Legenda Raja Abadi

Legenda Raja Abadi
Biji Kenari-kah?


__ADS_3

Nenek moyang Wang adalah seorang kultivator biasa kala itu. Dia mendapat rahmat dengan sebuah pertemuan yang membawa keberuntungan padanya.


Kala itu dia melakukan acara kawin lari bersama seorang putri dari sebuah kekuatan besar.


Tak mendapat restu, keduanya memutuskan untuk menikah secara diam-diam dan mengasingkan diri di suatu tempat yang jauh.


Sayangnya, kebahagiaan tidak berlangsung lama. Lokasi mereka diendus oleh salah satu keluarga si gadis dari klan yang masyhur tersebut.


Tak ayal lagi akhirnya keduanya ditemukan dan mereka diburu layaknya binatang buruan.


Banyak kali kesempatan keduanya dapat melarikan diri. Namun sayangnya si gadis di tengah proses pelarian tersebut mendapati dirinya tengah hamil.


Saat proses kehamilan makin membesar, mereka tak lagi seleluasa seperti sebelumnya.


Janin dalam rahim si gadis tampak menyedot dengan kuat qi milik ibunya sendiri. Ini tentu sangat melemahkan fisik dan sangat menghambat pergerakan keduanya.


Hingga suatu hari mereka berdua terpojok dengan terpaksa bersembunyi di dalam goa tersembunyi yang gelap dan dingin.


Si gadis sudah sangat kelelahan daan tak sanggup lagi bertahan. Dia hanya menatap pria Wang, suaminya. Dengan mata berkaca-kaca penuh dengan harapan akan buah hatinya.


Berkali-kali pria Wang menyemangati istrinya, namun si gadis kala itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dengan senyum tulus dan penuh derai air mata.


Di luar dugaan pria Wang, istrinya merobek rahimnya sendiri untuk mengeluarkan buah hati mereka dengan paksa. Dengan kekuatan yang tersisa si gadis ibu mengerahkan kekuatan terakhirnya untuk memberikan bungkus qi-nya kepada buah hatinya yang lahir prematur.


Gadis ibu meninggal.


Pria Wang mendekap putra dan jasad istrinya dengan kesedihan yang hebat.


Setelah menguburkan istrinya, dalam kesedihan yang mendalam pria Wang masuk ke dalam gua lebih dalam lagi. Hingga di ujung gua dia menemukan sesuatu.


Sebuah biji yang tampak sedang disembunyikan oleh seseorang. Biji itu berwarna coklat kemerahan sebesar buah anggur.


Kala itu pria Wang tidak tahu harus diapakan biji itu, maka akhirnya dia memutuskan untuk memakannya.

__ADS_1


Saat itulah sebuah transformasi besar terjadi. Semua potensi pria Wang dikuadratkan berkali kali lipat. Darahnya dibasuh, dagingnya diperkuat, tulangnya seperti dikeraskan puluhan kali. Tubuhnya direkontruksi ulang menjadi tak terkalahkan.


Dantian dan meridiannya menjadi sangat tebal dan elastis berwarna coklat kemerahan.


Dalam waktu singkat berita beredar, sekte adikuasa asal gadis telah dimusnahkan pada suatu malam purnama hanya dengan kekuatan satu orang dengan durasi 2 jam.


Ahli itu sangat luar biasa, menyembelih tetua dan leluhur sekte seperti memperlakukan ikan sekarat di atas talenan.


Para ahli mencatat sosok tak dikenal itu adalah seorang immortal. Mereka juga mencatat betapa nahasnya nasib sekte luhur itu. Salah berurusan dengan seseorang hingga mengakibatkan penghancuran total.


Pria Wang kala itu menelan sebuah biji dari pohon yang saleh, Red Glow Mahogany.


***


Di aula Klan Wang.


Seorang leluhur, patriark dan delapan tetua duduk dengan pantat mereka di lantai.


Tubuh mereka berdenyut-denyut tak karuan. Darah mereka bergejolak hebat, rambut mereka berkibar-kibar di udara.


Semuanya terbuat dari kayu Red Glow Mahogany.


Dengan harta menakjubkan di dekat mereka, garis darah mereka seperti terpanggil. Laut yang tenang menjadi penuh riak, gelombang dan tsunami.


Mereka merasakan suatu esensi masuk ke dalam kulit mereka untuk lebih mempertebal garis kekuatan dan meluhurkannya.


Leluhur yang paling awal mendapatkan kesadarannya kembali.


“Demi Benteng Tua Leluhur, kalian semua mulai hari ini harus tutup mulut atas apa yang tuan muda berikan kepada kita. Berita bocor berarti kalian mati, tak peduli kalian cucu ku sendiri.”


“Mulai detik ini panggil seluruh anggota klan untuk ke mansion. Kita menyatakan menutup diri dari dunia luar.”


“Ini dekrit !!!” Leluhur Wang berteriak.

__ADS_1


Anggota Wang lainnya menundukkan kepala. Sangat setuju dengan apa yang diperintahkan oleh leluhur mereka.


Di tengah ketegangan, Wang Juemin merasa terpanggil oleh sesuatu. Dia mendekat dengan susah payah pada meja rias.


Tangannya yang gemetar menarik salah satu laci. Dia kemudian mengambil sebuah kotak giok.


Para tetua segera menghampiri Wang Jiemin dengan rasa penasaran. Wang Jiemin membukanya.


“INNNN..... IIINNNNNNIIIIIIIIIIII...............”


Semua tetua jatuh pingsan seketika.


Wang Juemin langsung kehilangan tulang persendian kakinya, dia langsung duduk lesu di lantai seperti mayat hidup.


Leluhur dan Patriark segera meloncat ke depan untuk melihat apa isinya.


Mereka berdua terkejut hingga meloncat tiga meter ke belakang dengan rambut berdiri seperti landak yang ketakutan.


“IIIIINNN.... UUUIIIIIINNNNNIIIIIIIIIIII...........”


Mereka berdua berteriak lantang.


Tiga buah biji sebesar anggur berpendar-pendar dengan warna coklat kemerahan.


Leluhur dan Patriark menatap Wang Jiao dan Wang Shan dengan tatapan kosong setengah tak percaya atas apa yang anak nakal ini bawa dari makam gua.


“Oya, Tuan Muda bilang kalau kami melihat rambut leluhur berdiri seperti landak aku disuruh mengucapkan kalimat ini.” Wang Shan tampak mengingat-ingat.


“Cepat Katakan !!!” Leluhur dan Patriark berteriak serempak.


“Biji kenarinya hanya ada beberapa, pasti tak cukup mengenyangkan tua-tua kalian. Tanam saja agar bijinya menjadi makin banyak dan cukup untuk semuanya.” Wang Shan mengulangi kalimat Mao Yu.


Leluhur dan Patriark saling pandang. Kemudian mereka pingsan.

__ADS_1


Wang Shan “... ? ...”


Wang Jiao  “... ? ...”~~~~


__ADS_2