
Untuk apa lebay mengatasi bocah tanpa kultivasi.
Mereka semua meledak dengan tawa yang sangat keras. Bersahut sahutan dan tak henti-hentinya tawa bergema terus menerus.
Mereka seperti kawanan anjing yang menggonggong.
“Habis sudah, kemarahan kedua penerus tak hanya akan dilampiaskan pada murid pakar. Kita akan ikut musnah setelahnya.” Yang tertua menghela nafas.
“Apakah pakar akan datang dan menyelamatkan muridnya?” Ahli berjubah abu-abu mengharapkan keajaiban.
“Kita lihat saja, sayangnya aku masih sangat lemah setelah amukan Gadis Api sebelumnya. Jika pun kita membantu, tak ada perubahan nyata yang terjadi.” Yang tertua sekaligus terkuat mengemukakan pikirannya.
“Tapi, setidaknya mari kita lakukan sesuatu untuk menyelamatkan murid pakar meskipun nyawa kita taruhannya.” Yang termuda dengan balutan perban di kepalanya berpendapat.
“Wajib. Hitung aku juga.”
“Tidak, Kita semua menyerbu.” Yang tertua memutuskan. Diikuti dengan persetujuan semuanya.
BWAHAHAHAHAHAHA.....
BWAHAHAHAHAHAHA.....
BWAHAHAHAHAHAHA.....
Tawa makin riuh.
Soul Slash...
Celepuk, salah satu pengikut Gadis Api jatuh dari penerbangannya. Dia tak bergerak di atas tanah.
Seketika tawa berhenti. Mereka semua memandang Mao Yu dengan sedikit bingung dan terkejut.
“Apa yang kamu lakukan pada pengikutku?” Gadis Api meraung lagi.
“Bah, Selain bodoh apa bakatmu yang lain adalah menjadi buta? Aku dari tadi berdiri diam di sini dengan sikap paling manis sedunia.”
“Apa kamu... kamu... kamu... yang terbang di sebelahnya tak melihat temanmu tertawa hingga pembuluh darah di lehernya membengkak dan wajahnya merah? Dia kena serangan jantung.” Mao Yu memarahi kerumunan di belakang Gadis Api.
“Serangan jantung?” Salah satu pengikut Gadis Api menggumam.
Gadis Api “ ... ”
__ADS_1
Pengikut Gadis Api “ ... ”
Nian “ ... ”
Pengikut Nian “ ... ”
Wei Lan “ ... ”
Para pesakitan “ ... ”
Di saat sepersekian detik mereka semua kehilangan fokus Mao Yu melempar ke udara sebuah sapu tangan putih biasa ke udara.
Semua mata sontak langsung mengunci sapu tangan tersebut. Apakah bocah ini mengeluarkan harta ofensif?
Sebelum mereka menyadari bahwa sapu tangan yang dilempar merupakan benda biasa.
Soul Grimory... Zero Gravitation...
Gadis Api, Nian dan pengikutnya merasakan udara dan energi penerbangan tak lagi berpihak pada mereka.
Mereka seketika kehilangan kendali atas diri mereka sendiri. Mulai terhuyung-huyung di udara untuk segera jatuh ke tanah.
IIIIINNNNN IIIIIIIINNNNNIIIIIIIIIIIIIIII...........
Mereka sangat heran dan akhirnya secara total gaya gravitasi menguasai massa mereka satu per satu.
“Nak, kalian semua datanglah pada Ibu Bumi.” Kira kira begitulah maksudnya.
Saat kerumunan mulai buyar dan melayang menuju haribaan ibu pertiwi. Mao Yu dengan tangkas menangkap kembali sapu tangannya.
“Wei Lan, Sekarang!” Mao Yu berteriak.
Wei Lan dengan gerakan tak terlihat mata telah merebut Kepala Sekte Tang Shang dan Chen Li dari bawahan Nian yang panik.
Wei Lan segera menyatukan keduanya kepada para pesakitan untuk dirawat.
“Masih ada harapan. Kalian semua bantulah kedua orang ini.” Wei Lan kemudian mengalihkan pandangannya. Melihat tuan muda tampak sangat antusias dengan perasaan sangat bahagia melihat hujan manusia.
Mao Yu membuat gerakan meremas sapu tangannya kemudian mengibaskan dengan pose elegan menuju arah danau di belakangnya.
Dark Hole...
__ADS_1
Sebuah pusaran tak terlihat tercipta di permukaan danau. Pusaran tersebut memiliki daya hisap yang kuat.
Mereka semua merasakan adanya angin ribut yang sepertinya menyapu dan mengarahkan ke Danau Perak.
Apalah daya, mereka kehilangan kontrol gravitasi. Segala kekuatan fisik dan kultivasi dipacu semaksimal mungkin. Tanpa adanya kekuatan untuk penerbangan. Semuanya sia sia.
Satu per satu bawahan dan pengikut terhisap oleh pusaran.
Mereka seperti telah dilemparkan ke Danau Perak.
“Aaaa... Tidaaakkk....”
“Tuan Muda, Tolong...”
“Selamatkan aku...”
“Aaaa...”
Byurrr... Byur... Byurr...
Mereka tercebur dan nahas, Danau Perak tak mengizinkan siapa pun terbang atau berenang di atasnya.
Mereka seperti anak kecil yang tak bisa berenang. Mereka meronta ronta hingga memercikkan ke segala arah.
Kekuatan apa pun tak berarti lagi, mereka putus asa.
Gulp... Gulp...
Akhirnya tenggelam dan menghilang menuju dasar yang dingin dan gelap dengan membentuk bola bola udara yang meletus kecil pada permukaan danau.
IIIIINNNNNNNNN IIIIIINNNNIIIIIIIIIIIIIIIIIII
Para pesakitan yang hendak beraksi untuk menolong Mao Yu sontak lurus tulang kaki ke atas hingga tulang leher.
Mereka semua berdiri dengan tegak hingga membentuk huruf kapital “I”. Sangat terkejut hingga bahkan rambut mereka turut tegak semua seperti huruf I yang banyak
“I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I”
Ini adalah kekuatan murid dari seorang pakar sejati. Oh, betapa dahsyatnya. Pakar telah merawatnya dengan baik hingga menjadikan muridnya sebagai ahli yang tersembunyi.
Oh, pakarnya adalah pakar sejati. Pakar dari segala pakar. Rajanya para pakar. Maharaja ahli. Para pesakitan memegang dada mereka, merasa sangat terenyuh. Bahkan beberapa meneteskan air mata.
__ADS_1