Legenda Raja Abadi

Legenda Raja Abadi
Souvenir Lei Teng


__ADS_3

“Bawa dua tawanan ini ke ruang interogasi, aku ingin mendapatkan info yang kupesan sesegera mungkin.” Mao Yu memerintahkan Bibi Bu.


“Mohohooho.. Gaskeun...” Bibi Bu berseragam jaksa segera menyeret Cheng An dan paman ketiga.


Masih di atas menara istana putih.


Semua orang duduk secara melingkar di meja bundar. Mao Yu bersandar dengan malas, jemarinya mengetuk meja secara bergantian. Mengeluarkan suara kayu yang mototon.


Tuk... Tuk.. Tukk...


Tuk... Tuk.. Tukk...


Tuk... Tuk.. Tukk...


Peserta yang lain duduk dengan kepala menunduk, mereka masih gemetar ketakutan.


Lebih lagi tiga emperor sekarang mereka seperti anak kucing yang siap ditenteng leher belakangnya untuk dibawa ke mana saja.


“Emperor Myriad Mountain, Empress Fire Phoenix... Kalian tidak akan melawanku kan ?” Mao Yu mengernyit.


“Sama sekali tidaaak... “ Keduanya spontan menjawab.


“Yakin ?” Mao Yu meragukan.


“Sama sekali yakiiin... “ Keduanya berteriak spontan.


“Benar ?” Mao Yu masih ragu.


“Tidak berani untuk tidak patuh.” Keduanya menyahut.


Tuk... Tuk.. Tukk...


Suara ketukan jari berakhir.


“Baguslah, ayo jalan jalan ke istanaku. Aku tidak menyia-nyiakan pengikutku. Aku berharap kalian cukup kuat di masa depan.”


“Namun jika aku membawa kalian ke dalam kematian. Apakah kalian mau?” Mao Yu menguji komitmennya.


Suasana hening sesaat.


“Kami bersedia...”


“Bagus... Semunya ikuti aku. Bibi Bu antar aku menuju ruang harta ke-124.” Mao Yu memutuskan.

__ADS_1


“Untuk beberapa suvenir tamu? Mohohohohoho...” Bibi Bu bersemangat.


Semua hadirin saling pandang dengan suara celeguk menelan ludah.


Mereka semua berjalan di koridor yang sangat panjang dengan suhu ruangan yang sangat dingin. Mereka melalui lorong demi lorong, ruangan demi ruangan.


Mereka menyaksikan banyak lukisan di luar jangkauan mereka. Entah apa yang dilukiskan, misteri dan kekuatan yang dimilikinya sebagai harta tertinggi surgawi.


Mereka melihat vas vas bunga yang serupa dengan lukisan.


Demikian juga dengan perabot dan ornamen penghias ruangan. Semuanya harta dengan kelas tertinggi surgawi.


Mereka tak sanggup membayangkan kekayaan istana putih.


Jika mereka diijinkan membawa satu barang acak saja di koridor niscaya dunia ketigabelas akan tunduk pada mereka tanpa kecuali.


Tapi, mana berani?


Sepasang mata matahari. Hiii...


Pintu harta ke-124 dibuka.


INNNNNNN IIINNNNNNNIIIIIIIIIIII...................


Baik itu polos hingga memiliki ornamen yang rumit.


Bahkan kaali dengan motif naga pun memiliki aura yang selaras dengan naga kolosal itu sendiri. Pengunjung harus menahan tekanan dan aura ganas sang naga.


Semuanya takjub dengan memegangi lutut yang bergetar.


Lei Teng yang notabene adalah alchemist merasakan jiwa hampir melayang. Dia ingin mati saat ini juga. Mati ketika melihat perbendaharaan tingkat dewa seperti ini sudah cukup untuk tidak bereinkarnasi menjadi hantu.


Lei Teng ingin menangis.


“Pilihlah satu.” Mao Yu menawarkan.


“Hamba tidak berani untuk menjangkau lebih, pilihan tuanku adalah yang terbaik untukku.” Lei Teng merendah.


“Ucapan bagus.” Mao Yu memuji.


“Bibi Bu, Tolong eksekusikan...”


“Mohohoho....” Bibi Bu menggelinding ke suatu arah hingga kembali menuju Mao Yu dalam waktu singkat.

__ADS_1


Bibi Bu membawa kuali berwarna logam putih biasa keunguan.


“Sangat cocok untuk Api Violet Velvet yang bermutasi.” Bibi Bu menyerahkan kepada Lei Teng.


“Jutaan terimakasih untuk Tuanku.” Lei Teng menerima dan bersujud.


“Oke, lanjutkan ke perpustakaan ruang ke 1.931.” Mao Yu membawa pengikutnya dalam sebuah tour.


“Mohohoho....”


Ruang perpustakaan nomor 1.931 tidak jauh dari ruang kuali harta. Seketika pintu dibuka gugusan buku, perkamen dan gulungan memebuhi ruangan aula yang sangat luas.


INNNNNNN IIINNNNNNNIIIIIIIIIIII...................


Di lobby ruang perpustakaan 1.931 tertulis dengan jelas “Ruang Perpustakaan Kitab Obat.”


“Tak perlu memilih buku. Bibi Bu, berikan giok yang berisi copy dari seluruh ruangan ini.” Mao Yu memerintahkan.


“TUANKU !!!” Lei Teng seketika melankolis.


“Berisik !!!” Mao Yu membalas teriakan.


Lei Teng menangis tersedu sedu di lantai. Wang Kun segera mendukungnya.


Empress Fire Phoenix dan Emperor Myriad Mountain saling pandang dengan mata sayu. Penuh takjub dan pasrah.


Jika rasa serakah mendominasi. Mereka akan merebut semua perbendaharaan ini. Namun suara dari sepasang matahari terus menggema di jiwa yang secara tak langsung berfungsi sebagai segel budak.


Ketakutan untuk melawan. Ketakutan untuk tidak patuh pada tuannya.


Lei Teng menerima giok ungu mungil dengan bergetar.


“Ini harta wahid, bagaimana aku bisa menjaganya di kemudian hari jika aku terkena malapetaka?” Lei Teng khawatir.


“Mohohoho... Api Violet Velvet bermutasi ada dua di seluruh dunia ini. Hanya kalian berdua yang bisa membacanya. Aku menanamkan segel api mu di giok.”


Lei Teng segera berkelana dengan pemikirannya. Ada dua pengguna api sepertiku, ya jelas. Dia adalah anak kandungku sendiri. Syukurlah, aku bisa mendukung anakku sendiri.


Lei Teng sangat beryukur.


“Jika orang lain membuka dengan paksa, Mohohoho... lusinan Bibi Bu secara pribadi akan datang untuk mengambilnya kembali. Jika perlu aku akan menhancurkan dunia di mana pencuri itu berada, Mohohoho...” Bibi Bu berbicara seperti menggumam dengan pipi bapaonya.


Hadirin “ ... “~~~~

__ADS_1


__ADS_2