diliputi dengan keheningan. Mao Yu masih berkultivasi mengeksplorasi ranah baru. Dia menemukan kemampuan jiwa dalam melakukan resonansi tumbuh berkali-kali lipat.


Ketika dia berkonsentrasi penuh dia dapat menyatu dengan baik seolah hutan belantara ini adalah satu kesatuan dengan dirinya.


Soul Cloak, Soul Slash, Soul Grasp, Soul Slice dan Soul Blend telah berkembang secara eksponensial.


Secara umum kultivator biasa akan mulai mengembangkan kekuatan berbasis elemen saat mereka berada di ranah bumi. Namun kultivasi yang Mao Yu praktikkan memiliki keunikan tersendiri. Saat ini sudah memasuki gerbang untuk mulai dapat mengoperasikan kekuatan elemen.


Mao Yu terus menggali ke dalam dirinya sendiri. Berusaha untuk memicu keluarnya elemen apa yang akan dia kuasai pada ranah ini.


Sebuah pop terbentuk bola hitam seukuran ujung jarum melayang di telunjuk Mao Yu.


CHHAAAAA......


Kong Kecil berteriak ngeri. Seluruh rambut di tubuhnya berdiri melihat noktah hitam yang menghisap cahaya sekitar di ujung telunjuk tuannya.


Melihat Kong Kecil ketakutan Mao Yu segera menarik noktah hitamnya meunuju kehampaaan. Dia membubarkannya dengan segera.


"Monyet lebay..." Mao Yu mendengus.


Kong Kecil " ... "

__ADS_1


"Tuan, apa itu barusan?" Naluri ku mengatakan aku akan tersedot, tergerus dan menghilang seluruh fisik dan jiwa." Kong Kecil bertanya dengan masih menyimpan rasa ketakutan.


"Mau mencoba? aku butuh kelinci percobaan." Mao Yu bermain-main dengan Little Kong.


"Ahahaha... Tuan bisa mencobakan kepada pemalas yang tidur di sana." Little Kong mengalihkan sasaran menuju Li Hua yang sedang ngorok dengan masih memegang botol.


Mao Yu ingin tertawa tapi menahannya. Kong Kecil menjadi monyet lucu jika dalam bentuk seperti ini.


Mao Yu mengambil jarak cukup jauh dari camp peristirahatan. Dia berdiri di depan bongkahan batu besar seukuran gajah. Tongkat jo besi dia keluarkan dari cincin penyimpanannya.


Dengan sedikit gerakan tongkat memutar dia memberikan peregangan dan pemanasan pada tubuhnya.


Noktah hitam dia embunkan di ujung tongkat kemudian dengan sekuat tenaga dia pukulkan ke batu tersebut. Pukulan tidak membawa dampak apapun pada batu yang keras. Namun tidak dengan noktah hitam.


Dia meringsutkan batu dan mengisapnya dalam kurun waktu sepersekian detik. Batu bundar menyisakan separohnya saja sebelum akhirnya noktah hitam menghilang.


Batu yang tersisa menyisakan bekas hisapan dengan membentuk guratan alur memutar yang rapi dan indah.


Kong Kecil melihatnya dari balik pohon dengan menahan nafas. Dia masih belum bisa menahan rasa ketakutannya. Pikirannya mengembara jauh ke era saat dia masih berada di tanah suci salah satu area di surga.


"Bintang Fajar Langit kala itu bersinar dengan cahaya hitam. Peramal Suci mengatakan tentang kelahiran Bintang Gelap...... Menelan Surga... Kerusuhan Besar kala itu.... Persekutuan Akb..." Little Kong menyadari apa yang dia ucapkan tidak seharusnya dikatakan. Dia segera menutup mulutnya rapat-rapat dengan kedua tangannya.


Mao Yu mengulangi gerakan yang sama satu kali lagi. Dia mengembunkan noktah hitam lantas memukulkan pada batu hingga batu terhisap seluruhnya.


"Aku tidak tahu elemen apa yang kudapatkan. Koin tembagaku pun juga tidak memberi informasi yang jelas tentang ini." Mao Yu bergumam.


"Ah, Ini kan perwujudan fisik dari elemenku. Bagaimana jika aku mengembangkan elemen ini bersama dengan kekuatan jiwaku ?" Mao Yu menemukan sebuah ide.


Mao Yu berkonsentrasi memusatkan kekuatan pada jiwanya sendiri dengan elemen yang dia bangkitkan. Mao Yu mendapati jiwanya menghitam seperti noktah yang dia embunkan secara fisik. Saat warna hitam makin padat dan pekat.


CHHAAAAA......


Little Kong meloncat melarikan diri dengan melesat jauh ke angkasa.


Sebuah hisapan kuat menyapu radius 100 meter dengan Mao Yu sebagai pusatnya. Hisapan menyerap segala bentuk jiwa dan energi segala bentuk kehidupan pada radius tersebut.


Mao Yu membuka matanya. Dia melihat seluruh rumput, semak dan pepohonan telah mati dalam keadaan mengering total. Mao Yu merasakan kekuatannya sedikit bertumbuh akibat hisapan yang baru saja terjadi.

__ADS_1


"Soul Devourer.... dan Black Hole" Dia bergumam.


__ADS_2