Legenda Raja Abadi

Legenda Raja Abadi
Kelahiran Naga


__ADS_3

Mao Yu menunggu dengan sabar dengan hidangan di atas meja. Sembari menunggu dia membuat sedikit pengaturan untuk sup di depannya.


Mengingat ranah Wan Hanma dia akan meledak bahkan hanya sedikit menyesap kuah sup yang kaya akan herbal dan bahan kelas surge.


Mao Yu membuat banyak simpul dengan energy jiwanya untuk mengunci energy origin dahsyat pada sup agar dapat diterima dengan baik oleh dantian dan meridian Wan Hanma tanpa membahayakan dirinya.


Pintu pondok terbuka, Wan Hanma masuk.


“Sudah matang kah? Ayok makan…” Wan Hanma langsung duduk dan mengambil mangkoknya. Dia menyambar sepotong roti dan menggigitnya.


Rotinya keras dan alot, Wan Hanma bahkan harus memutar wajahnya untuk merobek menjadi potongan. Mengunyah pun juga demikian. Mao Yu melihat sepertinya Wan Hanma sedang memakan karet.


IIIIINNNN IIINNNNNIIIIIIIIIIIIIIIII…………..


IIIIINNNN IIINNNNNIIIIIIIIIIIIIIIII…………..


Wan Hanma kaget bukan kepalang saat membuka tutup kuali. Hidangan sup seperti menyeruakkan sinar terang yang membutakan matanya.


Aromanya sangat memikat, tanpa sadar dia pun meneteskan air liurnya. Perutnya menyambut rasa lapar dengan tabuh genderang yang heboh. Suara keroncongan bahkan Mao Yu mendengar dengan jelas.


Wan Hanma melihat Mao Yu dengan tatapan tak percaya.


“Aku adalah koki untuk squadku, bahan sisa ini kubawa di perbendaharaanku. Bukan istimewa, jangan ragu. Makanlah.” Mao Yu tersenyum.


“Benarkah? Aku belum pernah menyaksikan hidangan semewah ini.”


Keduanya menyendok sup dari kuali yang masih mengepul panas. Tanpa basi basi keduanya melahapnya dengan segera.

__ADS_1


“Fwaaahhh… Ini enak sekali. Aku pertamakali makan seenak ini. Aku akan tambah, mau kutambahkan untukmu juga Mao Yu?”


“Aku cukup, ini makanan biasa di squad kami. Aku sudah cukup terbiasa dengan rasanya. Aku tidak menginginkan lebih.” Mao Yu menolak.


Wan Hanma tak mau berhenti sama sekali. Dia terus menerus mengisi tiap mangkuknya kosong. Dia makan dengan air mata yang berderai.


Daging yang sanga lembut, sayuran yang terasa manis, kuah kaya kaldu dengan wangi yang memabukkan jiwa.


Pemuda miskin dari desa yang menikmati makanan mewah untuk pertama kalinya.


Bukan hanya mewah, ini adalah makanan super mewah untuk sajian para dewa. Leluhur sekte top pun bahkan belum pernah disajikan makanan dengan pemborosan bahan kelas surge seperti ini.


Menikmati satu bahan pun membutuhkan taruhan nyawa saat merebutnya dari dunia bebas. Mereka akan memperlakukan satu bahan itu seperti anak mereka sendiri.


Sllurrrpppp….


“Mao Yu terimakasih aku sangat kenyang dan rasanya ngantuk sekali… Aku akan tidur dulu di tikar… kamu bisa tidur di dipanku dan a….” Wan Hanma ambruk di dipannya sendiri seketika terlelap dalam sekejap.


Mao Yu tertawa, dia merapikan posisi tidur temannya dengan baik. Mao Yu duduk di sampingnya dengan tangan telunjuknya menekan area perut di bawah pusar.


Mao Yu berkelana dalam koin tembaga yang sudah sangat lama dia tidak akses. Pada goresan cakar pertama yang berisi jutaan rune, dia mencari bentuk yang menyerupai naga.


Cukup lama dia mengidentifikasi hingga dia menemukan sebuah rune naga berwarna merah dengan tanduk yang sangat panjang. Rune ini cukup ganas sehingga rune rune di sekitarnya harus menyingkir karena aura dominasi rune naga ini.


“Naga Pembakar Surga. Sungguh arogan.” Mao Yu tersenyum sinis.


Mao Yu kembali pada tubuhnya. Dia mengeluarkan beberapa vas pil karya Lei Yi. Kesemuanya memiliki tipikal sama yakni penguatan tubuh.

__ADS_1


Pil Fondasi, Pil Pemurnian, Pil Pembentukan Ulang dan Pil Penguatan. Semuanya dibuat dari bahan terbaik, dengan api terbaik dan metode terbaik di bawah bimbingan Bibi Bu berbaju apoteker.


Mao Yu mengambil masing-masing satu dan menepisnya di udara hingga menjadi butiran halus yang melayang di atas Wan Hanma yang terbaring.


Dalam satu sentakan debu obat terhirup oleh Wan Hanma, dan saat itu pula Mao Yu membuka simpul energy dari sup di dalam perut Wan Hanma satu per satu.


Saat proses berlanjut Wan Hanma mengerang dengan hebat, tubuhnya penuh dengan keringat dan kulitnya segera memerah akibat suhu yang sangat tinggi. Wan Hanma bahkan mengalami kejang-kejang seperti orang sekarat.


Kotoran demi kotoran keluar secara alami dari segala pori porinya. Berbentuk seperti minyak bekas, oli atau aspal.


Mao Yu segera membakar semua kotoran dengan api jiwa dan menguapkannya ke udara.


Mao Yu memegang control yang ketat atas sirkulasi energy besar di dalam tubuh Wan Hanma. Salah prosedur sedikit saja akan menyebabkan Wan Hanma meledak menjadi tumpukan goo.


“Saatnya kamu masuk.” Mao Yu mengalirkan rune Naga Pembakar Langit menuju pikiran Wan Hanma.


Naga Merah dengan tubuhnya yang panjang menjuntai membelah celah ruang di angkasa. Dia meliuk liuk dengan ganas dan mengerikan. Cakarnya berpijak dari bintang ke bintang.


Saat mengaum matahari harus meredupkan sinarnya untuk menunjukkan kepatuhan.


Setiap tarikan nafasnya mampu menghisap, mengacaukan dan menghamburkan sebuah galaksi yang sangat besar. Galaksi hanyalah dihirup sebagai debu bagi Sang Naga Merah.


Saat Naga Merah menyemburkan api ribuan bintang terbakar dan meledak, berbagai nebula tak sanggup menahannya, itu pun mekar seperti kembang api yang megah.


Naga yang mendapat mandat agung sebagai sang penghancur…


Utusan pemberi kiamat bagi alam semesta, kematian bagi yang bernyawa…

__ADS_1


Naga Merah Pembakar Surga, Raja dari segala raja naga


__ADS_2