Legenda Raja Abadi

Legenda Raja Abadi
Area Terluar


__ADS_3

“Hentikan langkah anda Tuan, Kiranya ada kepentingan apa anda memasuki benteng?” Seorang penjaga di luar gerbang menghentikan Lei Teng dan Lei Yi.


Lei Teng mengeluarkan kertas undangan di mana di bagian bawah terdapat cap dan tanda tangan dari Li Hua Sang Utama.


“Silahkan anda menunggu sebentar di tempat duduk sebelah sana. Kami akan mengkonfirmasi undangan ini.” Petugas mempersilahkan keduanya menuju pemondokan kecil dengan banyak meja dan kursi yang berjajar.


“Sangat jarang benteng menerima pengunjung langsung.” Pelayan tua menyajikan minuman kepada Lei Teng dan Lei Yi.


“Apakah seperti itu?” Lei TPeng menyesap tehnya.


“Setiap pertemuan selalu dilakukan di Ibukota Kekaisaran. Anda adalah pihak luar yang mengajukan diri memasuki benteng. Jika anda mendapat persetujuan, anda adalah orang ketujuh yang memasukinya.” Pelayan tua menjelaskan.


“Sangat ketat, seperti itukah benteng? Apakah ada yang pernah mencoba memasukinya atau menyerbu dengan paksa?” Lei Yi penasaran.


“Menjadi darah, kemudian menjadi pupuk bagi ilalang…” Pelayan tua mengisi kembali cangkir kosong milik Lei Yi.


“Benteng menumpasnya dengan kekuatan pasukannya…” Lei Yi menggumam.


“Bahkan udara di sini sudah cukup membasmi para pengganggu.” Pelayan tua menimpali. Dia merapikan gulungan baju pada lengannya.


“Lantas seperti apa pemilik benteng ini?” Lei Yi melanjutkan.


Pelayan tua meletakkan poci teh dengan asap yang mencuri jalan keluar melewati celah dari tutupnya yang sempit.


“Dia adalah penguasa dunia…” Tatapan tajam pelayan tua menyorot pada Lei Yi.

__ADS_1


“Ahahaha… Sepertinya anda cukup lama bekerja di sini pak tua. Bukankah begitu? Lei Teng segera memotong pembicaraan keduanya. Jika dibiarkan dan menyinggung martabat benteng mereka akan dalam masalah besar.


“Sejak benteng ini mulai didirikan.” Dia menjawab.


Pikirannya berputar pada masa beberapa decade yang lalu. Saat dia adalah seorang yang ditolak dari berbagai sekte karena bakatnya yang ampas.


Dia menjadi bully dan sasaran jahil semua orang karena dia adalah orang yang gagal menjadi cultivator.


Dari masa remajanya hingga berumur tua dia selalu berupaya keras mendaftar hampir di semua sekte yang dia temui. Semua berakhir dengan penolakan dan hinaan.


Hingga saat senja kala itu dia bertemu pria paruh baya pendek dan gemuk membawa spanduk sebuah benteng, merekrut murid untuk generasi pertama. Apapun keadaannya tanpa kecuali.


Pelayan tua menyesap tehnya dengan hisapan berat bercampur dengan rasa emosional yang tinggi.


“Permisi… “ Lei Teng tampak seperti melewatkan sesuatu perkataan dari pelayan tua.


“Ah, bukan… Lupakan.” Pelayan tua tersenyum.


Dari kejauhan seorang petugas mendekat dan menghampiri ruang tunggu. Dia menyerahkan kembali surat kepada Lei Teng.


“Kalian diizinkan masuk menembus area dalam menemui Tuan Kepala benteng. Pak Pelayan Tua, Anda diminta secara membawa dan mengantar tamu khusus benteng kali ini.” Petugas berkata dengan sangat hormat.


Gerbang benteng dibuka, mereka bertiga memasukinya dengan segera sebelum pintu gerbang yang bear dan berat tertutup kembali.


Mereka takjub saat memasuki area terluar benteng. Udara terasa sangat berat dengan aliran energy origin yang sangat kuat.

__ADS_1


Ini seperti tanah yang terberkati, tanah yang dimuliakan dan dijanjikan. Ini seperti tanah suci yang dimiliki area terdalam sekte terkuat di dunia keempat.


“Selamat datang di area terluar Benteng Tua Leluhur, kita menaiki kereta yang telah disiapkan ini untuk menuju area tengah.” Pelayan Tua mempersilahkan tamunya.


Di dalam kereta Lei Yi sangat menikmati udara yang sangat bagus ini untuk kultivasinya, dia terus mengedarkan origin untuk memupuk hukum jasa yang dia kembangkan.


Sesekali dia menatap langit, sangat kontras dari yang terlihat saat di luar benteng. Dia melihat matahari dan langit yang cerah.


“Benteng ini memiliki harta luar biasa yang dipasang untuk perlindungan. Kamuflase awan gelap dengan petir, sangat menakutkan.” Dia membatin.


Sepanjang jalan mereka melewati padang rumput yang luas, pepohonan dan hutan-hutan. Mereka juga melewati beberapa kompleks bangunan yang tertata rapi sebagai hunian bagi murid area luar.


Dengan pemandangan kebun-kebun dan lahan pertanian di sekitar bangunan.


Mereka juga melihat banyak sekali murid berusia belia dengan seragam hitam-hitam ciri khas Benteng Tua Leluhur berlalu lalang.


Beberapa tampak saling berdiskusi, ada yang sedang berlatih duel dan ada yang berlatih bersama dalam sebuah gerakan bersama.


Dalam perjalan kereta ini melewati tujuh kompleks bangunan yang serupa dengan yang mereka temui dari awal. Menunjukkan area terluar benteng sangatlah luas.


“Mereka semua luar biasa.” Lei Yi memuji


“Bahkan yang biasa-biasa saja akan menjadi luar biasa di sini.” Pelayan tua tertawa kecil. Mengingatkan pada dirinya sendiri.


“Cukup jauh untuk tiba di gerbang area tengah. Beristirahatlah dalam kereta.” Pelayan tua memejamkan matanya.

__ADS_1


__ADS_2