Legenda Raja Abadi

Legenda Raja Abadi
Strike !


__ADS_3

Kedua tua memegang mangkoknya dengan tangan gemetar hebat.


Dalam sejarah dunia keempat. Kamilah yang pertama kali mencicipi ikan danau perak. Kedua tua menghela nafas melihat dua bocah yang sepertinya tak mengeri sama sekali misteri danau.


Bahkan kekuatan origin luar biasa dar ikan belum dapat merasakan keagungan karena masih rendahnya kultivasi mereka.


Dengan sebuah suapan besar kedua tua segera mengunyah daging ikan mas.


“Oh, Sungguh ikan bakar yang sangat saleh...”


“Oh, tekstur dengan kelembutan yang sangat saleh...”


“Oh, sungguh rasa manis kaya rempah yang sangat saleh...”


“Oh, ledakan energi dan kekuatan yang sangat saleh...”


Keduanya menikmati ikan dengan bercucur air mata.


“Mao Yu kenapa tua-tua ini menangis ?” Zen Li menyodok Mao Yu dengan sikutnya.


“Mungkin mereka tidak pernah makan enak. Wajar kok kalau di restoran mewah gitu di kota besar pengunjungnya akan menangis saat makan.” Mao Yu menjawab dengan nom-nom mulut penuh ikan.


“Bukankah mereka menangis karena harganya yang mahal dak masuk akal, tapi istri mereka yang memaksa makan di sana...” Zen Li berkelakar.


“Ahaha... bisa jadi.” Mao Yu tertawa terbahak bahak...


Kepala Sekte Tang Shang “ ... “


Lei Teng “ ... “


Rasa lezat tidak hanya dari bawaan ikan. Mao Yu menggunakan rempah yang merupakan harta tinggi dari pertanian Chen Dewei. Ditambah saat tak Zen Li memanggil dua tua dia menggunakan seluruh garam perak yang dimiliknya untuk membumbuinya.


Jika kedua tua melihat Mao Yu menggunakan garam perak untuk membumbui ikan pasti mereka akan sakit kepala.


Utusan murid Sekte Pedang Bumi datang tiap enam bulan sekali. Itu pun Kepala Sekte Tang Shang hanya mampu memproduksi satu toples kecil dengan mengeluarkan segala kemampuannya.


Terutama jika Kepala Sekte Tang Shang tahu bahwa kerja kerasnya sebulan lebih hanya berakhir pada ikan bakar pasti dia akan pingsan.

__ADS_1


Setelah ikan menyisakan tulang putih yang sangat halus dan berkilau karena kedua tua tak mau menyia-nyiakannya. Perta barbekyu telah pada sampai akhirnya.


Mao Yu melempar kayu pada bara untuk menambah nyala api.


Oh pemandangan sangat indah dengan api unggun di bulan purnama. Mereka menyaksikan kilau permukaan danau yang sangat menawan.


Kedua tua bertukar sake. Mereka sangat menikmati makan malam ini. Energi dari ikan siap mengamuk untuk segera diedarkan melalui jalur budidaya. Terobosan dengan lonjakan ganda akan mereka nikmati setelah ini.


Mereka tampak sangat gembira. Wajah kepuasan keduanya bisa dilihat dengan jelas, sangat berbinar-binar.


“Bagaimana kalian menangkap ikan ?” Lei Teng yang awal mulanya penasaran akhirnya bertanya.


Mao Yu menunjuk joran yang tersandar di pohon.


“Joran biasa, begitukah kedua bocah ini berhasil memancing ikan...” Keduanya saling pandang.


Oh, suatu keberuntungan.... Keberuntungan yang hebat. Dalam sejuta tahun inilah pertama kali ikan danau perak berhasil ditangkap.


“Lalu umpannya ?” Kepala Sekte Tang Shang bertanya.


“Hmmm, aku menggunakan lumut. Ini sisanya...” Mao Yu menunjukkan ember kecil penuh dengan lumut hijau yang seperti rambut halus.  Lumut yang biasa tumbuh di bebatuan pesisir danau.


Dia ingin sekali merekontruksi kejadian memancing sehingga ikan berhasil didapat. Dengan melihat kronologi jelas di depan mata, akan menambah unsur komplit dalam kebahagiaan mereka.


Barangkali suatu saat nanti mereka bisa dengan jelas dan detil saat akan sesumbar bagaimana ikan danau perak bisa ditangkap dan dinikmati sebagai ikan bakar yang luar biasa.


Pertamaxxx !!! begitulah jika mereka ingin bersorak dan membanggakan diri pada dunia.


“Zen Li coba peragakan bagaimana tadi kita memancing, sepertinya kepala sekte dan paman ini susah puasnya jika kita hanya menjawab dengan kalimat.” Mao Yu memberikan usul.


“Oke !!!”


Syalalala... dengan berdendang Zen Li mengambil joran panjangnya. Bahannya dari kayu yang kuat dan lentur.


Kemudian dia memasangkan umpan berupa lumut ke kail.


Kebetulan mereka semua di pesisir danau, Zen Li tak perlu jauh-jauh menuju danau. Dia hanya perlu mengambil beberapa langkah saja.

__ADS_1


Kail dilempar jauh menuju bagian danau dengan area dalam.


“Beginilah kami memancing...” Zen Li menoleh kepada dua tua. Sementara dua tua sangat puas seolah-olah mereka menyaksikan pertunjukan utama dari acara akbar kekaisaran dari tempat duduk VVIP.


“Ehhh... “


“Ehhh...”


“Ehhh...”


Zen Li terkejut, jorannya tersendal sendal oleh kekuatan yang dia sangat familiar dari dalam danau.


Melihat Zen Li sedikit panik kedua tua segera meloncat dari kursinya dan melesat menuju lokasi Zen Li.


Zen Li menarik joran  dengan sekuat tenaga.


Suara kecipak air terdengar sangat keras disambut cipratan air menyebar ke segala penjuru.


“INNNN INNNNIIIIIIIIIIIII....”


Ikan mas jumbo dengan sisik keperakan muncul melompat di atas permukaan danau dengan mulut tertaut pada kail.


Sisiknya bersulam rapi sangat anggun. Mereka menyaksikan ikan meloncat kuat dengan latar kemilaunya danau perak oleh sentuhan cahaya bulan purnama.


Oh, inilah pemandangan agung.


“Aha... Dapat. Hahahahha....” Zen Li tertawa terbahak-bahak.


Kedua tua melongo dengan rahang lepas dari sendinya. Mereka saling pandang dengan rasa tak percaya.


Mangkuk sake yang masih mereka pegang pun lolos dari jari-jari.


Bagaimana ikan danau perak semudah ini ditangkap? Mereka menolak percaya atas apa yang baru saja mereka saksikan barusan.


Entah kenapa banyak sekali kunang-kunang berkumpul di atas kepala mereka. Dua tua ingin sekali mengusirnya, namun kegelapan segera menyelimuti. Mereka berdua pingsan.


“Apakah mereka seumur hidup tak pernah melihat ikan ?” Mao Yu bergumam.

__ADS_1


Zen Li “ ... “


__ADS_2