Legenda Raja Abadi

Legenda Raja Abadi
Berlatih Keras


__ADS_3

Di sebuah pegunungan gundul bebatuan di tempat yang sangat jauh.


Kong Kecil dan Mao Yu berteleportasi ke sana. Setelah memeriksa keadaan sekitar, Kong Kecil melaporkan tidak ada tanda kehidupan baik manusia maupun binatang.


Kong Kecil segera menyingkir ke tempat yang sangat jauh meninggalkan Mao Yu di sebuah puncak bukit.


Untuk menyaksikan tuannya berlatih.


Mao Yu mengembunkan noktah hitam dari kesepuluh jarinya. Dan melemparkan ke bukit-bukit bebatuan.


Tidak ada ledakan, suasana tetap hening. Namun bukit yang menjadi sasaran telah menjadi rata akibat terhisap habis oleh noktah hitam.


Mao Yu membuat noktah hitam sebesar kelereng, Berjumlah 10 yang berputar mengelilingi dirinya.


Semuanya meluncur ke arah bukit batu yang lebih besar.


Zrrttt... Zrrtt.... Bukit tersebut terhisap dan kemudian menghilang dari pandangan.


Mao Yu membuat kembali noktah hitam sejumlah 20, 30 hingga 50 dan melemparkan ke segala arah. membuat pemandangan banyak cekungan setengah bola di berbagai tempat.


Serangan seperti ini sudah cukup untuk membuat Kota Kekaisaran menghilang dari muka bumi.


Terakhir dia membuat bola hitam besar seukuran bangunan utama mansion di atas kepalanya.


Tekanan hisap sangat kuat, Kong Kecil yang melihat dari tempat yang sangat jauh masih diliputi rasa takut.


Jantungnya masih saja tetap berdebar-debar. Apakah Tuan Muda akan menghisap seluruh wilayah?


Namun Mao Yu tidak melemparkan bola hitam. Dia membatalkan serangan, Bola akhirnya menyusut dan menghilang dalam sekejap mata.


"Selama aku tidak mati, aku bisa membuat noktah hitam berapapun."


"Dengan kultivasiku saat ini aku hanya bisa membuat bola hitam seukuran ini. Ranah kedua dari Kultivasi Sembilan Jiwa ini masih nanggung."


"Aku harus segera naik ke ranah ketiga. Fisik Jiwa, aku akan membentuk tubuh layaknya seorang immortal pada ranah ini. Memungkinkanku bergerak bebas pada pertempuran."


"Saat itu nanti aku akan mampu memanifestasikan segala bentuk energi menjadi serangan fisik."


"Mungkin aku akan meniru Biksu Changyi, aku akan mengembara untuk sementara waktu untuk mencari peluang."


Mao Yu merenung.


Perbendaharaan harta yang di simpan Kong Kecil tidak ada satu pun yang dapat membantu meningkatkan kekuatannya.


Sedangkan koin tembaga, pada goresan cakar pertama hanya berisi segala macam informasi tentang cara kultivasi, informasi-informasi, ramuan, teknik, dan metode-metode saja. Goresan kedua dan ketiga dia tidak dapat mengaksesnya sama sekali.

__ADS_1


Kong Kecil membawa tuannya ke sebuah tempat di tengah hutan belantara. Hutan yang masih belum tersentuh oleh siapapun.


Di depan mata Mao Yu adalah sebuah reruntuhan.


Bangunan yang telah rusak dan lapuk karena digerus jaman. Akar akar pohon dan semak-semak menutupi sebagian puing-puingnya.


"Bahkan sebuah kekuatan besar akhirnya pun akan jatuh."


Mao Yu berjalan-jalan di sekitarnya. Nampaknya tempat ini belum ditemukan oleh orang-orang. Mao Yu mengambil posisi lotus dan mengedarkan kultivasinya.


Beberapa waktu berlalu, Kong Kecil membawa tuannya ke sebuah gurun yang luas, samudra tak bertepi, Hamparan gunung bersalju dan banyak tempat lainnya.


Namun sayangnya Mao Yu tidak mendapatkan apa-apa.


"Kong Kecil, Ayo pergi ke kota terbesar di dunia lebih atas." Mao Yu mengajukan usulan.


Kong Kecil merobek ruang dengan cakarnya, Guratan hitam kemerahan sebesar celah pintu telah muncul di depan tuannya.


"Mari kita masuk Tuan." Kong Kecil meloncat dan hinggap di pundak tuannya.


Mao Yu melangkah ke dalam portal.


***


Dunia kelima, Kota Bulan.


"Kong Kecil, apakah tidak ada ahli yang merasakan portal telah dibuka di sini? Aku khawatir begitu muncul kita sudah mendapatkan masalah."


"Tidak perlu risau Tuan, Dunia ini memiliki energi yang sangat lemah. Portal yang kubuat tidak menimbulkan riak energi sama sekali." Kong Kecil menjelaskan.


"Oh, Baguslah kalau begitu."


Mao Yu berjalan-jalan di Kota Bulan. Kota yang sangat ramai dengan kehidupan dan berkali-kali lipat dari Ibukota Pusat di dunia pertama.


Di sepanjang jalan makmur para penjual dan pembeli. Pasar sangat sibuk dengan banyaknya transaksi. Para ahli beterbangan di langit menjadi pemandangan yang biasa.


Mao Yu melihat orang-orang semuanya adalah ahli. Pakaian mereka bagus-bagus menunjukkan bahwa identitas mereka sebagai bukan orang remeh. Mereka bisa jadi dari sekte, klan atau kelas bangsawan.


Kali ini Mao Yu tidak tertarik dengan belanja. Dia mengambil sebuah tempat teduh kemudian menggelar tikar.


Mao Yu meletakkan beberapa item di atasnya. Di hari ini menjadi seorang pedagang, sembari menunggu itemnya terjual dia berkultivasi.


Waktu sangat lama, tak seorang pun tertarik dengan dagangan Mao Yu.


Pejalan hanya melewatinya, mungkin di mata mereka barang-barang yang dijual Mao Yu adalah item sampah.

__ADS_1


Hingga akhirnya seorang gadis manis membangunkan Mao Yu dari kultivasinya.


"Adek, kamu sedang berjualan apa ?" Gadis manis menyapa.


Mao Yu membuka mata, Dia melihat seorang perempuan dengan pakaian sederhana tanpa riasan wajah. Namun tidak mengurangi enaknya dipandang. Gadis yang manis dengan lesung pipi mungil saat dia tersenyum.


"Oh, Ah... Aku berjualan aksesoris." Mao Yu menjawab dengan ramah.


"Daganganmu sedikit sekali hanya ada tiga. Aku lihat ini ada sebuah anting, jepitan rambut dan sebuah vas mungil." Gadis manis melihat-lihat.


"Ahahaha... Silahkan dipilih barangkali ada yang cocok." Mao Yu tersenyum.


"Kakak bukan orang sini ya?" Mao Yu melihat pakaian gadis sedikit kotor dan raut wajahnya terdapat tanda-tanda kelelahan.


"Betul, aku datang dari klan kecil di sebuah desa terpencil. Aku ke Kota Bulan untuk menghadiri pelelangan." Gadis manis berkata.


"Lelang ?" Mao Yu bertanya.


"Iya, Lelang akbar yang diselenggarakan Guild Night Lily tiap 10 tahun sekali. Aku berharap dapat menemukan beberapa hal untuk memajukan klan kami." Gadis manis menjelaskan.


Bahkan Night Lily juga menancapkan akarnya dengan kuat di dunia kelima. Mao Yu membatin. Hmph,


"Kakak melakukan perjalanan jauh ke Kota Bulan apa tidak bahaya ?" Mao Yu penasaran.


"Tidak masalah, klan kami pemasok bahan herbal. Aku numpang bersama rombongan dagang yang menuju ke sini. Kalau aku sendirian ya pasti celaka bahkan saat kakiku melangkah keluar dari desa."


"Oya, Namaku Xia He. Kalau nama adek?"


"Aku Mao Yu. Hmm.. Jadi Kakak He mau beli yang mana?"


"Jepit rambut saja, aku suka ukiran burung merahnya. Harganya berapa?" Xia He memilih.


"Satu keping jade rendah."


"Tuan, Ini adalah harta surgawi. Anda yakin menjualnya dengan harga segitu?" Kong Kecil protes.


"Gapapa, aku sedang membuat sebuah ikatan karma." Mao Yu menjawab.


Setelah membayar dengan biaya sangat murah. Xia He sangat puas dan segera memasang ikat rambut phoenix di rambutnya, membuat penampilannya semakin menarik.


"Kakak, boleh aku ikut ke pelelangan bersamamu ?" Mao Yu mengajukan keinginannya.


"Tentu, Daripada aku sendirian tak ada teman." Xia He menerima.


Mao Yu mengemasi dagangannya, lantas bersama Xia He menuju ke tempat pelelangan.Sesuai jadwal yang beredar, pelelangan akan diadakan mulai sore hari.

__ADS_1


Duo tiba di bangunan besar seperti sebuah stadion. Para ahli yang bertindak sebagai penjaga bertebaran memenuhi area. Ahli yang terbang melayang-layang juga sangat banyak di atas bangunan.


Sepertinya akan ada barang bagus.


__ADS_2