
Pengikut Lei Teng berduyun duyun mendatangi pesisir danau dengan langkah malas dan enggan.
Yang paling depan memegang joran dengan lunglai.
“Katakan padaku pernahkah ada orang yang berhasil menangkap ikan di sini?” Pemegang joran berkata dengan lesu.
“Tak satupun.” Langsung dijawab dengan spontan dan bersamaan.
“Apakah ini adalah maksud pakar ?” Salah satu bertanya.
“Katakan apa maksudmu ?” Di sebelahnya menimpali.
“Ehem, Pakar menyampaikan kepada muridnya untuk membuat permintaan memancing. Memang mustahil kita mendapat ikan. Pakar ingin menguji kembali tekad kita.” Yang tertua mulai berkata-kata setelah hening untuk berfikir sejenak.
“Astaga, kenapa kami tak mengerti maksud pakar sama sekali ?”
“Kalian belum cukup tua untuk memahami skema besar sang pakar.” Yang tertua berdeham.
Lainnya “ ... “
Umpan telah selesai dipasang. Kail dilemparkan jauh ke tengah danau. Mereka semua berkumpul dengan hati yang sangat terberkati.
Memang di sini tak bakal ada ikan. Oh tapi lihatlah kami pakar, kami sangat antusias memenuhi permintaanmu.
Ujian ini akan kami lewati dengan sangat baik. Kami tahu pakar sedang melihat dan menilai kami dari kejauhan.
“Yoo... Tak boleh kendur !!! Semangat memancing !!!”
UUUURRRRAAAAA......
“Wei Lan, Kenapa mereka berisik sekali?” Mao Yu mengerutkan dahinya.
“Entahlah Tuan Muda, Aku pun sulit memahami mereka.” Wei Lan menjawab.
“Ya sudah, biarkan saja asal mereka happy.” Mao Yu kembali bermain bersama Gou.
Kembali ke pesisir danau. Para pengikut Lei Teng memerankan dengan baik antusiasme dalam berkegiatan memancing.
Just do it, dan pakar akan melihat kesungguhan kita.
“Eh... Eh... Sesuatu menarik kailku... “ Pemegang joran panik.
‘Mustahil, berikan padaku !!!” Seketika joran direbut. Memang benar dia pun merasakan hal yang sama. Jorannya tersendal-sendal oleh tarikan kuat.
Secara spontan dan refleks dia menarik jorannya dengan kuat sehingga seekor ikan besar meloncat dari permukaan danau dengan percikan air yang hebat.
Ikan sangat besar dengan kemilau sisik berwarna perak laksana perhiasan yang mewah.
__ADS_1
INNNNNNN..... IIIIINNNNNNIIIIIIII................
Pengikut Lei Teng mengucek mata mereka sendiri. Apakah mata mereka rusak dan perlu diganti ???
Mustahil, tak dapat dipercaya. Ini keajaiban, super duper keajaiban.
“Yohohoho....”
Mereka tertawa dengan senang, riang dan gembira mendapatkan ikan besar yang terlihat sehat dan luar biasa.
“Kita adalah satu satunya tim yang berhasil menangkap ikan selama beberapa generasi ini. Hey cepat isi umpan dan lemparkan kembali.” Yang tertua sangat bahagia, dia sangat antusias.
“Ikan ini mengandung gizi dan energi murni yang sangat istimewa. Makan satu suapan akan memperingkas 100 tahun masa kultivasimu. Begitulah ditulis dalam gulungan kuno.” Yang tertua melanjutkan.
Tim pemancing makin antusias. Mereka terus bersorak dengan nyaring dan makin nyaring saat menangkap ikan kedua, ketiga, keempat dan seterusnya.
Saat kail dilempar, saat itu juga ikan selalu berhasil ditangkap. Ajaib, ini ajaib. Memancing dengan winrate 100%.
INNNNNNN..... IIIIINNNNNNIIIIIIII................
Kail ini harta ! Kail ini harta !
“HAHAHA...”
“Hidup Joran !!!”
“Tangkap lagi... Tangkap sebanyak-banyaknya.”
‘Makan satu siripnya sebelah saja aku tak menyesal dalam hidupku.”
“Aku rela hanya makan sisiknya saja.”
“Bahkan durinya aku juga mau. Aku bisa menggerusnya dan menghisapnya.”
“Isi perutnya aku tak menolak.”
“HAHAHAHA.... Terus tangkap !!!”
Mao Yu dan Wei lan menatap kerumunan orang sinting di pinggir danau.
“Wei Lan, apa ada yang salah dengan kepala mereka. Apa sekrup mereka semua sudah pada longgar. Memancing begini saja hebohnya bukan main.” Mao Yu menggerutu.
Wei Lan “ ... “
Lebih dari 200 ikan berhasil ditangkap, mereka yang lain segera hilir mudik menyiapkan berbagai hal untuk acara memasak.
Sebagian menyalakan api untuk membuat bara. Rencana akan mengolah ikan bakar, sementara yang lain menyiapkan panci penuh minyak. Ada juga yang mendidihkan kuali untuk membuat sup kepala ikan.
__ADS_1
Beberapa yang lain sibuk membersihkan ikan.
“Oya, gunakan garam dari danau. Rasanya meningkat tajam jika menggunakan itu. Lebih umami.” Mao Yu memberi tips.
“Garam yang berada di workshop Kepala Sekte Tang Shang?” Salah satu bertanya.
“Bukan, garam yang berada di tong di sana. Kamu lihat ada rantai yang diikatkan di pohon besar itu. Kamu tarik rantainya.” Mao Yu memberi petunjuk.
“Siap, laksanakan perintah anda tuan muda.” Tanpa menunda waktu segera berlari menuju arah yang ditunjuk.
Dengan sigap dia menarik rantai yang bisa dibilang cukup berat juga. Dia harus menggunakan tenaga penuh untuk melakukannya.
INNNNNNN..... IIIIINNNNNNIIIIIIII................
Dia seketika kaget saat berhasil mengangkat tong dari dalam air dan melihat isi di dalamnya dengan serta merta.
Teriakan penarik rantai menggugah semua orang untuk segera melihat apa yang terjadi.
INNNNNNN..... IIIIINNNNNNIIIIIIII................
INNNNNNN..... IIIIINNNNNNIIIIIIII................
INNNNNNN..... IIIIINNNNNNIIIIIIII................
UINIIII.........................................
Tong penuh dengan kristal garam yang energinya berpendar pendar seperti gelombang tsunami demi tsunami menghantam tubuh para kultivator.
Satu gelombang memberikan basuhan pada tubuh, memperbaiki segala kerusakan dan menyempurnakan daging.
Satu gelombang lagi menguatkan dantian.
Satu gelombang lagi memperbaiki meridian.
Satu gelombang lagi merombak ulang struktur sumsum dan tulang
Gelombang demi gelombang memberikan efek lain pada mereka semua.
Mereka lantas bersujud di tanah menghadap tong seperti sebuah acara ibadah persembahan diri yang dilakukan secara khidmad.
Mereka berlinang air mata. Inilah kebaikan yang diberikan pakar kepada kami semua. Kami tidak mengharap dapat memilikinya sebongkah pun. Melihatnya saja dan menikmati efek pembasuhan dari gelombang energi kami sudah sangat terberkati.
Terima kasih duhai pakar kami yang sejati.
“Wei Lan aku mulai khawatir dengan mereka. Perilaku mereka sangat tidak lazim.” Mao Yu memiringkan kepalanya.
Wei Lan “ ... “
__ADS_1