
“Diam di sana jangan bergerak sedikit pun, ikuti permainanku !” Mao Yu mengirimkan transmisi suara kepada Wei Lan.
Di pesisir Danau Perak, tiga pemuda tampak ngos-ngosan. Selain Gadis Api dan Nian, Mao Yu juga dalam kondisi memprihatinkan.
Ketiganya kehabisan tenaga. Gadis Api dan Nian segera mengkonsumsi pil pemulihan, masih dalam keadaan waspada keduanya mengedarkan energi obat memenuhi seluruh meridian.
Gadis Api dan Nian mengalami vertigo hebat. Sebuah sensasi berputar hebat di kepalanya.
Sebagai kultivator, lebih lagi mereka adalah kultivator top. Sakit macam vertigo ini tidak lagi bisa mereka rasakan. Ini adalah penyakit yang hinggap pada manusia fana.
Selevel mereka mampu terdampak demikian membuktikan bahwa serangan atau senjata haruslah minimal kelas langit hingga dapat mencederai.
Tentu saja terjadi demikian. Serangan Mao Yu berbasis jiwa, tidak dapat disangka kedua bintang pemuda dunia keempat ini memiliki kualitas jiwa yang sangat rapuh.
Hanya serangan sepele Mao Yu membuat keduanya menjadi pesakitan.
Gadis Api tampak ingin mengumpat namun dia cenderung untuk menahannya. Sedangkan Nian ingin sekali melancarkan serangan. Namun apalah daya, kontrol tubuhnya masih sangat lemah.
Sakti berupa apa pun saat tubuh sedang cedera tak berarti apa-apa.
Mao Yu tampak duduk bersimpuh. Menyeka keringat yang bercucuran dengan sapu tangan putih yang diduga oleh semuanya adalah harta yang sangat bernilai tinggi.
“Murid pakar sedang cedera saat mengerahkan harta utama. Mari kita bantu.” Pesakitan termuda menyuarakan inisiatif.
“Tidak, Sebaiknya kalian tetap di sini saja.” Wei Lan mengatakan dengan santai namun kalimatnya memiliki tekanan kekuatan yang sangat tinggi. Bahkan pesakitan tertua pun merasakan intuisi bahaya.
Para pesakitan akhirnya menyadari tempat di mana mereka harus berada. Mereka hanya akan menyaksikan saja dari bangsal pesakitan.
Mao Yu mengabaikan dua lawannya. Fokusnya hanya mengunci pada dua orang lagi yang belum datang dan bergabung. Mereka sebentar lagi akan tiba.
Mao Yu dengan susah payah berdiri dilanjutkan dengan berjalan lunglai menuju Gadis Api.
Plakkk...
Plakkk...
__ADS_1
Plakkk...
Oh, sangat renyah suara tamparan tiga kali hinggap di pipi lembut Gadis Api secara bertubi-tubi.
Rasa panas dan menyengat segera meresap dari kulit menuju daging hingga tulang-tulangnya. Bahkan rasa sakit terus meresap hingga ke hati.
“Kamu !!!” Gadis Api terhenyak.
“Ya, Aku adalah pemuda manis !!!” Mao Yu menjawab lantang.
Plakkk...
Plakkk...
Plakkk...
“Aduh... Ah, Hentikan...” Gadis Api menjerit. Dia bahkan mulai menitikkan air mata. Sangat malu... Sangat malu...
“Aduh, Tolong hentikan aku... Tanganku tak mau menurutiku untuk berhenti. Dia bergerak sendiri....” Mao Yu berteriak teriak kepada semua orang.
Nian “ ... “
Para Pesakitan “ ... “
Gadis Api “ ... “
Plakkk...
Plakkk...
Plakkk...
Dengan sebuah PLAKKKK... yang terdengar paling keras tamparan Mao Yu berhenti. Gadis Api tergeletak di tanah dengan wajah bengkak seperti pantat kuda nil.
Dia berkedut-kedut dengan mengeluarkan kalimat yang terbata bata.
__ADS_1
“Ni.. Ni.. An.. To.. To... Too.. Long.”
Namun apalah daya, Nian juga memiliki tubuh yang sangat lemah disertai rasa pusing yang tak kunjung reda. Obat-obatan dia kunyah seperti orang makan kacang pun masih belumlah cukup untuk membuat tubuhnya lebih baik.
Nia bergidik saat Mao Yu menghampirinya.
“Kawanku yang malang mari kubantu kamu agar sehat. Aku baru-baru ini belajar teknik akupuntur. Sapatahu kamu akan lebih baik setelah kurawat.” Mao Yu berkata dengan rasa empati yang tinggi.
Nian mendengarnya menjadi sangat takut. Dia melupakan jati dirinya sebagai calon penerus sekte bergengsi.
Saat Mao Yu makin mendekat dian pun dengan bergerak cepat dengan pantat merangkak mundur.
‘Hentikan.. Hentikan.. Tidak Tidak !!! Aku sudah baikan.” Nian sangat takut.
Mao Yu berpura-pura tuli. Dia mengeluarkan jarum sebesar lidi dengan panjang satu lengan.
Alih alih jarum akupuntur untuk manusia, itu lebih tepat jarum akupuntur untuk gajah.
Nian sudah bergidik sangat ngeri.
“Ah aku hanya punya tiga, sepertinya aku lupa menaruh di mana ya yang lainnya.” Mao Yu merengut.
“Tidaaak.....” Nian menjerit.
Jarum pertama ditusukkan pada paha hingga menembus.
“Aaaaaaa..... “ Nian merasakan sakit yang luar biasa. Tampaknya jarum ini mengandung racun khusus di mana kultivator seperti dirinya kiranya kebal dengan rasa sakit. Terpaksa dia harus menjerit nyaring.
Tentu saja, jarum akupuntur ini bagian dari kreasi Lin Fan saat dia iseng.
Jarum kedua ditusukkan pada bahu hingga menembus punggungnya.
“Aaaaaaa... “ Nian berteriak lebih keras lagi.
Mao Yu menusukkan satu batang lidi jarum akupuntur terakhir di bawah pusar tepat di inti dantiannya.
__ADS_1
Nian tak lagi menjerit. Tatapan matanya menjadi kosong seolah dunia telah sirna dari penglihatannya.
Namun bukan hanya itu saja yang akan hilang, namun masa depannya sebagai penerus sekte juga ikut memudar.