Legenda Raja Abadi

Legenda Raja Abadi
Angin


__ADS_3

Sepertiga kekuatan Sekte Api Phoenix meliputi 220 batalyon yang terdiri dari berbagai macam struktur prajurit.


Satu tetua membawahi 10 batalyon, sehingga hadir dalam barisan ini adalah tetua keduapuluh hingga ketigapuluh.


Kekuatan yang dibawa adalah kekuatan inti, mengesampingkan murid sekte yang lemah tidak termasuk di dalamnya.


Kekuatan ini dimobilisasi langsung oleh Tetua ketigabelas. Dia adalah komandan utama ekspedisi dengan sembilan komandan tetua untuk misi pemusnahan Klan Wang.


“Mereka datang? Sudah sepatutnya, biarkan mereka datang.” Patriark Wang Ji berdeham.


“Pasukan kita dengan kekuatan penuh klan sejumlah 100 batalyon, terhadap lawan perbandingan kita 1 : 2” Wang Jiao mengungkapkan fakta.


“Jumlah hanyalah jumlah. Pertempuran akan terjadi dalam hitungan jam lagi.” Patriark Wang Ji membalik jam pasir di atas mejanya.


“Ada satu pesan lagi dari kupu kupu hitam.” Patriark Wang Ji menambahkan.


“Apa itu Ayah?” Wang Shan menyela.


.... ke mana angin berhembus?


Ketiga orang di tenda utama berfikir keras, merenung cukup lama tanpa ada petunjuk sama sekali.


“Tidak ada angin berhembus sama sekali.” Wang Shan mencoba meradar.


“Berarti tidak ada yang perlu dipikirkan lagi. Siagakan pasukan !” Patriark Wang Ji memerintahkan.


“Baik ayah.” Wang Jiao dan Wang Shan meninggalkan tenda utama.


Li Hua bersama Gadis Api dan Nian berdiri dengan jarak kejauhan di tengah-tengah antara camp Klan Wang dan Camp Sekte Api Phoenix.


“Kakek, Komandan Sekte Api Phoenix di sana adalah Tetua Ketigapuluh yang sangat kubenci.” Gadis Api merajuk.


“Berarti kita berdoa untuk kematiannya. Itu kah keinginanmu juga cucu baik?” Li Hua tersenyum.


“Tentu, kuharap dia dikubur dengan seluruh pasukannya.” Gadis Api menjejakkan kakinya di tanah. Dia sangat sebal, berperilaku seperti anak kecil.

__ADS_1


“Paman apakah Klan Wang dapat mengimbanginya? Kulihat camp Sekte Api Phoenix memiliki jumlah lebih banyak. Lagipula Sekte Api Phoenix adalah sekte terkemuka. Kurasa selain jumlah, kultivasi prajurit mereka lebih tinggi dari Klan Wang.” Nian mengemukakan pendapat.


“Keponakan, apakah jumlah dan kekuatan cukup untuk menjadikan Sekte Api Phoenix sebagai pemenang?” Li Hua kembali bertanya pada Nian.


“Secara logika Sekte Api Phoenix harus bisa menang, tapi...” Nian berfikir.


“Tapi apa?” Li Hua menegaskan.


“Banyak hal lain yang sangat mungkin terjadi dalam pertempuran yang bisa membalik arah.” Nian menyimpulkan.


“Hahaha... Kalian memang muda yang cerdas dan brilian.” Li Hua memuji.


Keduanya tersenyum dengan tersipu malu. Selain Gadis Api bahkan Nian pun memunculkan rona pada pipinya.


Li Hua memandang langit dengan pandangan dalam untuk beberapa lama hingga matanya menutup dengan pelan.


“Ke mana angin berhembus?” Lei Teng bertanya.


“Angin? Kami tidak merasakannya.” Nian dan Gadis Api saling pandang, mereka sedikit kebingungan.


Lihatlah daun bahkan dia tak bergerak.


Tengoklah rumput bahkan tak satu pun bergoyang.


Namun lihatlah awan, dia membentuk spiral dengan tepat di atas camp pasukan Sekte Api Phoenix.


Bukankan udara yang mengalir dengan lembut yang bahkan tak dapat kamu rasakan juga disebut sebagai angin?


Burung hitam dengan moncong paruh panjang bertengger di atas batu di salah satu bukit. Matanya bundar dan mengkilat seperti berlian.


Burung ini lebih menonjol karena pada surainya ada motif emas yang melingkar jika dibandingkan dengan beberapa burung serupa di sekitarnya.


Burung dengan motif emas pada surainya tampak mengangkut tiga batang besar yang mengepul pada punggungnya. Sementara yang lain hanya mengangkut satu saja dengan batang yang lebih kecil.


Fang Yi, Lei Yi dan 40 pasukan wajah tertutup dengan longbow muncul seperti hantu tepat di samping Li Hua. Cukup mengagetkan Gadis Api dan Nian.

__ADS_1


“Paman Li Hua.” Fang Yi dan pasukannya memberi salam.


Li Hua menagguk dan memandang Lei Yi yang sedang dalam keadaan canggung melihat Li Hua.


“Paman, saya Lei Yi teman Fang Yi.” Lei Yi memperkenalkan diri dengan rasa takut.


“Kamu adalah anak yang baik.” Li Hua tersenyum dan mengangguk.


Lei Yi merasakan dadanya seperti dibasuh dengan air yang sejuk. Segala rasa takut dan canggung seperti menghilang begitu saja digantikan dengan perasaan penerimaan dan pemberkatan.


Dia merasa sangat lega.


“Terima kasih, Paman.” Lei Yi menjawab dengan senyum beserta raut wajah gembira.


“Paman Li Hua, semua area camp Sekte Api Phoenix sudah kuberi tanda dengan tepat.” Fang Yi melaporkan tugasnya.


“Terima kasih banyak.” Li Hua mengeluarkan kotak kayu yang kemudian segera dia buka.


Di dalamnya berisi tiga buah origami kertas berbentuk burung. Dalam sekali sentak, beberapa origami itu terbang ke langit.


“Paman, seperti diingatkan oleh kertas lipat barusan. Aku sejak tadi melihat ada beberapa burung hitam aneh di kejauhan.” Nian melaporkan pengamatannya pada Li Hua dan kelompok.


“Anak cerdas, bahkan penglihatanmu melampaui kami semua.” Li Hua memuji.


Nian merasa bangga. Dia seperti anak berumur 10 tahun yang dipuji ayahnya di depan umum.


“Itu burung tampak seperti gagak.” Gadis Api menambahkan informasi.


“Oya? Pertanda apakah burung gagak itu?” Li Hua bertanya dengan penasaran.


“Pemakaman.” Gadis Api menjawab dengan tegas.


“Cucu cerdas.” Li Hua juga memuji.


Senyum dengan rona merah persik ranum merekah di seluruh wajah Gadis Api.

__ADS_1


__ADS_2