Legenda Raja Abadi

Legenda Raja Abadi
Ultimate Canon


__ADS_3

Para pengamat lebih menjauh lagi untuk posisi lebih aman. Demikian juga para penduduk telah mengambil jarak yang cukup jauh.


“Mansion Tua Leluhur, inilah hari terakhir di mana kalian berdiri. Setelah menghadapi murka dari Kakak Pertama kalian akan dikenang dalam sejarah.” Xin Long mengungkapkan kepuasannya.


Fang Yi menempelkan jimat pengeras suara pada lehernya.


“Hanya seorang laki-laki cantik dengan beberapa parade mininya. Kurang layak untuk ukuran sekte besar. Datangkan lebih banyak !” Suara Fang Yi terdengar keras tak kalah dari gema suara Yue Chu beberapa saat yang lalu.


“Bicaralah sepuasmu karena kamu akan menjadi orang mati.” Yue Chu mengutuk.


“Sektemu yang menjadi sejarah, Mansion Tua Leluhur adalah kediaman resmi dari master Benteng Tua Leluhur. Kamu berani menodai, kamu yang diakhiri.” Fang Yi memuntahkan kembali perkataan Yue Chu.


Para pengamat mulai berkasak-kusuk betapa berani dan tak takut mati anak ini. Apa mereka sadar siapa lawan di depan mereka.


“Kalian jangan terlalu cepat menyimpulkan. Nikmati pertunjukannya, buka mata kalian lebar-lebar. Kalian akan melihat betapa luasnya dunia.” Nenek Leluhur menegur kerumunan.


Mereka semua akhirnya terdiam. Mereka kemudian melihat dengan fokus aksi besar yang akan terjadi di depan mata mereka.


Fang Yi kemudian menancapkan bendera monyet berpantat pada lubang kecil di ujung meriam. Dia memasang penutup telinga besar di kedua telinganya.


Li Hua dan Jing Jun melakukan hal yang sama.


Yang-er di dalam bunker mendapat pesan dari Fang Yi melalui jimat komunikasi.


“Cepat kalian semua memakai pelindung telinga, pastikan kalian semua memasangnya dengan benar. Juga gunakan kedua tangan kalian untuk menekannya erat-erat. Buka mulut kalian, jangan ada seorang pun yang menutup mulutnya.”


“Meskipun kita telah memakai pengaman, tetap kita harus berupaya dengan maksimal.” Yang-er meneruskan informasi yang disampaikan Fang Yi.


Dua pria berjubah yang datang dari tempat yang sangat jauh telah tiba di Ibukota Pusat.


Keduanya memandang derak besar portal dimensi telah dibuka di langit utara. Mereka mengernyitkan mata.


“Pelanggaran besar.” Salah satu memvonis.


Sebelum mereka mengambil tindakan, Pak Tua Shi membuat komunikasi secara telepati kepada mereka berdua.


“Datang ke kuil Mansion Tua Leluhur sekarang !” Pak Tua Shi berkata dengan nada darurat.


Keduanya mengangguk dengan segera dua bayangan hitam melintas menuju kuil dengan kecepatan yang tak bisa ditangkap oleh para pengamat. Hanya nenek leluhur yang dapat mendeteksi dua keberadaan tersebut.


“Tunda semua pertanyaan dan segala tindakan. Pasang perisai perlindungan diri kalian hingga batas maksimal sekarang juga.”


Pak Tua Shi dalam keadaan meditasi memerintahkan kepada mereka berdua. Keduanya saling pandang dengan bertanya-tanya.

__ADS_1


Mereka pun mulai memasang perisai perlindungan, namun tidak sampai maksimal. Hanya formalitas saja.


Dalam hati, emang apa yang akan terjadi. Kami termasuk ahli yang cukup tangguh. Jika terjadi suatu hal kami akan cepat dapat mengatasinya.


Fang Yi berdiri di atas moncong meriam mengenakan seuntai kalung rantai sederhana pada lehernya. Demikian juga Li Hua dan Jing Jun.


Iblis Angsa mendekam, dia memasukkan kepala di dalam sayapnya. Kini dia menyerupai gundukan besar berwarna putih di atas tanah.


Trio mendapat selubung cahaya kuning tipis saat kalung terpakai pada leher mereka. Sebuah jimat pertahanan level surgawi telah bertengger di leher mereka.


Dari dalam sumur kuil sebuah cawan berputar dengan kencang. Membuat riak gelombang energi halus yang membungkus seluruh bangunan, hewan-hewan dan semua tanaman di area mansion.


Khusus di dalam bunker cawan suci membuat pertahanan berlapis-lapis.


“Serang, Hancurkan !” Yue Chu menyerukan perintah.


UURRAAAAA....


UURRAAAAA....


Pasukan di belakangnya bersorak hingga menggema di seluruh langit ibukota pusat.


Para pengungsi meskipun mereka sudah jauh mereka tetap saja berlarian. Pak tua kipas dan pria tambun menghentikan langkahnya. Mereka membalikkan tubuhnya menatap Ibukota Pusat beserta langit utara dengan parade pasukan besar.


Para pengungsi berlarian di sela-sela mereka.


Tambur perang dibunyikan. Mereka menunjukkan kepada dunia betapa kuat dan gagahnya mereka. Kamilah yang terhebat, Kami datang untuk perang dan kami pasti menang !


Para pengamat mengambil posisi berdiri dan membuka matanya lebar-lebar. Ini adalah klimaksnya.


Nenek Leluhur terbang menuju barisan paling belakang para pengungsi. Sebuah harta berbentuk batu mungil dikeluarkan dan melayang-layang di depan wajahnya.


Dengan mudra dan mantra batu mungil mewujudkan dinding kaca raksasa sebagai perisai perlindungan bagi umat manusia yang berlarian ketakutan.


Nenek leluhur terus memompa seluruh kekuatannya untuk memperkuat perisai.


**


Pagi hari yang biasa cerah dan penuh keceriaan, hari ini menjadi gelap karena awan hitam yang bergumul dan menutupi seluruh langit dengan konsentrasi terkuat di langit utara.


Pagi penuh canda dan tawa anak-anak, hari ini diganti dengan tangisan dan ratapan oleh sebuah rasa ketakutan.


Pagi yang biasa disambut dengan sikap optimism hari ini menjadi pagi kelam penuh dengan keputusasaan dan kekhawatiran.

__ADS_1


“Cucuku, harusnya kamu tidak datang kemari... Ah, jangan pernah kemari.” Xin Ba yang berada di balik jeruji besi bawah tanah menutup matanya dengan erat, air matanya mengalir di kedua sisi wajahnya.


Yue Chu menyeru seluruh pasukannya. Mereka telah bergerak menuju mansion.


JEGLANGG...


Meriam besar menembakkan sebuah peluru berbentuk meteor berwarna hitam kemerahan menuju arah pasukan yang dipimpin Yue Chu.


Fang Yi yang berdiri di atas moncong tidak terpengaruh ledakan meriam sama sekali. Hanya pakaian dan jubahnya yang berkibar kibar.


Suara meriam sangat keras, bergema terdengar hingga ke seluruh penjuru dunia pertama.


Momentum ledakan meriam juga memicu sebuah gempa besar yang melanda tanah Ibukota Pusat.


Xin Long beserta pasukannya terhempas kuat hingga mereka membentur pepohonan dan tembok yang diperkuat dengan pertahanan cawan suci.


Mereka memuntahkan darah.


Kagetnya karena suara ledakan dan gempa yang menyusul setelahnya juga membuat sebagian pengungsi jatuh tersungkur di tanah.


“INN IINNNIIIII.....”


Para pengamat kocar kacir karena hempasan kuat, mereka sangat terkejut melihat meriam telah ditembakkan dari halaman mansion. Memicu kejadian sehebat ini, lantas akan bagaimana efek peluru itu nantinya.


Nenek Leluhur menutup matanya, wajahnya tertunduk.


Tidak ada dalam waktu sedetik meteor hitam kemerahan menabrak Yue Chu dan seluruh pasukannya. Mereka menguap dan menjadi abu seketika. Tidak memberi waktu sedikitpun kepada mereka untuk bereaksi.


“TIDAAAAKKK....” Xin Long berteriak lantang, tatapannya surut hingga menjadi kosong. Dia merosot seketika.


“INN IINNNIIIII.....”


Dua pria berjubah hitam di dalam kuil menerima efek dari ledakan meriam. Karena mereka berjarak paling dekat dengan lokasi meriam. Mereka merasakan sentakan kuat hingga tenggorokan terasa sedikit manis, darah tipis menetes dari ujung bibir mereka.


Untung dalam sekejap mereka dapat menaikkan pertahanan ke potensi tertinggi. Jika tidak, mereka harus absen beberapa tahun untuk memulihkan diri.


Semua orang baik yang berada di halaman mansion, para pengamat, dan para pengungsi melihat kejadian ini seolah tidak mempercayainya.


Parade besar pasukan sekte terkuat musnah dalam waktu sekejap hanya dengan begitu saja.


Mereka semuanya diam tanpa berkedip dengan mulut terbuka lebar.


Mereka semua dengan takjub masih melihat meteor hitam kemerahan terus melaju dengan kecepatan luar biasa.

__ADS_1


Hingga akhirnya tenggelam ke dalam portal dimensi.


__ADS_2