
Senja telah tiba, sebentar lagi malam akan datang.
Lei Teng mendayung perahu pelan pelan menjauhi pesisir. Mao Yu tampak sibuk dengan memasang beberapa lampion terang yang mencolok. Dia berharap dengan memasangnya di tiap sisi perahu, dia dapat dengan mudah ditemukan.
“Ehm... Mao Yu, bagaimana dengan garam-garam kristal tadi?’ Lei Teng masih canggung. Dia sempat ragu ragu hendak bertanya.
“Letakkan di dapur.” Mao Yu masih asyik menata lampionnya.
Astaga, apa benar garam kristal utama akan digunakan memasak? Kami bisa meledak menjadi debu jika benar-benar memakannya.
Tubuh kami tidak mampu menanggung kekuatan besar yang terkandung di dalamnya.
“Apa kamu ragu kalau garam tidak bisa dimakan? Takut beracun ?” Mao Yu melihat ekspresi Lei Teng sedikit takut, khawatir dan penuh keragu raguan.
“Coba berikan aku sebongkah....” Mao Yu mengulurkan tangannya.
Lei Teng memberikan sebongkah garam kristal utama. Melihat gerak gerik Mao Yu, Lei Teng melotot tajam. Apa anak ini akan memakannya?
Bahkan sebelum Lei Teng hendak berteriak memperingatkan, Mao Yu telah menjilat salah satu sisi garam kristal utama.
“Bleeehhhhh.............”
Mao Yu terbatuk-batuk kemudian meludah. Dia berusaha menguras rongga mulutnya yang diserang rasa asin yang luar biasa.
Lei Teng “ ... “
Lei Teng terkejut dengan otot wajah kaku serta mulut menganga lebar. Melihat Mao Yu masih tetap baik-baik saja.
__ADS_1
Namun rasa terkejutnya bahkan belum mendapat respon. Lei Teng tiba tiba merasakan panik luar biasa, keringat dingin mulai keluar dari pori pori tiap bagian tubuhnya.
Dia melihat Mao Yu menatap garam di genggaman tangan dengan rasa permusuhan dan dendam yang tinggi.
“Bagaimana bisa garam ini memiliki rasa asin dengan kadar yang amat pekat. Lidahku jadi kebas...”
Plunggg.... Mao Yu melempar garamnya ke danau. Menimbulkan suara celebung dengan sedikit percikan air.
Lei Teng “ ... “
Lei Teng meraung hebat. Bahkan satu bongkah garam menjadikan seorang pesakitan fana menjadi immortal. Peluang seseorang menapaki jalan immortal menjadi hilang saat sebongkah telah dibuang ke dasar danau.
INNNN IIINNNNNNIIIIIIIIIII............
Lei Teng masih meradang hebat. Dia melihat dengan kepala mata sendiri. Kesempatan seseorang menjadi immortal hilang begitu saja.
“Lei Teng mana garam-garamnya... aku menduga garam ini tak dapat dipakai untuk membumbui masakan. Rasanya terlalu tajam dan mematikan lidah.” Mao Yu mengernyit, dia masih merasakan rasa tidak nyaman pada lidahnya.
“Apalagi solusi atas barang yang tidak dipakai? Ya jelas pasti akan kulempar ke danau. Ya kubuang.” Mao Yu mendengus.
“Mao Yu !!!! Tidak, TUAN !!!” Lei Teng berteriak hebat.
“BERISIK !!! Mengagetkanku saja !!! Kenapa orang-orang di sekitarku suka teriak teriak !!!” Mao Yu juga turut berteriak.
Lei Teng dengan segenap kekuatan batiniah berusaha menenangkan diri. Dosa akbar jika dia menyaksikan 63 bongkah garam kristal utama tenggelam kembali ke dasar danau.
Membayangkan telah kehilangan sebongkah hampir membuat sakit kepala menyebabkan semua rambut rontok. Demi apa pun dia harus melindungi garam yang masih ada di dalam penyimpanannya.
__ADS_1
Sebagai veteran yang berpengalaman dia tentu telah dihadapkan pada keadaan sesulit apa pun. Dia kali ini dipaksa dalam waktu sesingkat mungkin harus menemukan solusi jitu.
Jujur, kejadian di depan matanya ini merupakan hal terberat selama umur yang telah dia jalani.
“Aku seorang alkemis kelas emas. Garam garam ini memiliki kandungan mineral yang sangat tinggi lagi bergizi tinggi. Aku dengan mudah bisa memisahkan unsur berlebihan di dalamnya. Demi memurnikan garam ini agar terasa lebih luhur lagi.” Lei Teng menyipitkan mata. Ucapannya sangat membual.
Tentu saja dia sebenarnya tak sanggup melakukan apa pun pada garam.
“Aku setuju kalau begitu, saran yang masuk akal.” Mao Yu mengurungkan dendam untuk membuang seluruh garam ke danau.
Yesss !!! begitulah dalam hati Lei Teng ingin bersorak. Wajahnya kini merekah seperti bunga matahari yang baru mekar.
“Tuanku, boleh aku meminta sebongkah saja untuk diriku sendiri?” Lei Teng memberanikan diri untuk mengeluarkan ilmu penjilat super. Tatapannya sangat waspada, ini pertanyaan akan menentukan masa depannya.
“Kapan kamu jadi lebay begitu. Masalah garam, ambil sesukamu. Jika habis lemparkan tong lagi ke dasar danau. Bahkan kamu bisa berjualan garam ke kota transit, setidaknya sekte ini akan mendapat uang lebih dari sekedar menjual garam sisa sulingan.” Mao Yu mendengus.
Lei Teng “ ... “
Demi apa hanya tong dilempar kita mampu menarik 64 bongkah garam kristal utama dari danau perak. Jika para tetua sekte Singa Perak kala itu menyaksikan bahwa garam kristal utama dipanen hanya dengan mengangkat tong pasti mereka akan kumat sakit ayan.
Dijual ke kota transit? Bahkan kekuatan mega besar dengan menguras seluruh gudang harta, belum cukup untuk membayar sebongkah garam kristal utama.
Ini bukan masalah berapa harganya, emangnya berapa harga yang harus dikeluarkan untuk membeli seorang immortal? Apakah immortal seperti barang niaga di pasaran?
Lei Teng mendayung perahu menuju area lebih tengah danau dengan berlinang air mata. Dia mendapatkan harta karun utama. Harta keberuntungan yang akan mengubah jalur kultivasinya.
Di masa depan telah terjamin bahwa nama Lei Teng akan dicatat sebagai immortal alkemis di seluruh dunia. Immortal Achemist Violet Monarch.
__ADS_1
Sebagai kultivator pengembara tanpa tuan, sekte maupun terikat dengan sebuah klan. Dia kini merasakan hatinya tertambat pada sekte Singa Perak. Bagaimana pun dia sangat memahami apa itu budi dan balas jasa.
Dalam hati dia bertekad akan berada dalam sekte Singa Perak selamanya.